Kamis, 28 November 2013

Red-A Blush On & Lipstick

Haloo..
Kali ini saya mau mereview brand kosmetik remaja lokal Indonesia *meskipun umur saya sudah bukan tergolong teenager hahaha*. Inilah brand Red-A, yang masih 1 produsen dengan Viva. Bisa dibilang Red-A ini adiknya Viva.

Yang mau saya review adalah Red-A blush on duo (seri B) dan lipstick (no.612). Seperti ini fotonya :


kemasannya simple & clean

ketika dibuka

Red-A Blush On Duo (seri B)

  • Warna & pigmentasi: ada 2 warna (pale & bold rose pink). Sebenarnya keduanya pigmented, tapi yang pale pink kurang begitu kelihatan di skin tone saya. Jika di-mix jadinya bagus, pink natural
  • Shimmer : ada shimmer tapi kecil-kecil & tidak terlalu banyak. Masih wearable untuk daily use
  • Tekstur : tidak powdery, mudah dibaurkan
  • Aroma : tidak ada aromanya, menurut saya malah bagus 
  • Staying power : cukup lama (di saya bisa bertahan 6-7 jam), tapi semuanya tergantung jenis kulit kamu & makeup base yang kamu gunakan
  • Kemasan : saya suka karena ada cerminnya, kemasannya kuat & tutupnya rapat. Kemasannya simpel, cuma warna putih & tulisan merek. Saya suka, karena kesannya bersih & tidak ribet
  • Brush : kecil banget, nggak fungsi *maklum, murah ini harganya* mending nggak usah dikasih brush sekalian deh..
  • Harga : Rp 17.300 isi 4,8 g 
  • Ingredients : talc, mineral oil, zinc stearate, mica, Cl 77891, synthetic fluorphlogopite, petrolatum, dimethicone, Cl 12490, Cl 77499, Cl 77492, Cl 77491, Cl 77007, methylparaben, propylparaben, tin oxide, BHT
Untuk kalian yang punya kulit berminyak & acne prone, perlu dicatat blush on ini ada kandungan mineral oil & petrolatum (termasuk bahan comedogenic)

(+) pigmented & mudah diblend
(+) kemasan kuat & dilengkapi cermin
(+) murah, ada dimana-mana

(-) ada shimmer (walaupun sedikit & sebenarnya tidak terlalu kelihatan)

Rate : 8/10
Repurchase ? jika tidak tergoda oleh merek lainnya, hehe..

Red-A Lipstick (no. 612)

sumber : www.myred-a.com

  • Warna & pigmentasi: oranye kecoklatan & sheer. Cocok lah untuk kamu yang baru belajar pakai lipstik atau suka lipstik yang warnanya natural. Meskipun warnanya kelihatan bold banget di stick, hasilnya agak sheer (bagi saya ini seperti tinted lipbalm, nggak terasa seperti pakai lipstik hehehe..) Saya pakai 3x oles supaya warnanya keluar
  • Moisturizing ? ya. Lipstik ini banyak banget kandungan pelembabnya, nggak mengeringkan bibir sama sekali (buat bibir saya), saya biasanya pakai tanpa lip balm
  • Tekstur : tidak mudah menggumpal meski dioles berkali-kali (teksturnya buildable)
  • Aroma : aromanya khas lipstik Red-A (agak wangi) tapi tidak mengganggu
  • Staying power : buruk, gampang sekali hilang, apalagi kalau dipakai minum *lipstiknya nempel di gelas/sedotan, yang di bibir langsung lenyap*. Tanpa makan & minum hanya bertahan 2-3 jam. Jika cara pakainya diaplikasikan berkali-kali + diblot pakai tissue, warnanya akan lebih awet (bibir masih berwarna, setidaknya 5 - 6 jam meskipun lipstiknya sudah lenyap dari bibir)
  • Kemasan : mungil, simpel dari plastik putih tebal, nggak dikasih kotak. Ingredients ditempel di body lipstik pakai sticker. Menurut saya kesannya tidak serius *iya lah, ini lipstik buat remaja, ngapain yang serius2 amat* stickernya bikin body lipstik jadi nggak cantik
  • Harga : Rp 11.000 isi 3 g
  • Ingredients : castor oil, myristyl lactate, synthetic wax, octyldodecanol, mineral oil, butylspermum parkii, beeswax, carnauba wax, PVP/ hexadecane copolymer, avocado oil,squalane, Cl 19140 : 1, Cl 77491, Cl 77492, Cl 15850 : 1, Cl 77891, lanolin alcohol, Cl 77499, perfume, tocopheryl acetate, propylparaben, BHT
(+) melembabkan bibir & tidak menyebabkan bibir kering
(+) tidak menggumpal saat dioleskan, buildable
(+) pilihan warna banyak (kata websitenya ada 54 warna) & cantik-cantik
(+) murah

(-) sheer (tapi ini nilai plus buat kamu yang tidak suka bold lipstick)
(-) staying power payah & nempel ke mana-mana

Rate : 6/10
Repurchase ? iya, yang warna ungu. Ungunya unik banget, ungu gelap yang gothic, kayaknya merek lokal lainnya nggak ada yang punya hehehe..

Oya, ini ada foto before &after

Blush on dipakai tipis-tipis saja supaya tidak menor
Warna lipstiknya tidak seganas di kemasannya, ini perlu 3 layer supaya warnanya keluar

Bye semuanya!!

Rabu, 27 November 2013

Fanbo Pancake Gloria 5

Hai.. hai.. hai..
Kali ini saya mau mereview tentang bedak klasik dari brand lokal Indonesia, mari kita sambut.. Fanbo Pancake Gloria 5!!



Kemasan luarnya sungguh menarik hati saya, warna gold yang klasik. Ketika dibuka kardusnya, terlihat bentuk kemasan bedak yang bulat. Case-nya terbuat dari plastik tebal berwarna putih dengan ukiran oriental. Saya suka desain vintage kayak gini.




sumber : www.fanbo-cosmetics.com

Bedak ini unik dan antik menurut saya. Di web Fanbo disebutkan bahwa bedak ini mulai diproduksi pada tahun 1960-an, konsep kemasan & aromanya masih dipertahankan hingga sekarang. Begini katanya : 

"Belum banyak yang tahu jika produk Fanbo yang satu ini dibuat sejak tahun 1960-an dan menjadi produk tata rias andalan wanita pada saat itu dalam menyempurnakan penampilan wajah mereka.."

Sebagai penggemar kosmetik vintage, bedak ini segera jadi salah satu buruan saya. Mari kita bahas.
  • Harga : Rp 11.000 netto 22,5 g (murah banget yaa..)
  • Warna : sebenarnya ada 6 pilihan warna (peach, natural, chestnut, ochre, beige, dan kuning langsat), tapi saya hanya menemukan yang ochre. Agak terang untuk kulit saya sih, tapi biarin ah.. sudah terlanjur suka sama bedak ini sih hehehe
  • Tekstur : Bedak ini halus banget menurut saya, walaupun di pan-nya kelihatan keras (saya bilang keras karena bedak ini tidak mudah retak, padahal sudah sering jatuh), tidak powdery banget. Di kemasannya, bedak ini disebut sebagai perpaduan antara bedak & foundation (= two way cake), tapi teksturnya lebih ringan dari two way cake. Sedikit lebih berat dari compact powder. Bisa dibilang ini bedak setengah TWC, setengah compact powder. Cukup ringan untuk daily use *btw saya nggak pernah pakai foundation / BB cream sebelum pakai bedak ini, maksimal pelembab & sunblock*
  • Aroma : hmm, super strong.. wanginya lumayan bikin pusing untuk yang tidak terbiasa. Sebenarnya saya suka wangi kosmetik vintage, pasti akan lebih menyenangkan kalau wanginya nggak sekuat ini
  • Coverage : lumayan, bisa menutupi warna kulit yang tidak merata & kemerahan. Tapi jangan terlalu berharap untuk flek hitam, bekas jerawat, dan pori-pori yang menganga. Jika kulit sedang kering parah, bedak ini jadi jelek banget karena memperjelas kekeringan &tekstur kulit yang mengelupas
  • Finishing result : super matte, tanpa kilap sedikitpun. Saya suka banget..
  • Staying power : wow, tahan lama.. kurang lebih 8 di muka saya tanpa touch up, muka masih tetap matte. Saya cuma pakai pelembab (Home Snow Vanishing Cream) & sunblock (Parasol). Kulit saya tipe kering, jadi saya kurang tahu oil controlnya untuk kulit berminyak
  • Oxidize & cakey ? tidak oxidize di kulit saya, tapi agak cakey di bagian sekitar mata, apalagi di tempat bertenggernya kacamata
  • Puff : bedak ini dilengkapi dengan puff yang bahannya bulu (puff untuk compact powder), bukan spons untuk TWC. Puff-nya nggak enak untuk blending, bedak susah rata. Makanya saya ganti dengan spons TWC, jadi bedaknya lebih gampang di-blend
  • Kemasan : Case bedaknya kelihatan jadul & di bagian tutupnya agak tidak rapi (plastiknya tajam, hati-hati kalau membuka). Tutupnya rapat, aman pokoknya.. Cerminnya besar (diameter 6 cm) puas kalau ngaca & touch up
  • Ingredients : talc, titanium dioxide, zinc oxide, octyl palmitate, fragrance, methylparaben, propylparaben, iron oxide Cl : 77491, 77492, 77499
Nah, ini swatch di tangan saya. Kameranya pakai HP jadul, jika buram harap maklum..


Ini hasil pakai Fanbo Pancake Gloria 5 selama 8 jam. Saya pakai dari jam 9 pagi, fotonya diambil saat jam 5 sore. Maaf nggak ada foto yang jam 9 pagi, soalnya buru-buru mau ke kampus- nggak sempat foto-foto dulu.
Setelah 8 jam *fotonya nggak diedit lho*
Kulit muka masih matte, walaupun bedaknya sudah tidak rata disana-sini karena kena keringat

(+) staying power bagus
(+) matte result (mungkin nilai minus untuk kamu yang suka dewy look)
(+) tidak oxidize di kulit saya
(+) tidak menyebabkan breakout untuk saya
(+) kemasan vintage
(+) cerminnya besar, tutupnya rapat
(+) murah
(+) isinya banyak

(-) terlalu banyak parfumnya
(-) agak cakey (kalau saya di sekitar mata) 
(-) puff-nya nggak nyaman (mending nggak usah dikasih puff deh..)
(-) susah dicari, sering nggak lengkap warnanya

Rate : 7,5 / 10
Repurchase : yes (semoga ada warna yang cocok dengan saya)

Sampai jumpa lagi!

Back to 1960's? Ok!!



Sabtu, 23 November 2013

Viva Anti Wrinkle Cream & Viva Skin Food

Hello, random readers!

Perempuan Indonesia mana yang tidak tahu brand Viva? Brand ini sudah ada dari jaman dulu, tak heran harganya murah meriah. Tapi jangan salah.. biarpun murah, mutunya lumayan bagus.

Kali ini saya ingin mereview tentang skincare-nya, yaitu Viva Anti Wrinkle Cream & Viva Skin Food. Ini dia gambarnya
semuanya netto 22 gram, jar-nya mungil ya..

kalau kurang jelas gambarnya, saya ambilkan dari website Viva :

 

Oya, begini kata website Viva tentang deskripsi produk :

Viva Anti Wrinkle Cream 
Cream yang mengandung Ekstrak Walnut Seed untuk membantu mengurangi timbulnya kerutan, Vitamin E sebagai Antioksidan, serta Jojoba dan Olive Oil untuk menjaga kelembaban kulit.

Cara Pemakaian : Oleskan Viva Queen Anti Wrinkle Cream pada wajah terutama di area sekitar mata, bibir dan leher, gunakan setelah wajah dalam keadaan bersih.

Viva Skin Food Cream 
Cream yang memberikan nutrisi dan kelembaban kulit secara mendalam serta menjaga vitalitas kulit. Mengandung Vitamin A yang berperan dalam regenerasi sel kulit, Vitamin E sebagai Anti Oksidan dan menjaga elastisitas kulit, Vitamin F dan Cholesterin untuk mencegah kekeringan kulit. Pemakaian secara rutin membuat kulit tampak sehat dan lembut terawat.

Cara Pemalaian : Oleskan Viva Skin Food Cream secara merata pada kulit wajah, dan seluruh badan terutama bagian kulit yang kering dan kasar seperti tangan, siku, lutut dan tumit. Untuk hasil maksimal gunakan setiap hari sesudah mandi dan sebelum tidur.


Setelah dibuka, isinya seperti ini :

  1. Harga : Viva Anti Wrinkle Cream Rp 7.600, Viva Skin Food Cream Rp 5.500 (netto 22 gram)
  2. Tekstur : Viva Anti Wrinkle Cream berbentuk krim ringan, seperti lotion tapi lebih thick, saat dioleskan ke kulit lebih cepat meresap. Viva Skin Food berbentuk krim yang kekentalannya medium & lebih sulit meresap saat dioleskan
  3. Wangi : khas kosmetik Viva, yaitu wangi floral yang retro (= jadul) yang kata sebagian orang wanginya semerbak ala emak-emak. Menurut saya wanginya nggak terlalu semerbak, biasa aja. Yang Viva Skin Food ada aroma petrolatum (sedikit mirip aroma minyak tanah)
  4. Warna : Viva Anti Wrinkle warnanya nggak benar-benar putih (putih gading), kalau Viva Skin Food warnanya putih susu. Tapi keduanya tidak meninggalkan warna sama sekali saat dioles ke kulit
  5. Kemasan : simpel ala brand Viva (yang menurut sebagian besar orang kemasannya jelek. Saya sih suka-suka aja, karena tidak terlalu rame oleh tulisan & gambar). Terbuat dari plastik tebal yang rapuh, terutama bagian tutupnya yang mudah pecah. Namanya juga harga murah, kemasannya jangan mengharapkan yang wah.
  6. Ingredients
Viva Anti Wrinkle Cream 
aqua, propylene glycol, jojoba oil, walnut seed, polyacrylamide, C13-14 isoparaffin, laureth-7, mineral oil, olive oil, tocopheryl acetate (vitamin E), methylparaben, perfume, propylparaben, BHT

Yeah, memang ada bahan medium comedogenic seperti mineral oil & isoparaffin, dan bahan mild comedogenic seperti olive oil & jojoba oil. Bahan-bahan tersebut adalah emollient untuk melembabkan kulit, sangat baik untuk kulit kering. Ini kan anti wrinkle cream, jadi tujuannya memang untuk mengembalikan elastisitas kulit supaya kerutan memudar.  

Viva Skin Food Cream
aqua, mineral oil, petrolatum, glyceryl stearate SE, stearic acid, glycerin, cetearyl alcohol, ceteareth-33, beeswax, cetyl alcohol, cholesterol, perfume, methylparaben, glyceryl linoleate & glyceryl linolenate (vitamin F), propylparaben, BHT, tocopheryl acetate (vitamin E), retynyl palmitate (vitamin A)

Ada bahan comedogenic juga (mineral oil, petrolatum, cholesterol) yang sifatnya menyumbat pori. Makanya untuk yang punya kulit oily, biasanya akan semakin berminyak memakai krim ini. Yang tidak cocok biasanya juga breakout. Skincare Viva ada paraben sebagai pengawet yang mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Yang paranoid terhadap paraben ya jangan pakai dong, hehehe... Paraben memang punya reputasi buruk karena sering dituding sebagai pemicu kenaikan aktivitas  hormon estrogen & penyebab kanker (antara lain kanker payudara), tapi sudah banyak hasil pernelitian di beberapa jurnal ilmiah yang menyatakan bahwa paraben TIDAK menyebabkan kanker.

Oh, ternyata Viva Skin Food mengandung beeswax. Ini bagus sekali karena beeswax punya sifat antibakteri & anti peradangan, selain berfungsi menjaga kelembaban & elastisitas kulit. 

Bagaimana saya menggunakan produk ini?

Yang pernah/sering baca blog saya mungkin masih ingat, kulit saya tipe yang cenderung kering. Kadang-kadang keringnya keterlaluan, terutama di sekitar hidung, sudut bibir, pipi. Viva Skin Food sangat membantu untuk melembabkan daerah-daerah tersebut. Saya nggak pakai untuk sikut, lutut, tumit soalnya sayang *hihi..pelit*, untuk selain muka kan bisa pakai baby oil aja. 

Viva Skin Food juga sering saya oleskan di sekitar daerah yang ada luka kecil, karena mengandung beeswax yang sifatnya antibakteri. Pengalaman saya memakai produk yang ada beeswax-nya (seperti Viva Skin Food & Kelly Pearl Cream, luka saya jadi cepat kering). 

Umur saya belum ada 25 lho, tapi udah pakai anti wrinkle cream. Saya beli ini untuk merawat daerah bawah mata yang ada garis-garis halusnya, karena saya pemakai kacamata. Teman saya yang berkacamata bilang, orang yang pakai kacamata biasanya ada garis-garis kerutan di sekitar mata meskipun masih muda. Eh benar juga kata dia. Makanya saya beli Viva Anti Wrinkle Cream yang murah meriah (karena saya nggak ada budget untuk beli yang mahal-mahal). Lumayan, garis kerut bisa agak memudar pakai Viva Anti Wrinkle ini.

Kelihatan nggak garis kerutnya? Harap maklum, pakai kamera HP jadul.
Ini sudah agak memudar berkat pakai Viva Anti Wrinkle selama 1 bulan
*maaf nggak ada foto BEFORE-nya*

(+) Murah
(+) Sangat manjur di kulit saya (Viva Skin Food bisa melembabkan kulit super kering, Viva Anti Wrinkle bisa mengurangi kerut halus di bawah mata) 
(+) Tidak menyebabkan breakout di kulit saya
(+) Tersedia di mana-mana

(-) Greasy & agak sulit meresap (terutama Viva Skin Food)
(-) Mengandung bahan comedogenic & paraben yang mungkin nggak cocok di sebagian orang (untuk saya sih cocok-cocok aja)
(-) Yang Viva Skin Food aromanya sedikit aneh (aroma petrolatum yang bertabrakan dengan parfum)
(-) Kemasan rapuh alias fragile *jangan dibanting*

Repurchase ? Yes

Adakah di antara kalian yang pakai produk ini? Yang namanya kosmetik memang cocok-cocokan, efeknya nggak sama di semua orang.

Oke.. salam cantik & sehat selalu!

All women are





Selasa, 19 November 2013

Purbasari Lipstick Color Matte

Hi, girls!


Baru-baru ini saya beli lipstik matte dari brand Purbasari. Ya, Purbasari yang terkenal dengan lulur mandi yang ada gambar putri taja itu.. Mungkin banyak yang belum tahu kalau Purbasari juga memproduksi makeup. Di kota saya, makeup dari brand Purbasari itu sangat jarang ditemukan. Lipstik ini saya temukan karena mujur. Mujurnya lagi, jenis & warnanya sesuai keinginan saya (lipstik matte warna berry) dan tinggal 1 biji doang di tokonya. Nggak hanya saya lho yang bilang lipstik ini langka.

Nama lengkap lipstik yang saya beli adalah Purbasari Lipstick Color Matte No. 87 (Zamrud). Harganya Rp 24.800 (netto 4 g) Nah, seperti ini penampilan lipstiknya :



menurut web-nya seperti ini :
sumber : www.purbasari.com

Di kemasannya tertulis :
  • tahan lama dan tidak mengkilap
  • terasa ringan pada bibir anda
  • melembabkan bibir
  • warna tidak pudar penampilan anda akan tetap segar
Ingredients : avocado oil, BHT, caprilic/capric triglyceride, carnauba, castor oil, cetyl alcohol, cutina LM, dimethicone, eutanol G (alias octyldodecanol), flavour, isopropyl myristate, lip mat, microcrystalline wax, mica, propylparaben, squalane, sunflower oil, vitamin E, titanium dioxide, white oil, may contain Cl 77491, 77492, 77019, 15850:1, 19140:1, 42090:2, 45410:2

Kita bahas aja yuk..

Kemasan : kemasan box memanjang yang langsing & simpel tapi tidak terlihat seperti lipstik murahan, dari plastik ringan warna hitam, bagian dalamnya logam ringan warna emas. Sepertinya agak rapuh

Harga : terjangkau, saya beli cuma Rp 24.800 isi 4 g, lumayan banyak

Tekstur : keras, seperti kapur tulis. Walaupun di ingredients tertulis mengandung banyak minyak sebagai pelembab, lipstik ini tidak terasa lembab sama sekali. Saat dioleskan ke bibir agak susah, tidak langsung meluncur dengan lancar, tetapi buildable alias tidak menggumpal jika dioleskan berkali-kali *tapi buat apa dioles berulang kali, 1 kali saja udah keluar kok warnanya*. Lipstik ini juga ringan, berasa pakai lip tint, tidak terasa tebal seperti pakai lipstik

Aroma & Rasa : tidak ada aromanya & rasanya (mudah-mudahan lidah saya masih berfungsi dengan baik, soalnya ada juga yang bilang lipstik ini agak terasa pahit jika terjilat)

Pigmentasi : wow, saya suka banget.. benar-benar pigmented, coverage-nya oke! 

Finishing : deadly matte, tanpa kilap sama sekali. Namun lipstik ini mengandung sedikit shimmer. Lucu kan, lipstik matte ada shimmer-nya..

Mengeringkan? pastinya iya, terutama untuk bibir yang memang gampang kering. Bibir saya memang kelihatan garis-garis halusnya, tapi tidak kekeringan & tidak gampang mengelupas, jadinya tidak masalah saat pakai lipstik ini

Staying power : luar biasa! Tahan lama banget, bahkan warnanya tetap awet setelah saya pakai makan & minum.Padahal saya pakai cuma 1 layer saja & tidak di-blot dengan tissue. Saya cek dengan minum air putih hangat ya, beginilah hasilnya di gelasnya:
nggak nempel di gelas! hore!!

Oya, dari ingredientsnya
  • mengandung sunscreen (titanium dioxide). Oke!
  • mengandung pelembab (avocado oil, castor oil, sunflower oil, white oil, squalane, vitamin E). Tapi kok tetap kering ya? Hmm.. mungkin karena mengandung dimethicone dan lip mat
  • mengandung cutina LM (campuran antara polyglyceryl-2 dipolyhydroxystearate, octyldodecanol, carnauba wax, candelilla wax, beeswax, cetearyl glucoside, cetearyl alcohol). Itu yang membuat lipstik menjadi padat
  • ada ingredients bernama "lip mat" yang sudah saya search di google  dan tanya sana-sini nggak ketemu apa penyusunnya. Jadi agak gimana gitu kalo membaca ada unknown ingredients di produk kosmetik.

(+) pigmented
(+) warna tahan lama, tidak meninggalkan noda jika kontak dengan objek lain
(+) ringan di bibir (bibir tidak terasa tebal seperti kalau pakai lipstik)
(+) harga terjangkau

(-) susah dioles (seret)
(-) mengeringkan bibir (apalagi untuk yang bibirnya rawan pecah-pecah, bahaya deh pakai ini)
(-) susah diperoleh, tidak tersedia di semua toko kosmetik & swalayan 
(-) saya penasaran lip mat di ingredientsnya itu apa sih penyusunnya?

Rate : 7/10
Repurchase? Yes *kalau beruntung bisa menemukan lipstik langka ini*

Oh, saya mau pasang foto saya saat pakai lipstik ini. Maksudnya mau numpang narsis aja hehehe...
cuma pakai :
 bedak Fanbo Gloria 5, eyebrow Fanbo (black),
lipstik Purbasari color matte no. 87 (zamrud)
belum sempat pakai yang lain-lain :D

Udah dulu ya.. Makasih! 

Minggu, 17 November 2013

What's in My Makeup Kit

Hai, pembaca!
Kali ini saya ingin menunjukkan barang-barang yang ada di dalam makeup kit saya. Semuanya nggak ada yang mahal. Ini dia...

Eye Makeup & Tools



  1. Davis Eye-44 Double Colour (in black & copper brown): ini adalah eyeliner pencil yang bisa dipakai sebagai eyeshadow. Tekstur pensilnya sangat empuk, warnanya intense, hanya butuh 1 kali apply sudah langsung terlihat warnanya. Waterproof, tapi tidak smudgeproof. Batang kayu pensilnya terlalu bulky menurut saya, untungnya mudah diserut. Harganya Rp 7 ribuan.
  2. Fanbo Fantastic Eyebrow Pencil (in black) : pensil alis murah meriah andalan saya. Tutupnya saya ganti dengan tutup pensil alis punya ibu saya, soalnya tutup bawaan Fanbo gampang pecah. Harganya Rp 11ribuan. Sudah pernah saya review di sini
  3. Pensil Alis Viva (coklat) : harganya juga murah, Rp 17ribuan. Pensilnya lebih empuk dari Fanbo, warnanya juga pigmented, jadi harus diarsir tipis-tipis saja supaya nggak terlihat palsu. Jarang saya pakai, karena warna coklatnya kemerahan, kelihatan nggak matching dengan rambut saya yang coklat gelap
  4. Kluge Transparant Mascara : maskara transparan yang saya pakai tiap hari untuk dandan cepat. Harga Rp 39.900, belinya di member Sophie Martin. Sudah pernah saya review di sini
  5. Pixy Colors of Delight Mascara (in black) : maskara hitam seharga Rp30ribuan. Saya suka maskara ini karena aplikatornya langsing & panjang, bisa menjangkau bulu mata di sudut. Efeknya membuat bulu mata lebih lentik, panjang & sedikit tebal tetapi efek tebalnya tidak voluminous alias tidak tebal-tebal amat.
  6. Face on Face eyeshadow : hanya ada 2 varian, yaitu Natural Glow (6a) dan Blooming Rose (6b). Warnanya natural untuk sehari-hari, ada shimmer tapi sedikit. Tidak terlalu powdery, dan cukup pigmented tanpa eyeshadow base meskipun warnanya tidak awet (3 jam saja sudah pudar). Aplikatornya lumayan, cukup nyaman dipakai. Harganya Rp 30ribuan waktu saya beli.
  7. Viva Duo Eyeshadow no. 09 : harganya Rp 12.800. Waktu baru dibeli, warnanya susah amat keluar - eh ternyata harus dikerok dulu lapisan atasnya, baru warnanya bisa muncul. Eyeshadow ini powdery banget, sampai masuk mata. Yang hijau ada shimmer-nya, tapi tidak berlebihan. Aplikatornya nggak enak. 
  8. Pixy Colors of Delight Eyeshadow (sorrel brown 02) : saya suka sekali warnanya, benar-benar pigmented & tahan seharian walaupun tanpa eyeshadow base. Warna coklat tua-nya matte, sedangkan yang pinky peach agak pearly karena punya shimmer halus. Harga Rp 25ribu. Aplikator nggak bagus, kemasan rapuh & mudah lepas bautnya.
  9. Mustika Puteri Peachberry Eyeshadow + Lipstick : harga Rp 60ribuan, terdiri dari 5 warna eyeshadow + 3 warna lipstik. Pernah saya review di sini
  10. Eyelash curler : sebenarnya sangat jarang saya pakai. Terlalu sering menjepit bulu mata itu tidak baik, karena bulu mata akan mudah rontok. Biasanya saya langsung pakai maskara saja, tanpa acara menjepit bulu mata
  11. Eyebrow brush : andalan saya untuk menggambar alis yang alami, saya pakai setelah aplikasi eyebrow pencil
Lip Products


eh, ada satu yang ketinggalan..mustika puteri kan juga ada lipstiknya

  1. Wardah Long Lasting Lipstick (red velvet) : harga Rp 43.000. Lipstik matte yang ditakuti oleh wanita-wanita dengan bibir kering. Hasilnya dead matte, dan benar-benar tahan lama - hanya akan hilang dengan lip makeup remover
  2. La Tulipe Matt Lipstick (calliandra) : harga Rp 41.000. Termasuk lipstik matte juga, tetapi hasilnya tidak deadly matte seperti Wardah Long Lasting. Tahan lama juga. 
  3. Trisia moisture lipstick (cherry red) : harga Rp39ribuan (eh, saya lupa). Lipstik satin yang melembabkan bibir. Teksturnya nyaman sekali. Ketiga lipstik tadi sudah saya review di post sebelumnya, klik saja di sini
  4. Wardah Wondershine (03. Soft Pink) : harga Rp 32.000. Saya suka lipgloss ini karena melembabkan bibir, tidak lengket, dan shimmernya tidak berlebihan. Wanginya vanilla yang lembut. Biasanya saya pakai di atas lipstik matte untuk membuat tampilan glossy. Kalau dipakai sendiri hasilnya alami, MLBB (my lips but better), tapi langsung hilang saat minum.
  5. Lip Ice Apricot Peach : harga Rp 17.000. Lipbalm transparan dengan sensasi mint & wangi apricot peach, saya suka sekali aromanya. Biasanya saya pakai sebelum lipstik, terutama di siang hari karena mengandung sunscreen (SPF 15). Bisa melembabkan bibir saya, tapi banyak orang yang bibirnya super kering tidak mempan pakai lipbalm ini
  6. Lip Ice Sheer Color (orange) : harga Rp 23.000. Sekarang agak jarang saya pakai, karena lebih mantap pakai lipstik. Lip Ice ini super sheer & mudah hilang warnanya. Di beberapa orang bisa bikin bibir tambah pucat / hitam & makin kering / mengelupas, tapi di bibir saya tidak masalah. 
  7. Oriflame Tendercare (vanilla) : harganya lupa, pokoknya nggak sampai Rp 30.000 karena dibeli saat diskon. Ini lip balm paling ampuh untuk mengatasi bibir kering & mengelupas. Saya selalu pakai ini meskipun tidak sedang bepergian, sebelum tidur wajib pakai ini untuk menjaga kelembaban bibir. Wanginya enak, seperti es krim vanilla.
  8. Mustika Puteri Peachberry Eyeshadow & Lipstick : wanginya yummy seperti peach + berry, warna lipstiknya sheer & ada shimmernya sedikit, sangat melembabkan, tapi gampang hilang warnanya. Saya nggak suka lipstik yang warnanya nggak awet, makanya saya suka lipstik matte. Oh, itu yang warna pale pink (pan ke-2 dari kanan) sudah saya buang, saya ganti pakai Trisia Cherry Red. Saya buang karena warnanya super pucat untuk saya.
Lalu bagaimana cara saya memasukkan Trisia ke dalam situ? Gampang lah, potong sedikit lipstik yang diinginkan, letakkan di sendok makan, lalu panaskan dengan api lilin, ketika mencair langsung masukkan ke pan pallete-nya, biarkan dingin & beku sendiri. 

Sebelumnya saya pernah memposting lipstik & lipgloss yang saya punya di sini, ada Caring Colours, Sariayu Lipstik Imut, Wardah Exclusive. Sekarang semuanya sudah tidak ada lagi. Caring Colours-nya sudah habis, Sariayu mencair dengan naas  di dalam tas saya, Wardahnya sudah habis juga. Lipstik saya memang cepat habis karena saya suka makan lipstik *tapi bo'ong*. Itu karena saya selalu pakai berlayer-layer, setelah 1 layer diblot pakai tissue, pakai lagi, gitu terus sampai 3x. Tujuannya ya biar awet & vibrant warnanya. Tapi ya itu, borosss....

Face Makeup


  1. Fanbo Gloria 5 : punya saya yang shade no.4 (Ochre). Ini adalah bedak yang sangat menarik perhatian saya karena kemasannya vintage. Ternyata wanginya juga vintage & super strong (pasti agak mengganggu untuk kamu yang punya hidung sensitif). Harganya Rp 11.000. Jangan sepelekan harganya yang murah, bedak ini punya kualitas yang bagus lho. Disebutkan di kemasan, bedak ini sudah mengandung foundation (= two way cake) tapi teksturnya tidak berat seperti TWC, pokoknya antara TWC & compact powder. Coverage-nya oke. Hasilnya matte & sangat awet (saya cuma pakai pelembab Home Snow Vanishing Cream dan sunblock Parasol sebelum pakai bedak). Dan jangan khawatir, ini bukan bedak abal-abal. Sudah terdaftar di BPOM, harganya murah karena memang sudah ada dari jaman dulu. Hmm.. kapan-kapan saya mau bikin review tentang bedak ini.
  2. Marcks Beauty Powder (creme) : loose powder yang pasti semuanya sudah tahu, bahkan banyak di antara kalian yang sudah pakai bedak ini sejak masih kecil. Bedak ini sangat ringan, dikabarkan oil control-nya bagus (saya tidak tahu, kulit saya tipe kering) tapi yang pasti tidak membuat kulit saya tidak makin kering. Wanginya lembut. Mungkin terlalu putih untuk kulit Indonesia (walaupun ada 3 shade : white, creme, rose). Ini bedak yang aman untuk semua jenis kulit, bahkan untuk anak-anak. Harganya masih Rp 8.000 di kios dekat rumah saya
  3. Face On Face Blush On (natural glow) : Blush on ringan andalan saya sehari-hari, warnanya agak peach & tanpa shimmer. Hasilnya alami banget, cukup awet di pipi saya (tahan sampai 5 jam). Harganya Rp 27.500 waktu saya beli. Saya penasaran ingin coba yang Blooming Rose (yang pink), mudah-mudahan cocok untuk skin tone saya.
Saya sudah tidak pernah pakai BB cream, foundation & tinted moisturizer lagi. Akhirnya bisa bebas dari 3 benda tersebut, hihihi.. Hasilnya, kulit saya sekarang lebih sehat dibandingkan dulu. Dulu saya punya BB cream Caring Colours & Maybelline, foundation Sariayu, tinted moisturizer dari Mustika Puteri & Oriflame, tinted sunblock dari Acnes. Rupanya kulit saya terbebani dengan produk-produk itu, jadinya malah sering kusam & keringnya keterlaluan. Sekarang alas bedak saya sehari-hari hanyalah Home Snow Vanishing Cream dan sunblock Parasol. Kapan-kapan saya pingin lagi, 1 aja BB cream cuma untuk acara-acara penting.

Sampai jumpa lagi! Stay beautiful!







Senin, 11 November 2013

Red Lipsticks : Wardah Long Lasting, Trisia Moisture Lipstick, La Tulipe Matt


Halo cantik!
Bicara tentang lipstik, saya paling suka lipstik yang warnanya merah -- biarpun warna nude sedang nge-trend di mana-mana. 

Kenapa saya suka lipstik merah? 

  • Yang pertama, karena sesuai dengan kepribadian saya tentunya (berani, nekat, dan sadis! haha..)
  • Yang kedua, karena red lipstick bisa dijadikan nude lipstick. Serba guna & hemat kan? Caranya tinggal diaplikasikan tipis-tipis, lalu tambahkan lip gloss (untuk tampilan glossy) atau tanpa lip gloss jika mau yang matte. Syaratnya, lipstiknya harus buildable, nggak mudah menggumpal sehingga kelihatan alami jika dipakai tipis-tipis. Setiap hari saya ke kampus dengan nude lipstick dari lipstik merah lhoo... Kalau mau lipstik nude yang pink, saya pakai red lipstick yang cherry red (saya punya dari brand Trisia). Kalau mau yang agak oranye, pilih red lipstick yang ada hint oranye-nya (misalkan punya saya yang La Tulipe Calliandra)
Kali ini saya mau mereview & membandingkan 3 red lipstick andalan saya : Wardah Long Lasting no. 08 (Red Velvet), Trisia Moisture Lipstick no.35 (Cherry Red), La Tulipe Matt Lipstick no.204 (Calliandra). Seperti ini penampakannya :



1. Wardah Long Lasting (Red Velvet)
2. Trisia (Cherry Red)
3. La Tulipe Matt (Calliandra)

Kalau dari web, bentuknya begini :
PERBANDINGAN

Ekonomis?

Ya, karena semuanya produk lokal Indonesia.
  • Wardah Long Lasting : Rp 43.000 (netto 2,5 g) - isinya sedikit banget
  • Trisia Moisture Lipstick : Rp 39.000 (netto 4 g) - lumayan banyak
  • La Tulipe Matt : Rp 41.000 (netto 3,5 g)
Packaging ?

Semuanya punya packaging yang tidak bisa dibilang abal-abal. Kuat & bagus, tapi punya Wardah memang yang paling tipis & ringan (=yang paling rapuh). Dari warna & bahan, saya suka Wardah & La Tulipe yang silver & dari logam, kesannya mewah & elegan. Trisia bagian dalamnya juga logam (yang warnanya kuning gold), tapi di luarnya plastik tebal biru donker yang kurang saya suka.

Warna?
  • Wardah Long Lasting : Punya saya yang red velvet. Warnanya pure red yang tidak terlalu terang / gelap
  • Trisia Moisture Lipstick : Cherry red punya saya berwarna merah tua, jika dipakai tipis-tipis akan menghasilkan warna pink. Foto di bawah ini tidak kelihatan merah tua, karena lipstiknya sedikit glossy & memantulkan cahaya
  • La Tulipe Matt : Yang calliandra berwarna merah dengan hint oranye alias merah bata
Tekstur?
  • Wardah Long Lasting : Matte. Menghasilkan polesan lipstik yang deadly matte, benar-benar tanpa kilap. Yang punya bibir kering & bermasalah pastinya nggak akan bagus memakai lipstik ini. Bibir saya banyak garis halusnya, tapi tidak kering & jarang mengelupas (karena saya rajin minum air putih + pakai lipbalm), jadi lipstik ini aman-aman saja untuk saya.
  • Trisia Moisture Lipstick : Semi matte / satin. Nyaman sekali saat dioleskan.
  • La Tulipe Matt : Matte, namun di bibir saya masih nampak ada sedikit kilap
Wangi ?
  • Wardah Long Lasting : samar-samar wangi vanilla, sama sekali tidak mengganggu
  • Trisia Moisture Lipstick : tidak ada wanginya sama sekali, saya suka
  • La Tulipe Matt : ada wanginya, mirip bunga (?) Wanginya kalem, tapi menurut saya aneh aja lipstik kok wangi bunga
Apakah menggumpal?
  • Wardah Long Lasting : sama sekali tidak (di bibir saya), lipstik ini buildable sehingga berapa kalipun dioleskan tidak menggumpal bagi saya. 
  • Trisia Moisture Lipstick : sama sekali tidak. Lipstik ini meluncur mulus saat pertama dioleskan & tetap lancar setelah beberapa layer
  • La Tulipe Matt : sedikit menggumpal. Hmm.. bagaimana untuk yang punya bibir kering ya?
Mengeringkan bibir?
  • Wardah Long Lasting : kan jenisnya matte, ya pasti nggak lembab dong.. tapi tidak membuat bibir saya kekeringan
  • Trisia Moisture Lipstick : tidak menyebabkan bibir kering, justru tetap lembab
  • La Tulipe Matt :  agak menyebabkan bibir kering, tapi masih bisa ditolerir (untuk saya, keringnya level ringan)
Apakah tahan lama & meninggalkan bekas?
  • Wardah Long Lasting : ya, tahan 8 jam di bibir saya dengan makan & minum tanpa touch up jika dipakai dengan cara : dioles 1 x, lalu blot dengan tissue, oles lagi, blot lagi, lalu oles lagi). Jika dipakai hanya 1 layer, tahan seharian full tanpa makan & minum
  • Trisia Moisture Lipstick : ya, sampai 7 jam (plus makan & minum, warna masih ada tapi kilapnya hilang) jika menggunakan trik blotting dengan tissue. Jika tidak di-blot ya nggak akan tahan lama
  • La Tulipe Matt : ya, hampir sama dengan Wardah Long Lasting
Untuk tes apakah meninggalkan bekas atau tidak, saya coba di gelas berisi air. Airnya saya minum untuk membuktikan ketahanan lipstik-lipstik ini. Ini gambarnya :


Sebelum minum, ini hanya 1 layer. Kelihatan vibrant warnanya


minum air putih hangat


bekasnya di gelas 


sesudah minum
lipstik masih tetap menempel walaupun warnanya tidak secerah sebelum minum

Keterangan :
1. Wardah Long Lasting (Red Velvet)
2. Trisia (Cherry Red)
3. La Tulipe Matt (Calliandra)

Pemenangnya, menurut saya...

Wardah Long Lasting! Bener-bener tangguh warnanya, long lasting & nyaman di bibir untuk golongan lipstik matte. Trisia sebenarnya bagus & nyaman banget di bibir, tapi sayang masih meninggalkan bekas di gelas & saya kurang suka packagingnya. La Tulipe saya kurang suka dari segi tekstur & wangi, tapi warnanya bagus-bagus.

Repurchase? Yes

Bye bye semuanya! *kiss*

Sabtu, 09 November 2013

Agar Rambut Cepat Panjang - Review Makarizo Hair Energy Royal Jelly

Hai semuanya!

Apakah kamu salah satu orang yang ingin rambut cepat panjang? Agar rambut cepat panjang, pastikan rambut harus :
1. punya akar yang kuat --> nggak mungkin rambut tumbuh cepat jika akarnya tidak kuat &gampang rontok
2. tidak rapuh --> rambut yang gampang patah & kering pasti lama tumbuhnya
3. terjaga kelembabannya --> bisa dilihat dari rambut yang berkilau & nggak mudah kusut, artinya rambut cukup nutrien

Salah satu usaha saya untuk mempercepat panjangnya rambut adalah dengan creambath. Saya nggak suka creambath di salon karena saya ini orangnya kere & pelit (makanya belanjaan saya untuk grooming haruslah produk-produk yang affordable). Saya lebih suka creambath sendiri di rumah, tapi saya nggak punya steamer & nggak suka repot pakai handuk panas.. karena itu saya pilih creambath instan seperti Makarizo Hair Energy ini. Saya sering pakai yang varian royal jelly, karena paling suka dengan wanginya meskipun rambut saya sebenarnya tidak terlalu bermasalah. Varian royal jelly ini untuk damaged hair.


 

Makarizo Hair Energy - Anti Aging Creambath diklaim bisa mengatasi tanda penuaan pada rambut, yang meliputi gejala rambut makin tipis, tidak bercahaya, lepek, sulit diatur.


Caranya dipakai setelah keramas, dioles ke seluruh batang rambut & pijat selama 5 menit, lalu bilas. Nggak perlu handuk panas atau steamer, mudah kan.. Sebaiknya dipakai 2 kali seminggu (saya selalu ikuti prosedur ini dengan seksama)



  • Harga : Rp 4.700 (30 gram), Rp 10.300 (60 gram)
  • Tekstur : krim yang tidak terlalu padat, mudah dioleskan ke batang rambut
  • Wangi : normal, tidak terlalu menyengat. Saya suka wanginya, manis seperti madu
  • Warna : mencolok, warnanya sangat oranye
  • Setelah dibilas : tidak meninggalkan rasa licin, setelah kering rambut tidak lepek &wanginya awet seharian
  • Keunggulan bahan : mengandung keratin (protein bahan baku rambut), asam-asam amino esensial (arginine, glycine, alanine, serine, valine, proline, threonine, isoleucine, histidine, phenylalanine, glutamic acid) yang penting untuk pertumbuhan & kekuatan rambut, royal jelly & collagen yang menjaga kelembaban, panthenol yang menutrisi akar rambut

Ingredients : deionized water, hydrolyzed keratin, cetearyl alcohol, royal jelly, ceteareth-12, PEG-12, dimethicone, glycerine, hydrolyzed collagen, ceteareth-20, DL-ethyl panthenol, sodium PCA, perfume, sodium lactate, mannitol, arginine, aspartic acid, PCA, propylene glycol, glycine, alanine, serine, valine, Cl 15985, Pterocarpus marsupium bark extract (ekstrak kulit kayu angsana), disodium succinate, proline, threonine, isoleucine, 5-bromo-5 nitro-1,3 dioxane, histidine, phenylalanine, Cl 16255, glutamic acid, Cl 12490 

Ini hasilnya di rambut saya, menurut kalian rambut saya cepat panjang atau tidak?


Saya sebenarnya suka sekali rambut pendek seperti yang di foto bulan Maret, karena praktis, rambut terasa ringan, kepala & leher jadi adem.. tapi lama-lama saya penasaran juga gimana rasanya punya rambut panjang. Berhubung rambut saya (dulu) mudah rontok & patah, saya pakai shampoo+conditioner yang anti rontok dong (pantene anti hair fall), vitamin tidak pernah (cukup creambath pakai makarizo hair energy ini aja 2 kali seminggu).

(+) praktis, tidak perlu steamer/handuk panas, proses creambath cuma perlu 5 menit (tidak perlu menunggu lama)
(+) wanginya tahan lama
(+) efek langsung terasa (rambut jadi lembut, mudah diatur seketika)
(+) menguatkan & mempercepat pertumbuhan rambut
(+) harganya terjangkau

(-) tidak ada kekeurangannya menurut saya. hmm.. mungkin hanya karena tidak tersedia kemasan jar di supermarket (di kota saya). kalau mau beli yang kemasan jar harus ke toko yang jual perlengkapan salon

Rate : 9.5 / 10
Repurchase ? yes
love your hair, girls!