Sabtu, 17 Mei 2014

DIY Saccharomyces Ferment Filtrate Toner

Hello, skincare addicts!


Siapapun pasti udah pernah mendengar tentang SK II, brand skincare bergengsi dengan bahan aktif pitera (Saccharomycopsis ferment filtrate). Saya yakin teman-teman sudah pernah membaca reviewnya, atau bahkan sudah pernah menggunakannya.

Kenapa pitera sangat spesial? Itu kan cuma hasil fermentasi ragi?? Eh jangan salah, hasil fermentasi ragi Saccharomyces punya banyak manfaat bagi kulit karena sifatnya yang skin-identical. Artinya, strukturnya sudah sesuai bagi kulit, bisa memperbaiki masalah kulit tanpa menimbulkan efek samping. Kok bisa begitu? Cara kerjanya sudah saya bahas di post ini. Manfaatnya -- seperti yang sudah kita lihat di berbagai review, bisa mencerahkan kulit, mengurangi tanda penuaan, menghilangkan bekas jerawat, memperkecil pori, menghaluskan kulit, membuat kulit lembab dan kenyal, mengurangi sebum dsb.

Manfaatnya bikin mupeng, setuju?

Saya seumur-umur belum pernah mencoba SK II, terbentur masalah duit hihihi... Tapi saya mengakui SK II hebat, saya sudah lihat hasilnya di wajah teman. Beliau ini teman sekelas saya, wanita berumur 30an yang sudah bekerja & berkeluarga. Saya perhatikan kulitnya makin kinclong dan cerah aja akhir-akhir ini, plus kerut dan flek hitamnya kabur entah kemana.. ajaib!

Saya bener-bener penasaran sama pitera, sudah browsing sana-sini produk apa yang mengandung itu dengan harga terjangkau. Katanya yang harganya lebih murah daripada SK II adalah Secret Key, udah sering direview para blogger Indonesia. Tapi menurut saya harganya masih kemahalan untuk saya hahaha... *jadi orang kok bokek terus*

Kebetulan banget, saya nemu website yang menunjukkan cara membuat toner dari sake. Fermentasinya 3 hari & ditambah asam -- sebenernya udah jadi sake siap minum, tapi dialihfungsikan menjadi toner.

Dalam hati saya membatin, wah.. kalo fermentasinya 3 hari alkoholnya lumayan banget buat bikin muka saya iritasi. Berhubung saya ini orangnya kreatif (kere & aktif), saya putuskan untuk memodifikasi metode fermentasi ini. 

Saya berhasil membuat toner ini 3 hari yang lalu. Sengaja saya buat sedikit (cukup untuk 2 - 3 hari), soalnya nggak pakai pengawet -- takut rusak jika disimpan terlalu lama. Saya suka banget hasilnya, ada peningkatan sedikit di kulit saya meskipun baru 3 hari dipakai. Sekarang saya mau membagi resepnya untuk para pembaca, siapa tau ada yang kepingin bikin. 

Mari kita sambut.. DIY (do-it-yourself) Saccharomyces Ferment Filtrate Toner! Panjang amat namanya ya.. boleh deh disebut pitera KW atau pitera-piteraan hehehe...



Cara bikinnya? Mudah sekali! 

1. Siapkan 3 bahan utama : 
  • ragi roti (merek Fermipan)
  • nasi putih 2 sendok makan
  • air setengah gelas
Disarankan nasinya adalah nasi yang baru matang, bukan nasi yang sudah menginap di magic com. Percobaan pertama saya pakai nasi yang udah nginep di magic com 1 hari, hasilnya bau tonernya amit-amit. Hari ini saya mencoba memakai nasi yang baru matang, hasil fermentasinya tetap bau kecut tapi nggak separah yang kemarin hehehe...


Nasinya didinginkan dulu, jangan panas-panas karena nanti raginya mati & tidak bisa melakukan fermentasi. Airnya pun jangan air yang terlalu dingin atau panas. Harus sekitar 25 - 30 derajat celsius (kurang lebih sama dengan suhu ruang).

Untuk melakukan fermentasi disarankan pakai wadah kaca, misalnya gelas/toples kaca (syukur-syukur kalo kalian punya erlenmeyer atau tabung fermentasi, hehe). Pokoknya jangan yang dari plastik ya.. 

Semua peralatan harus steril. Nggak cuma dicuci dengan sabun, tapi juga direndam dalam air panas supaya tidak ada bakteri yang mengganggu aktivitas ragi saat fermentasi. 

2. Masukkan nasinya ke air


3. Masukkan 1 sendok teh ragi


4. Aduk sampai rata


5. Tutup rapat mulut gelas dengan plastik yang diikat karet atau aluminium foil. Pastikan tidak ada udara masuk.


6. Biarkan mengalami fermentasi selama 3 jam. Selama fermentasi akan terbentuk gelembung-gelembung udara kecil yang naik ke permukaan cairan, seperti gelembung minuman soda. Itu adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari fermentasi. Perubahan lainnya yaitu nasi menjadi hancur dan kental seperti gel. Kalo nggak ada gelembung dan nasi nggak hancur, berarti fermentasi gagal. Penyebab fermentasi gagal bisa karena kurang rapat ditutupnya atau karena raginya memang sudah mati.

Setelah 3 jam fermentasi
Gelembungnya super kecil, di foto nggak kelihatan

7. Setelah itu siapkan gelas bersih lainnya untuk tempat filtrat (hasil saringan). Saring hasil fermentasi dengan menggunakan kain bersih yang pori-porinya halus, jangan saringan teh ya.. Paling baik ya pakai kertas saring Whatman seperti yang biasa dipakai di lab. Saya juga nggak punya kertas saring itu, masak harus nyolong di lab kampus? Hehehe.. seadanya aja, pakai kain pun nggak apa-apa.

Bagian yang paling nggak asyik adalah menyaring, karena rawan tumpah dan merembes di kainnya
Harusnya memang pakai kertas saring

8. Masukkan di botol kaca / toples / terserah.. yang penting dari kaca. 


Langsung masukkan ke kulkas, ini penting. Jika ditaruh di suhu yang dingin, fermentasi akan berhenti sehingga alkohol yang diproduksi nggak kebanyakan. Selain itu juga akan memperpanjang masa simpannya.

Toner ini masih oke dipakai selama 3 hari. Alkohol yang diproduksi dalam proses fermentasi menjadi pengawet alami. Sebenarnya jika ditambah air jeruk nipis bisa memperpanjang masa simpannya (asam kuat bersifat sebagai antibakteri). Tapi kulit saya nggak kuat dikasih yang asam-asam. Jika kulit kamu tahan, boleh diberi air jeruk nipis sedikit sebelum memasukkan raginya -- resep aslinya begitu sih.

Oya, cara pakainya biasa aja kayak pakai toner pada umumnya. Mungkin ada yang suka menuangkan di tangan lalu ditepuk-tepuk ke wajah. Kalo saya lebih suka pakai kapas, lebih nyaman aja rasanya. Biasanya orang kalo pakai toner mahal nggak akan menuangnya di kapas -- karena boros. Karena ini buatan sendiri, saya nggak akan pelit-pelit, hehehe...



Pakai kapas boleh

Dituang ke tangan, lalu ditepuk-tepuk ke wajah juga boleh

Toner ini cair banget seperti air (ya memang air). Setelah diaplikasikan ke wajah, pertama rasanya lengket. Kalo udah meresap, kulit terasa lembab dan kenyal. Sama sekali nggak lengket, tapi jadi smooth saat disentuh. Persis seperti efek lotionnya Hada Labo. 

Meskipun toner ini sudah pasti ada alkoholnya, tapi kulit saya nggak mengalami iritasi atau kekeringan lho. Justru jadi tambah sehat. Saya pingin menunjukkan hasilnya setelah menggunakan toner ini selama 3 hari.

Ini kondisi kulit saya waktu baru 1 kali memakai toner ini (hari pertama)
Bisa dilihat teksturnya kering dan kasar
Ada bekas jerawat, kemerahan, ice pick scar

Kondisi kulit saya hari ini (7 kali pemakaian toner, hari ketiga)
Pencahayaan fotonya beda, tapi aslinya warna kulit saya ya masih sama
Tapi kemerahannya berkurang, kulit lebih lembab dan bagian yang kasar udah hilang
Noda jerawat & scar masih ada dong.. kan baru 3 hari dipakai

Mungkin kelihatan kurang amazing untuk kalian, tapi menurut saya hasilnya sudah lumayan banget. Kulit saya biasanya kering & kelihatan kasar, jarang-jarang saya bisa punya kulit lembab begini.. 

Saya mau terus pakai toner ini. Kelihatannya menjanjikan banget, kayak skincare pabrikan hihihi.. Murah meriah pula! Saya beli Fermipan yang isi 11 gram cuma 3500 rupiah aja.

Kesimpulan
(+) gampang dibuat (menurut saya yang agak rempong cuma pas nyaring dan bersih-bersih)
(+) murah meriah
(+) efeknya nyata dan langsung terasa

(-) baunya nggak enak 
(-) nggak tahan lama (kan bebas bahan pengawet)

Bikin lagi? iya dong!
Recommended? ya, toner ini recommended untuk kalian semua dengan jenis kulit apapun (terutama yang duitnya pas-pasan untuk skincare high end brand seperti saya)

Bagian filtrasi (penyaringan) bener-bener menyusahkan bagi saya. Kayaknya saya mau beli kertas saring aja deh biar enak..

 
Kertas saring Whatman 
Bisa dilipat sesuai tempatnya, nggak mudah sobek karena cairan dan anti repot
gambar dari psscientific.com dan interchemnet.um.maine.edu


Sekian post hari ini. Ada yang penasaran mau mempraktekkan? Yuk mari!

Fermentation is fun!

-----
18 Mei 2014

Tadi saya bikin lagi toner yang ditambah pengawet makanan (natrium benzoat).

Di Super Indo harganya 5000an isi 33 gram, di toko bahan roti juga jual

Penyaringan masih tetap pakai kain, corongnya dibungkus kain
Filtrat (air hasil penyaringan) ditampung di botol kaca bekas EVOO ukuran 250 ml
Jadinya kurang lebih sepertiga botol atau sekitar 80an ml

Penyaringan jangan sampai ke air yang di dekat nasi
Sisakan air yang keruh, jangan ditampung di botol

Setelah filtrat ditampung, masukkan natrium benzoat
Seujung sendok teh (ini keliatan banyak karena nyebar di sendoknya)

Untuk kosmetik yang tipenya leave-on products (toner, serum, pelembab dll) kadar natrium benzoat maksimal 0,5%. Untuk kosmetik yang dibilas (facial wash, scrub) 2,5%. Untuk produk perawatan mulut 1,7% (sumber).

Natrium benzoat nggak boleh dicampur dengan vitamin C dan vitamin E karena akan bereaksi membentuk benzene. Benzene bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Jika kalian berniat membuat toner ini dengan natrium benzoat, pemakaiannya jangan bersamaan dengan serum vitamin C atau vitamin E.

Soal daya tahan, kurang lebih sama dengan produk minuman fermentasi yang memakai pengawet. Bisa lebih dari 2 minggu mungkin (kurang tau, saya jarang beli produk minuman fermentasi dan nggak memperhatikan tanggal expirednya).

Setelah itu wadahnya diguncang pelan arah horizontal sampai natrium benzoat tercampur rata
Jangan dikocok secara vertikal
Warna filtratnya kelihatan beda dengan foto sebelumnya, sebenarnya warnanya sama aja
Ini cuma pengaruh warna background

Hal yang harus diperhatikan :
  • Penyaringan diusahakan sampai filtratnya jernih, tanpa endapan. Endapan berupa pati dari nasi bisa mempengaruhi bau toner & masa simpan (terutama jika tidak ditambah pengawet)
  • Buang toner jika baunya berubah menjadi lebih buruk (bau kecut yang mengarah ke basi)
  • Natrium benzoat menghambat pertumbuhan mikroba (termasuk ragi), fermentasi bisa berhenti jika ditambah natrium benzoat meskipun wadahnya tidak dibuka.
  • Toner yang ditambah natrium benzoat lebih awet walaupun tidak dimasukkan ke kulkas.
  • Meskipun sudah ditambah pengawet, sebaiknya tetap disimpan di kulkas. Lebih segar di kulit juga kan, hehehe..
FAQ

Ini sangat sering ditanyakan. Supaya para pembaca nggak usah repot-repot scroll comment harap dibaca ya..


Kenapa nasi saya nggak bisa hancur? Apakah berarti toner saya gagal?
Itu tidak gagal. Nasi yang tidak hancur disebabkan karena tekstur nasi yang dimasak tidak terlalu lunak. Nasi yang sangat lunak lebih mudah hancur.



Kenapa gelembung yang dihasilkan cuma sedikit? Apakah berarti gagal?
Kemungkinan ragi kurang baik, perlu diganti ragi yang baru. Penyebab lainnya yaitu nasi terlalu keras sehingga sulit dicerna oleh ragi.

Selain itu banyaknya gelembung gas karbondioksida yang dihasilkan tergantung dari kadar gula dalam nasi yang difermentasi. Beda varian beras juga beda kadar gulanya. Jika gelembung sedikit padahal ragi yang digunakan masih baru dan nasinya lunak, mungkin karena jenis berasnya berkadar gula rendah. 

Apakah toner ini aman digunakan untuk wajah? Apakah ragi roti tidak berbahaya?
Jawab : Saccharomyces cerevisiae adalah spesies ragi yang sangat aman untuk kulit. Lengkapnya silahkan baca di postingan saya yang berjudul  Amankah Ragi Roti untuk Wajah?

Apakah toner ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Ya. Silahkan dibaca di artikel Amankah Ragi Roti untuk Wajah?

Kapan toner ini boleh digunakan? Berapa kali sehari?
Sebaiknya setelah cuci muka. Tergantung berapa kali sehari Anda mencuci muka.


Apakah setelah menggunakan toner ini wajah harus dibilas lagi?
Tidak perlu membilas muka lagi, ini kan toner.

Bolehkah menggunakan serum, day cream / night cream setelah memakai toner ini? 
Ya, tentu saja. 


Berapa lama daya tahan toner ini di luar kulkas jika tidak diberi pengawet?
Toner ini harus dimasukkan ke kulkas. Jika tidak ada kulkas, bisa direndam dalam mangkok air. Daya tahannya sekitar 3 hari.

Tapi usahakan seluruh bagian botol terendam (kecuali bagian tutup botol)


Apakah Lintang masih menggunakan toner ini? Kan sudah beberapa bulan, update dong hasilnya?
Ya, saya masih selalu menggunakan toner ini tapi saya selang-seling dengan DIY toner lainnya. Memang sebaiknya kita nggak hanya menggunakan 1 macam DIY, harus diselang-seling supaya kulit tidak cepat jenuh. Kulit butuh variasi nutrien. 

***

Semoga cukup membantu..


Disclaimer
  • Review dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, hasilnya dapat berbeda-beda di setiap orang tergantung kondisi kulit dan kecocokan terhadap bahan.
  • Apabila hendak me-repost artikel ini, mencopy atau mengutip dengan perubahan harap mencantumkan link blog saya sebagai sumbernya. 


453 komentar:

  1. Karina Fransisca17 Mei 2014 07.44

    Apaaa? Bikinnya segampang ituuu? #shock
    Aku pakek Secret Key STE loh sis.. Kurleb efeknya sama dgn bikinanmu~~
    Astaga, modal fermipan 3500 doank bisa nyamain merek terkenal #tepokjidat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, memang segampang ini
      fermipan 11 gram bisa untuk beberapa kali pakai. ngirit banget kan? hehehe..

      Hapus
  2. makasi mba uda diposting duuh seneng klo ada info DIY ginii :P, btw SK II juga kecut kok katanya baunya... btw itu airnya air hangat atao dingin yaa??? duh nasi baru matang uda td pagi :( tp ngebet pengen coba, pake nasi yang jam 9 aja haha. lagian baru matang jam 5 pagi :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. uda ada dipenjelasan ding mba, maaf2 , soalnya bersemangat bgt ni jd kelewat wkwkwk

      Hapus
    2. mba, dipost sebelumnya kok nasinya disuruh 30 derajat celsius? apa airnya yg sesuai suhu ruangan, atau hangat2 kayak kuku kali ya, ak tadi nasinya tak dinginin , airnya hangat2 kuku.. semoga berhasil! =D wkwk

      oiya ini ingred SK II "The ingredients list for the SK-II Facial Treatment Essence is pretty short. It contains:

      Saccharomycopsis Ferment Filtrate(90%), Butylene Glycol, Pentylene Glycol, Aqua (Water/ Eau), Sodium Benzoate, Methylparaben, Sorbic Acid"

      Hapus
    3. sama-sama..
      hihi.. ayo ayo dicoba
      pokoknya kalo nasi & air udah dicampur, suhunya kira-kira 30 derajat. suam2 kuku mungkin ya..

      oh, ternyata SK II ada pengawet makanan sodium benzoate (natrium benzoat). kalo mau lebih awet, coba deh hasil saringannya dikasih natrium benzoat, biasanya dijual di toko bahan kue. tapi entahlah berapa takarannya, hehehe..

      aku mau coba pake Na benzoat ah, mungkin aja lebih tahan lama. thanks udah sharing ingredients SK II nya

      Hapus
    4. klo salah ingred nyaa maaf ya , kebetulan nemu juga sih :P soalnya dibotol pun pake bahasa jepang (yang direview orang2 indo) ini ak nemu review org mana lupa
      :D ak udah bikin hehe,, ih lembab dan glowy2 gt deh hahaha kulitku yg biasanya kering + kusam >__<

      Hapus
    5. ada glycol2 gt semacam pengental kali yaa (proplyne glycol ) ,, eh ditambah water juga, kenapa yaaa , apa biar mudah meresap??

      Hapus
    6. nemu lagi ni mba, Ingredients: Aqua (Water), Saccharomycopsis Ferment Filtrate*, Butylene Glycol, Polysorbate 20, Glycerin, Sodium Hyaluronate, PEG-150, Cellulose Gum, Disodium EDTA, Citric Acid, Salicylic Acid, Lactic Acid, Malic Acid, Sodium Citrate, Sodium Benzoate, Methylparaben. tapi ini "Facial Treatment Clear Lotion"

      Hapus
    7. gimana pitera kw nya enak kan di kulit? asikk.. berhasil tuh berarti
      memang bikin kulit lembab dan glowy, aku juga suka banget..

      iya, propylene glycol (& butylene glycol)buat pengental & humectant. water nya pasti buat proses fermentasi.

      thanks infonya.. oh, kalo clear lotion lebih banyak ya penyusunnya. dikasih hyaluronic acid juga. ada exfoliatornya (salicylic-lactic- malic acid). hihi.. tetep aja bahan pengawetnya sama (Na benzoat & methylparaben)

      Hapus
    8. enak kok >_< makasi tipsnya ya sis, wkwkwk ngirit nih.
      klo muka ga byk bkas jerawat bakal bagus -_- smoga ngilangin bekas2 dosa jg deh, amin!

      Hapus
    9. hehehe.. sama2
      katanya pitera bisa ngilangin bekas jerawat, aku juga ada bekas jerawat. ya semoga bisa ilang deh.. amin

      Hapus
  3. wow keren, 3 hari aja udah begitu!
    pingin nyoba juga, kayanya buatnya juga asik banget XD
    kertas saring sama fermipannya beli dimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga nggak nyangka hasilnya oke, hihihi..
      iya, buatnya emang asik
      kertas saring biasanya dijual di toko bahan kimia & peralatan lab, di toko alat-alat kesehatan (yg jual stetoskop, kursi roda) juga kayaknya ada. fermipan belinya di toko bahan roti atau supermarket

      Hapus
    2. ooh, makasih kak XD
      tanya lagi, aku mau coba juga ditambahin pengawet makanan biar gak repot, awet-nya sampe berapa hari ya?
      lalu kalo aku buatnya agak banyakan, misalnya nasinya 4 sendok makan, raginya 2 sendok teh boleh kan ya?

      ngomong-ngomong, hasil fermentasi ini bisa dimakan? /hush

      Hapus
    3. kayaknya sih lebih dari 2 minggu. aku buat yg pakai pengawet, ini udah masuk hari ketiga tapi baunya masih seger aja, sama kayak pas baru bikin
      boleh kok, asalkan airnya juga disesuaikan, jangan terlalu dikit..

      jangan dimakan, ntar mabok lho..hehehe

      Hapus
    4. wah lumayan tuh kalo sampe lebih dari 2 minggu *__*
      oke oke kak, oh ya fermipan di dalam tempatnya yg baru dibuka itu boleh nggak dimasukin ke kulkas? tadi habis buat, mamaku masukin fermipannya ke kulkas karena aku lupa beres-beres. udah nggak bisa dipake kah?

      bisa bikin mabok? ahaha, tapi kubauin kaya bau tape XD

      Hapus
    5. iya, jadi nggak rempong tiap 3 hari hihihi..
      fermipan boleh disimpan di kulkas, asal ditutup rapat supaya nggak ada udara & uap air yg masuk. raginya hibernasi, bisa aktif sendiri kalo dimasukkan ke adonan (adonan roti / nasi+air) asalkan suhunya cocok (sekitar 30 derajat).

      kan ada alkoholnya biarpun dikit hehehe.. kalo dicicipin dikit nggak bakal langsung mabok, dihabisin 1 botol tuh baru pusing

      Hapus
  4. eyaampun keren bangettt ^o^
    must try nihh #buruburumasaknasi

    BalasHapus
  5. kerennnn ^^ ditunggu update an setelah pemakaian sebulannya mbak >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi makasih.. iya, ntar aku update bulan depan

      Hapus
  6. Apdet lagi dlm 1 bulan ya sis, bisa gantiin serum dll nieeeh =D , mau beli SK II kok masi mikir aku.. mahal, klo ga cocok ruginya bukan main, secara eike anak kuliahan . Klo pun kerja ttp aja sayang duitnya. huhuehehe. Duit susah cuy dicari :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke.. bulan depan rencana mau update. SK II harganya emang fantastis. karena nggak bisa beli SK II makanya aku bikin ini hahaha..

      Hapus
  7. wow wow wow.. keren bgt kakakk! 3 hari udah keliatan yach, gimana klo sebulan cobak :)
    aku juga mau bikin.. secara uang saku masih minta ortu, mana kuat beli SK II ahahaha
    thanks kak resepnya \(^.^)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena kulitku aslinya kering banget, dikasih ini jadi lembab dan keliatan agak halusan. yuk bikin!
      oke, sama-sama..

      Hapus
  8. mainan barunya Lintang heheheh..
    bisa membantu para cewek yg pingin ngirit

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih.. buat cowok juga bisa
      tapi cowok biasanya males bikin yg beginian

      Hapus
  9. hebat, kok bisa kepikiran buat pitera sendiri sih? aq mau buat jg ahh~ kebetulan SK II FTE di rumah udh mau abis. mama q gk mau beliin lg XD
    klo blh usul, jgn dikasi pengawet benzoat biar ttp pure & bebas bhn kimia. yg alami & pure lbh baik walaupun gk awet^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. idenya dari google, aslinya tips bikin toner dari sake. trus aku modif sendiri resepnya
      yuk dicoba.. gampang kok
      bener juga sih, lebih bagus yg murni alami meskipun repot tiap 3 hari hehehe..

      Hapus
  10. wah kreatif! hasilnya jg amazing. ditunggu ya updatenya bulan depan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan aku memang kreatif (kere tapi aktif hehehe)
      oke, bulan depan aku update..

      Hapus
  11. kalau pake beras gimana ya ? haaha,, bukanny males ni :p, tapi nasi dan beras sama ga sih mba kandungannya heeheh =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo pake beras ntar karbohidratnya sudah dicerna oleh si Saccharomyces, jadi lama deh fermentasinya. tapi nggak tau juga nih.. belum pernah nyoba pakai beras hehe..

      Hapus
  12. masih ngendap ga putih2nya? diaku masih ngendap. pdhl uda disaring loh, sampai airnya rada berkurang,, dipake 3 hari pun masih sisa kayaknya hahaha. kurang saringan yang oke nih :D baunya enak menurutku , aku suka bau ragi sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. punyaku yg pertama bener2 jernih, tapi yg kemarin bikin malah ada endapannya. kayaknya karena kemarin aku kurang sabar nyaringnya, hehehe...
      kalo fermentasinya benar & nasinya bagus biasanya baunya enak. tergantung jenis beras juga sih kayaknya..

      Hapus
  13. klo wadahnya dari botol plastik kenapa sis?? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Btw, klo mau coba pake pengawet nat benzoat ntar review ya sis, kyknya si km mau coba :D ehhehe

      Hapus
    2. untuk penyimpanan tonernya harus dari kaca. plastik itu sifatnya permeable (bisa ditembus) udara, sedangkan kaca nggak dapat ditembus udara. kalo disimpan di botol plastik nanti tonernya jadi lebih gampang rusak, nggak sampai 3 hari jangan2 nanti baunya udah aneh.
      untuk fermentasi 3 jam doang bisa pakai wadah kaca & tutupnya plastik asalkan rapat. tapi untuk produk yg fermentasinya lama (misalnya bir) sebaiknya full dari kaca.

      kepingin sih pake natrium benzoat, tapi bingung takarannya berapa. takut ada efek negatif soalnya itu kan bahan kimia hehehe..

      Hapus
  14. "The ingredients list for the SK-II Facial Treatment Essence is pretty short. It contains:

    Saccharomycopsis Ferment Filtrate(90%), Butylene Glycol, Pentylene Glycol, Aqua (Water/ Eau), Sodium Benzoate, Methylparaben, Sorbic Acid"

    simple banget :D mending bkin sendiri :3 beli mahal abis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. iya ternyata isinya SK II simpel. yg keren cuma pitera nya, padahal bisa dibikin sendiri

      Hapus
  15. mau tanya dong, bisa kasih keterangan lebih lanjut ga tentang alkohol dari hasil fermentasinya? Apa sama kaya alkohol yang terdapat pada wine sejenisnya? Keren nih homemadenya tapi takut juga kalau ada alkohol alkoholan

    BalasHapus
    Balasan
    1. alkohol yg dihasilkan dari semua proses fermentasi oleh ragi adalah ethanol. fermentasi Saccharomyces pada roti, wine dll semua menghasilkan ethanol (tapi pada roti ethanol langsung menguap saat proses pemanggangan). bisa dibaca disini http://en.wikipedia.org/wiki/Yeast

      ethanol termasuk alkohol penyebab iritasi. btw kulitku itu jenisnya kering & sensitif, mudah iritasi kalo ketemu ethanol dalam kosmetik. tapi ternyata toner ini sama sekali nggak bikin kulitku makin kering/iritasi, karena kandungan ethanolnya sangat sedikit.

      semua skincare yg mengandung saccharomyces ferment filtrate/pitera/galactomyces boleh mengklaim produknya free alcohol (karena produsennya nggak nambahin alkohol saat proses produksi), tapi ethanol udah pasti muncul secara alami dari proses fermentasi.

      Hapus
  16. Halo lintang, aku seneng banget baca blog kamu, bermanfaat banget menurutku .
    Aku mau nanya, ini cocok gak kekulit berminyak? Minyak tipe laki laki gitu?
    Salam kenal lintang ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Fidiya, salam kenal..
      makasih ya.. seneng deh blogku bisa bermanfaat untuk pembaca

      kalo yg aku baca, filtrat fermentasi saccharomyces bisa mengurangi sebum & mengatur kadar air sel2 kulit (krn meningkatkan produksi hyaluronic acid alami pada kulit). jadinya kulit lembab tp nggak tambang minyak.
      sejauh ini dari review-review yg aku baca soal SK II & secret key STE, mereka yg kulitnya super oily bisa terkontrol minyaknya

      Hapus
    2. Oh begitu ,,
      Dalam sehari berapa kali memakai nya? Setelah pakai toner bisa pakai pelembab lagi? Dan kenapa harus ditempat kaca lintang? Kalo tempat filtrasinya bukan kaca bagaimana?

      Hapus
    3. aku biasanya 3x, pagi & sore habis mandi, sebelum tidur. boleh pakai pelembab lagi, malah disarankan begitu.
      soalnya kaca itu susunan molekulnya lebih rapat dari plastik jadi nggak bisa ditembus udara dan bakteri. kalo mau fermentasinya sempurna dan nggak banyak kontaminasi bakteri, lebih baik pakai wadah kaca. kata dosenku gitu, hehe..

      Hapus
    4. Thank you lintang atas resep nya :)
      Waktu nya percobaan dirumah .

      Hapus
    5. sama2 Fidiya.. selamat mencoba

      Hapus
    6. Mau nanya lagi lintang, masukin kekulkas nya berapa menit atau jam?

      Hapus
    7. setelah jadi langsung dimasukin kulkas, dikeluarkan cuma untuk dipakai, terus dimasukin lagi

      Hapus
  17. halo mbak lintang, mau nanya kalo g disimpen kulkas gimana? harus sehari biki trus diabisin gitu mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo..
      biasanya produk fermentasi kalo nggak dimasukkan kulkas (tapi belum dibuka) nanti fermentasinya kebablasan, jadinya alkoholnya tinggi. tp kalo dah dibuka, yg terbentuk nanti asam cuka (bau tonernya jadi makin kecut), raginya sendiri lama2 mati karena asam cuka itu.

      trus juga cepet basi. mungkin harus segera dihabisin dalam 1 hari..

      Hapus
  18. wkwkwk ak uda coba , kayaknya pagi2 bisa gantiin pelembab, malam gantiin night cream ~ tipe kulitku kering-normal td pagi bangun tidur minyak seimbang, biasanya didaerah hidung + dahi sih yg berminyak (kulit kering kombinasi kali ya kulitku -_- pdhl dominan kering) cuci muka pagi ga pake sabun aja enak, keset , lembab gt, hahaha wah hot post nih kyknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah kalo berhasil, hehehe.. wah ngirit banget tuh kalo bisa nggantiin pelembab & night cream juga
      berarti memang bisa menyeimbangkan minyak ya.. kalo aku minyaknya nggak nambah, kulit masih aja kering tapi udah mendingan, lebih lembab & nggak kasar lagi

      Hapus
    2. mungkin kulitku dulu dehidrasi,, permukaan kering dlm berminyak, kdg berminyak dalam permukaan kering .:D

      Hapus
    3. oh, berarti kadar air sel kulitnya rendah tapi produksi sebumnya tinggi ya.. tanda kekurangan hyaluronic acid. tapi untungnya saccharomyces bisa meningkatkan hyaluronic acid dalam kulit, jadi kulit bisa lebih mengikat air

      Hapus
  19. Karina Fransisca18 Mei 2014 09.10

    Hmm ada yg udah nyoba & share success story nih. Jadi pingin bikin #mupeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk bikin.. ntar dibandingin sama secret key STE nya

      Hapus
  20. Hi, I've been searching for DIY pitera recipe and I found your blog.
    Great post! I love it even though I had to use Google Translate.
    I've tried it. It works for me, this toner can control my sebum perfectly. Thanks for the recipe!

    Warm regards from Spain

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi Joaquina.. I'm glad you love this recipe & it works for you.
      the original recipe adds lemon juice to extend the shelf life. I don't use lemon juice because it's irritant for my sensitive dry skin, it's probably good for oily skin.
      you're welcome..

      Hapus
    2. Oh, I see.. I use Spanish rice (Calasparra variety), it has different size & shape from Asian rice. I use brewer's yeast tablets, not the powder one. Does it affect the toner effectivity?

      Hapus
    3. any kind of rice will be fine. you can use brewer's yeast /baking yeast in any form (tablet, granules, powder), it doesn't matter..

      make sure you use freshly cooked rice (after being cooled to room temperature). the toner would smell really bad if you use rice that has been stored for hours/days.
      glass container is preferable than plastic bottle, glass isn't air permeable.

      Hapus
  21. mbak, itu "to extend the shelf life " pake lemon juice? buat biar lifetimenya lebih dr 3 hari kah? pake jeruk nipis?? gimana ya hhhaha. bisa dijelasin lg dong di blognya mba ttg "lemon juice for to extend the shelf life " :) just saran aja ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. soalnya air lemon termasuk asam kuat, kalo ditambahkan ke toner jadinya menurunkan pH. pH rendah nggak disukai oleh bakteri. trus juga udah terkenal kalo air lemon itu sifatnya antibakterial. air lemon (& jeruk nipis) bisa menghambat pertumbuhan bakteri anaerob (bakteri yg berkembang di kondisi tidak ada oksigen, misalnya di dalam wadah tertutup)

      untuk toner ini aku nggak tau berapa takaran air lemon yg pas. tapi biasanya untuk pengawet alami jangan kebanyakan, 1% aja mungkin oke supaya tonernya tahan 1 minggu (percobaan di yoghurt gitu, nggak tau deh kalo nasi).
      mau nyoba tapi kan kulitku nggak bisa pakai air lemon/jeruk nipis hehe..

      Hapus
    2. ohhh gt mba,, besok ak mau coba pake jeruk nipis cuma beberapa tetes aja lah :D
      btw, ak pake 5x sehari gpp mba? pagi, malam, sesudah cuci muka gak papa? bahkan lebih itu gimana? *maruk*

      Hapus
    3. iya, coba deh beberapa tetes sebelum raginya dimasukin / setelah disaring. nggak tau juga nih yg mana baiknya, dicoba aja semua hahaha..

      5x sehari nggak apa2 (yg tanpa air jeruk). tapi kalo udah dikasih air jeruk pakainya 2x sehari aja. kalo berlebihan ntar malah menurunkan pH alami kulit, kan nggak sehat jadinya..

      Hapus
  22. hai, kak. Saya pembaca baru blog kakak. suka bgt deh sama blog kakak, abis reviewnya produk2 indonesia :) oh ya kak saya mau tanya, kan saya udah buat pitera kwnya. Nah, pas saya pakai itu awalnya lengket. Setelah beberapa menit, piteranya sih nyerap kak, tapi ada sisa kaya endapan di wajah gitu. Jadi kayak pakai masker putih. Nah itu apa emg efeknya seperti itu atau tidak? Kalau efek sbnrnya bukan sprti itu, gimana cara supaya pitera saya perfect gitu kak? Apa karena raginya kurang? atau krn nasinya kebanyakan?? dan satu lagi kak, cara kita tahu kalau pitera yg kita buat udah ga layak konsumsi itu gimana ya kak? Apa dari bau atau warnanya gitu. Mohon penjelasannya. Maaf ya kak jadi banyak nanya kayak gini. Makasih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba nyaringnya diulang , atau pake kain yang rapet pori2nya, jd ga ikut deh bubuk nasinya. klo masi butek padahal didiamkan berarti ragi kamu kebanyakn. cmiiw :)

      Hapus
    2. halo Dreamer's diary.. makasih ya. banyak nanya nggak apa2, hehe..
      oh, memang awalnya agak lengket, tapi cepet meresap & lengketnya hilang, rasanya kayak pake lotion hada labo.
      kalo ada endapan putih di wajah, itu karena penyaringan kebablasan sehingga pati dari nasi ikut tertampung. harusnya jangan semua airnya ditampung, cuma yg jernih aja. yg dekat endapan nasi nggak usah, patinya itu yg bikin butek.

      betul kata Nila, penyaringan diulang lagi. tampung bagian yg jernih aja.

      yg udah kadaluwarsa biasanya warnanya nggak terlalu beda, tapi baunya menyengat (kayak udah basi). pati dari nasi bisa mempercepat kadaluwarsa, diusahakan penyaringannya benar (jangan sampai ada endapan).

      makasih buat Nila atas masukannya..

      Hapus
  23. kak Lintang bikin lagi toh yg pakek pengawet? beda ngga rasanya di kulit?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, yg kemarin ngendap, baunya jadi agak aneh padahal belum genap 3 hari.. sekalian aja aku bikin yg pake Na benzoat & nyaringnya lebih sabar biar nggak ada endapan lagi.
      rasanya di kulit sama aja sih kayak yg tanpa pengawet. nggak ada rasa gatal/perih/yg aneh2 kok..

      Hapus
  24. Kenapa ga boleh dikocok vertikal, sis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu prosedur mencampur larutan yg benar, kalo di lab gitu sih.. biar tercampur rata dari permukaan larutan sampai ke bawah, nggak ada yg muncrat ke atas

      Hapus
  25. Halo mbak lintang..
    Boleh tanya gak..
    Kalo klar pake toner ini boleh ditimpuk lgi dngan cream yg mngandung aha ?
    Trima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo..
      boleh.. saccharomyces nggak kontradiktif sama AHA kok, malah nggak kontradiktif sama ingredients apapun
      sama2..

      Hapus
    2. Oh makasih yah mbak..
      Eh boleh tanya lagi?
      Itu raginya kalo ditambah gula..
      Bkalan jdi pitera juga gak sihh?

      Hapus
    3. sama2..
      pakai bahan air+gula+ragi tetep ada fermentasi tapi kandungannya beda dengan pitera. pitera mengandung banyak vitamin B, protein, mineral yg berasal dari ragi & nasi. kalo pake air gula nutriennya nggak sebanyak itu karena cuma ragi yg menyumbang nutrien.
      jadi ya baiknya jangan pakai air gula hehehe..

      Hapus

  26. Toner Sacc itu masih ngefek kyk pertama bikin kah? soalnya ak ngerasa kok pas pertama pake WOW banget deh, lembab. jarang2 kyk gini..
    Nah, hari 3 seterusnya (saya buat baru) kok efeknya ga WOW. apa mungkin kulit sudah terhidrasi ya?? Jari kurang lembab gt kah? Tp efeknya saya masih suka kok. Cuma tanya aja ;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kurang lembab mksdnya itu *jadi ga selembab pas pertama pake * :D

      Hapus
    2. sama, aku juga gitu. pas awal pakai rasanya keren banget efek melembabkannya, selanjutnya biasa aja. tapi yg aku suka toner ini mencegah kulitku kering lagi, nggak ada dry patch lagi. betul itu karena kulit kita udah terhidrasi..

      Hapus
  27. Halo,Mbak Lintang, salam kenal. Setahun ini saya jadi silent readermu.Gak tau kenapa setiap nyari info kosmetik selalu kesasar ke blog ini.Akhirnya jadi kebablasan suka karena banyak review tentang kosmetik lokal yang mudah didapat, murah, tapi efeknya bagus yang tak lupa disertai ulasan ingredientnya. Kalau di blog2 lain banyak review tentang kosmetik mahal dengan hasil yang bagus ya wajar saja. Tapi ternyata dengan kosmetik lokal yang murahnya tiada tara ternyata bisa bagus juga.wow...speechless pokoknya.Dan saya sangat terinspirasi, apalagi ada ide membuat kosmetik home made yang super kreatif dengan budget minimal. Tentang fermentasi ini bisakah air tape ketan dipakai sebagai tonerbukankah dia hasil fermentasi dari jenis beras juga.Baunya harum dan tidak mengganggu, rasanya manis dan lengket.Ampas perasannya kan enak dimakan juga.harganya murah meriah,kalau di tempatku sebungkus dibungkus daun pisang Rp500,00. Bisa bikin sendiri asal tau resepnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, salam kenal juga..makasih ya udah menjadi pembaca blogku
      banyak orang yg kurang tau keunggulan mutu kosmetik lokal karena kalah dengan review produk2 luar. mindset orang indonesia udah terlanjur "ada harga ada kualitas" padahal nggak semua produk murah itu jelek & belum tentu yg mahal itu bagus. orang2 kita juga banyak yg memandang rendah kosmetik lokal karena packagingnya nggak unyu atau luxurious. ya begitulah adanya..hihihi

      oh, ragi tape isinya beda.. ada beberapa macam jamur (selain Saccharomyces ada Aspergillus, Rhizopus, Mucor), ada bakteri penghasil asam cuka (Acetobacter). nah takutnya kalo pakai air tape bisa muncul efek aneh2 di kulit karena masing2 spesies menghasilkan bahan yg berbeda.. tapi baunya memang lebih enak sih daripada hasil fermentasi Saccharomyces, hehehe..

      Hapus
  28. kak lintang, salam kenal~
    suka banget sama blog kakak, informatif, edukatif, kreatif :D
    thanks for sharing kak, ditunggu reviewnya setelah sebulan pake toner ini, hehe \^o^/

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga Tina..makasih ya udah mampir ke blogku
      sama2.. iya ntar aku review setelah sebulan
      yuk bikin juga, hehehe..

      Hapus
    2. sama2 kak. iya nanti aku mau bikin juga, kak :D
      btw, aku udah follow blog kakak hehe~ *ga mau ketinggalan postingannya* xD

      Hapus
    3. yuk mari.. gampang kok bikinnya
      makasih.. aku udah follow kamu juga tapi nggak muncul avatarku disitu

      Hapus
  29. halo kak Lintang, salam kenal.
    mau nanya dong kak, kalo dipake sama kulit yg berjerawat boleh gak? bakal memperparah jerawat gak? atau justru bagus buat jerawat? TIA :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, salam kenal Atika..
      secara teori sih boleh, saccharomyces menghasilkan beta glucan yg melindungi kulit dari iritasi & bisa memperbaiki kerusakan kulit (termasuk karena jerawat). tanpa efek samping -- cara kerjanya nggak pakai purging dulu.

      secara fakta, kemarin ada nih yg cerita ke aku. dia udah pakai toner ini 3 hari berturut2.kulitnya berjerawat, setelah 3 hari pakai ini jerawatnya lumayan mengempes & merah2nya berkurang. keren ya.. berarti aman dan justru membantu penyembuhan jerawat..

      Hapus
    2. makasih kak lintang penjelasannya:) mau nanya lg, kain yg pori2nya rapet itu contohnya kain apa? terus kalo mau pake filter paper harus pake yg whatman kah? atau bisa yg lain? dan kira2 harganya brp ya ka?

      Hapus
    3. sama2.. hmm, kain apa ya, kurang ngerti jenis2 bahan kain nih..
      tapi bisa kok pakai tissue wajah. kemarin aku pakai tissue 2 lapis ditaruh di dalam corong. nuangnya pelan2, jadi tissuenya nggak hancur.
      kertas saring whatman mahal tuh, 100 ribu per box hihihi.. mahal wajar lah, namanya juga peralatan lab

      Hapus
  30. masih pake ga?? ak pake kok efeknya biasa aja ya skrg sis :( efek jerawat hmm ga gitu memuaskan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih dong, kalo aku bekas jerawat lumayan memudar tapi biar bener2 bersih masih lama nih..namanya juga skincare alami, efeknya nggak bisa kilat

      di tiap orang efeknya beda2, tergantung kondisi kulit masing2 lho, gaya hidup, dan skincare regime yg dipakai.

      Hapus
  31. hallo kak, aku nemu resep DIYnya dari FD nih :D
    btw, airnya kalo pake aqua gelas boleh gak ya ?
    & nyaringnya cukup sekali ato berkali2 sampe bener2 jernih ?
    thx kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Ria..
      airnya boleh kok pake air mineral. nyaringnya boleh berkali2 sampai jernih, sebaiknya bener2 tanpa endapan.
      sama-sama..

      Hapus
  32. Mbaak kereen bangeeeet... ketagihan baca blog mbak.. kenapa ga dari dulu ya nemu blog mbak..pengen coba tapi masih bingung, alkoholnya masuknya halal ga ya..
    btw bikin resep sunblock DIY dong mbak.. aku nemu tapi belum pernah nyoba siih..

    Trus mbak ga suka pake oil2an ya or butter? shea butter, jojiba oil dll, or essential oil kaya punya EFB itu all natural, insyaAllah halal, GMS, GOW, MRH, NDA gitu2, yang natural2 gitu? aku pernah pake bagus juga mbak hasilny (walaupun gonta ganti), meskipun harga bervariasi sih.. ada yang mahal ada yang murah.. tp yg agak mahal pun irit mbak makenya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Vivi udah baca blogku..
      alkohol dari fermentasi 3 jam sedikit banget sih, tapi tetap ada. di kosmetik yg ada logo halal juga masih banyak yg pakai alkohol (kecuali wardah), nah bingung kan..

      aku suka pakai oil & butter, tapi susah juga nyarinya. pernah dikasih orang, setelah habis kepingin beli sendiri, tapi ternyata nggak boleh ngecer, harus grosiran

      pingin juga sih bikin homemade sunblock. aku niat bikin yg pakai zinc oxide, termasuk mineral alami, bukan bahan sintetik. tapi ya itu.. belinya nggak boleh ngecer hehehe


      Hapus
  33. pake beras lgsung knp ga bisa ya? aku dah coba buat pke beras, bukan nasi ......hasilnya gagal hahaha (^.^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin raginya sulit mencerna nasinya.. gagalnya gimana mbak? nggak terjadi fermentasi apa gimana?

      Hapus
    2. bau dah mirip tape tp ga ada gelembung or perubahan di beras
      dimuka gaada efek lembab spt pitera nasi, berasa cuci muka pke air biasa XD

      Hapus
    3. coba deh fermentasinya yg pakai beras ditambah jamnya. kalo masih gagal ya berarti emang harus pakai nasi..

      Hapus
  34. aih. di kost an gak ada kulkas. tapi aku masak nasi tiap hari sih. apa bikin skala kecil tiap hari ya. btw. itu yeast dalam fermipan yang kemasan nya sudah di buka, bisa hidup sampai berapa hari ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi kalo dikasih natrium benzoat nggak apa2 lho, seminggu di luar kulkas juga masih layak pakai, hehe..
      katanya yeast bisa hidup beberapa minggu (sekitar 2-3 minggu) setelah kemasan dibuka, asalkan ditutup rapat.. kalo disimpan di kulkas bisa beberapa bulan

      Hapus
  35. Halo salam kenal kak :D nemu blog ini dari Female Daily XD Mau nanya kak...raginya harus pake fermipan atau pake yg lain boleh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Alodia, salam kenal ya..
      raginya boleh merek lainnya, asalkan ragi roti.. jangan ragi tape soalnya beda spesies

      Hapus
    2. alodia jovita2 Juni 2014 09.04

      Oke deh kak makasi ya :))

      Hapus
  36. masih pakai kah mba? ak uda abis.. mau buat ko males >.< emg ya klo homemade hrs telaten hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih dong.. aku suka banget toner ini. iya, kalo homemade harus telaten. makanya aku tambah natrium benzoat biar bikinnya bisa sekalian banyak hehehe..

      Hapus
  37. mbak, kalau pakai oatmeal gimana??? ga usa pakai nasi . kan sama2 ada gluten alias gula nya. buat anak kos yg jarang masak nasi bs tu pake oatmeal buat jadi toner :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo pake oatmeal jadinya keruh, baunya aneh, lebih banyak patinya jadi lebih cepet rusak. aku sempet bikin, tapi aku buang soalnya baunya mencurigakan, padahal udah dikasih pengawet.. di kulitpun rasanya nggak seenak yg dari nasi, ninggalin bekas putih kayak pake masker ato bedak adem hehehe..tapi nggak tebel sih

      Hapus
  38. salam kenal sis... mohon ijin ikut mempraktekkan ya :)
    Aku udah baca beberapa artikel dan ketagihan untuk baca lebih lanjut. Aku follow blog kamu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mbak.. silahkan dipraktekkan
      makasih ya mbak, semoga artikel di blog ini bermanfaat..

      Hapus
  39. halo mbak lintang!
    saya cinta banget sama blog mba :D beneran deh, sangat mendetail, sampe2 zat2 yg ga kita tau itu apaan dijelasin, bener deh te-li-ti bgt..beda sama blog2 lainnya :3
    aku selama ini jd silent reader kamu, hehe oh ya mbak, mbak kuliah jurusan kimia gitu bukan? sampe tau segala jenis dan efek zat2 yg ada di beauty product :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Juliana..
      makasih ya, hehehe..

      aku nggak kuliah di jurusan kimia, tapi peternakan. belajar kimia juga sih, tapi yg berhubungan dgn pakan,obat hewan,pangan. kalo kosmetik enggak..
      dengan share info kayak gini jadi bisa nambah pengetahuanku juga soalnya pasti aku banyak browsing. kalo nggak ngerti aku juga suka tanya sana-sini kok..hihihi

      Hapus
  40. Klo untuk kulit berminyak bisa pake toner homede ini ga mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa.. saccharomyces bisa menyeimbangkan kadar minyak dan air. jadinya kulit tetap lembab karena mengikat air, tapi minyak terkontrol (di teorinya sih gitu)

      Hapus
  41. Postingan yang keren ini, salam kenal ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Amelia.. salam kenal

      Hapus
  42. sist klo ga di taro di kulkas gmna? aku ng kos soalnya.. huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak apa2, asalkan dikasih pengawet natrium benzoat..

      Hapus
  43. sist, klo gak di taro di kulkas gpp kn?aku anak kos jd ga punya kulkas hhhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa, tapi dikasih natrium benzoat supaya nggak cepat rusak
      temenku yg anak kost nyimpen diy skincare di botol kaca, botol kacanya direndam air dalam mangkok, biar dingin katanya. boleh juga tuh ditiru.. hihihi

      Hapus
    2. eh mbak tapi temen kamu juga nambahin natrium benzoat jugakah?

      Hapus
    3. iya, dikasih.. sekarang suka bikin stock untuk 1 minggu. aku tanya, kalo dah pakai natrium benzoat kenapa botolnya harus direndam? kata dia buat antisipasi. dia bilang, kalo nggak direndam, hari ke-4 baunya udah agak beda meskipun masih aman aja dipakai. maksudnya aman itu karena nggak bikin reaksi aneh2 di kulit dia..

      Hapus
  44. Super sekali mbak :D
    Ramah pula mbaknya selalu jawab pertanyaan2..
    Btw,udah sebulan nih mbak. Ada review pemakaian sbulannya ? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. makasih
      njawab pertanyaan itu penting, soalnya aku juga sebel kalo tanya di blog orang nggak dijawab ma bloggernya
      belum sebulan lho.. ntar aku review tanggal 16 aja

      Hapus
  45. cant wait for june 16 :p btw oke banget drpd pake pelembab ya mba? masi pake pelembab biasa ga?? pake apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. kalo aku lebih suka ini daripada pelembab komersil, nggak ada lengket2nya. aku udah nggak beli pelembab, yg aku pakai sekarang cuma toner ini & seaweed moisturizer gel (homemade juga)

      Hapus
  46. Woah keren banget post nya dear ^^ eksperimen yg kerenn :D
    Aku slalu suka baca DIY yang didasarkan dgn pengetahuan kimiawi XD *takjub*
    Kebetulan aku baru beli SKII FTE (stlh nabung2 dan ngirit2) tp belum rutin pakenya masih ngabisin hadalabo dulu :p

    DIY nya brilian banget, tp klo aku secara pribadi ngga telaten bikin nya tiap 3 hari sekali X'D harus bener2 tekun nih kalo mau pake toner ini hihi.

    thanks for sharing ya ^^ ditunggu hasilnya setelah satu bulan ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Xiao Vee..
      hihihi.. aku sering eksperimen, kadang sukses kadang gagal. yg gagal nggak dimasukin di blog
      dipakai aja selang-seling sama hada labo, biar hasilnya mantap

      DIY ini modifikasi dari resep toner sake. repot juga kalo nggak pakai pengawet. kendala DIY skincare memang umur simpan & rasa malas, hehehe..

      sama-sama.. oke siiip, nanti aku update

      Hapus
  47. mba blognya diomongin org lohh , tp biarin aja ding, toh yang mau coba ya silakan coba dan rasakan manfaatnya :D aku uda merasakan lagian ini bukan produk pesaing padahal , so why they so serious.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihii.. emang mereka merasa tersaingi toh? ya udah, biarin aja. btw ada link-nya nggak? penasaran pengen tau isi omongannya apa..
      sudah biasa kok kalo isi blog aku dicerca dengan comment & email yg menurut aku lucu2. aku yg baca bukannya marah malah pengen ketawa

      Hapus
    2. hehehe sabar y mba , ak jg pernah kyk gitu, provokatornya siapa ya kira2 -_-
      klau email gt psti mereka komplain krn produkny g cocok ya?

      Hapus
    3. provokatornya adalah orang yg insecure, hahaha..
      aku nggak pernah dikomplain tentang ketidakcocokan produk, soalnya di review udah aku jelasin ingredients yg berpotensi bikin breakout, iritasi dsb.

      biasanya dikomplain karena aku nulis post yg kontroversial semacam "produk skincare yg tidak perlu", "yuk pakai produk lokal". yang di "yuk pakai produk lokal" sedikit menyinggung soal kecurangan online shop, sepertinya ada yg nggak terima hehehe..

      Hapus
  48. Salken mbak Lintang,

    Eksperimen yg simpel dengan hasil yang memuaskan ya mbak.
    Hari ini aku mau praktekin ah, kebetulan di lab ada glassware brand new yg nganggur dan ada whatman no. 5.
    Oya mbak, bisa lebih spesifik lagi ngga ya untuk volume air yang dipakai.
    Dari 2 sendok nasi itu + setengah gelas air dapat rendemennya berapa ml mbak kira2.

    Mau share dikit. Proses fermentasi di bidang industri makanan dan kosmetik sudah amat biasa. Dan ragi sudah pasti biasa dlm proses fermentasi. Hampir tiap hari kita makan ragi lho, untuk bikin roti dan tempe, itu ragi yg dipakai. Dan kita makan juga ga masalah.
    Apalagi yg difermentasikan adalah bahan yg bisa dan aman untuk dipakai yaitu nasi. Jgn parno duluan dech dengan eksperimen yang berbau kimia.

    Atau jgn2 takut ya.. jualannya ga laku..hihihi..

    Oya mbak mau tanya, untuk mengetahui itu saccharomyces ferment filtrate, apakah bisa dianalisa pakai GC-MS ngga ya?? Standard untuk kalibrasinya pakai apa ya mbak.

    Matur nuwun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo.. salam kenal
      iya, memuaskan banget nih buat aku, hihihi..
      wah enak banget bisa bawa glassware & whatman dari lab, aku nggak berani. padahal sebenernya enak pakai itu..

      ya betul, fermentasi itu kan udah lazim di kehidupan kita sehari-hari. oh, aku udah baca itu comment2nya. lucu sekali, keliatan banget mereka asbun. mana ada Saccharomyces bikin jamuran di kulit manusia, substratnya aja beda. kalo raginya jenis Candida.. nah itu yg bikin penyakit.

      lucu banget kalo orang membandingkan hasil homemade dengan brand besar macam SK II. aku kan nggak membandingkan hasil homemadeku ini dgn SK II. aku juga nggak ada niat jualan produk homemadeku ini. online shopnya aja tuh yg insecure, hihihi..

      biasanya kalo untuk analisis hasil fermentasi pakainya HPLC, kurang tau nih kalo pakai GC-MS..

      Hapus
    2. oya maaf pertanyaannya terlewat
      volume filtratnya kurang tau berapa ml, di rumah aku nggak ada gelas ukur. tapi biasanya juga beda2 tergantung endapan. kadang aku bikin endapannya banyak karena nasinya hancurnya lebih banyak (faktor kepulenan nasi), jadi bagian air yg bening cuma dikit.

      Hapus
  49. Gw udah nyimak di grup makeup dan beauty itu. Gila yak! Si Bunny Beaute itu songong banget. Kata2nya ngrendahin banget. Gitu kok jadi admin. Tendang aje ke jurang. Cobak entar dia yg jatoh miskin dan gak mampu beli barang branded. Pasti mrongos abesss! Gue liat di akun Sample Corner juga. Ihhh, pasti doi takut dagangan SKII nya kagak laku setelah ada diy ini.

    Go Lintang! Gue demen sama postingan diy inih. Kreatip abess. Blog lu juga keren. Biar para cewe menengah ke bawah tapi sok-sok an addicted sama brand luar negri bisa rada insap. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. justru karena itu dia jadi admin. kalo aku nggak baca di group makeup & beauty, tapi di akun online shop. soalnya groupnya di closed sih.
      yg lucu, orang2 pada bilang bisa2 ini toner dijual sebagai barang palsu. amit2 deh kita jualan yg kayak gini, kurang kerjaan banget hehehe..

      makasih yaa.. eh nyatanya banyak orang memaksakan diri beli brand luar negri meskipun nggak mampu. biarlah.. itu hak mereka

      Hapus
    2. Sist,sample corner dia netral kok, malah merepost dan merangkum ulang lho agar yg penasaran dg DIY fermentasi bisa trbantu di grup tsb, malah membantu mnurut sy.. salam peace ^_^

      Hapus
    3. semoga beneran netral ya.. soalnya aku baca comment dia di akun miliknya sendiri, agak gimana gitu isinya..
      tapi ya biarin aja kalo dia mau repost hehehe.. titip salam peace buat sample corner di grup

      Hapus
    4. Netral apanya bok? Liat noh di akun pribadinya!

      Hapus
    5. baca blog mba lintang yg satunya http://blackdarkchamber.blogspot.com/ klo mo liat pendapat sample corner di akun pribadinya
      IMO sample corner ga netral tp cuma pencitraan XD

      Hapus
    6. jiakakakak netral KATANYAAA... IYAA KATANYA NETRAL :D

      Hapus
    7. sabar semuanya.. tetap tenang

      Hapus
  50. Waa, g sabar pengen buat, apalagi ini alami ^^. Makasih yaa infonya sistaa..
    queenalooks.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi yuk bikin.. iya, sama-sama sist..

      Hapus
  51. salam kenal mbak lintang, famous nh d grup ^^ ... padahal mah namanya juga diy, kalo mau buat y buat aja,kalo engga y tggl diem aja...
    penasaran juga nh mau coba buat, ga mampu beli skii sama ga mau keluar duit buat secret key XD... makasih y mba udh share ilmunya ;-)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo.. salam kenal
      hihihi, famousnya dengan cara konyol nih.. kenapa mereka nggak langsung aja comment disini ya, kenapa harus di grup yg aku nggak tau.
      bener, resep diy toh nggak harus semua dipraktekin. kalo nggak yakin, nggak usah bikin. tapi kalo mau menjelek2kan silahkan langsung ngomong di blog yg empunya (kalo berani)

      iya, sama-sama.. semoga bermanfaat

      Hapus
  52. Karina Fransisca6 Juni 2014 11.57

    aku udah bikin dan pake diy toner ini sejak 29 mei, lebih nyaman rasanya di kulitku yg oily. lebih suka ini malah drpd secret key STE. biar aja orang2 sombong itu ngomong sesukanya. mrk belom bikin, belom ngerasain sendiri.
    pake diy skincare ternyata enak. gampang, murah, cocok di kulit. daripada buang2 duit beli di olshop yg pemiliknya ga pny attitude wkwkwk.
    biar punya duit, klo ada cara murah n sehat knp engga? homemade skincare bisa ngurangin tumpukan bhn kimia yg nyerap ke kulit. skrg aku jd pecinta homemade skincare gara2 baca blogmu. ditunggu ya diy lainnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah kalo cocok, wah sampai dibandingin ma STE segala..
      ah mana mau mereka coba2. homemade skincare hanya untuk orang bijak, hihihi.. homemade skincare bukan untuk orang miskin atau pelit seperti kata mereka.

      makasih Karina.. siip, ntar aku bikin diy lainnya

      Hapus
    2. Karina Fransisca6 Juni 2014 12.40

      ya mba, aku berani bilang aku lbh suka toner ini daripada STE. nasi yg aku pake dari beras lokal bukan beras jepang. temenku yg pake SK II FTE uda nyoba toner ini jg, ktanya bau n wujud aja yg beda, tp sama enaknya di kulit. justru dia ga ngerasain ada clekit2 di pemakaian awal, pdhl pas pertama pake FTE kerasa clekit2 coz kulitnya sensitip. mngkin krn diy toner ini alami n minus bhn kimia, dia bikinnya tnpa natrium benzoat. klo aku sengaja ksh natrium benzoat biar bs bikin banyak wkwkwk

      Hapus
    3. makasih atas sharingnya, Karina..keren kalo gitu, hihihi..
      tapi jangan banyak2 ngasih natrium benzoat, jangan dipakai bareng vit C & E juga. biarpun natrium benzoat itu pengawet makanan & aman untuk kulit, bisa jadi fatal jika ketemu vit C & E (membentuk benzene yg karsinogenik)

      Hapus
  53. Halo sis, aq udah coba bikin ini 2 hari lalu,dan lumayan sukses. Hanya saja ada sedikit masalah di ukuran / takaran. Lagi pula aq pengen tau apa bedanya kalo difermentasikan antara 3 jam dengan 3 hari ? apa cuma beda di kadar alkoholnya atau juga ada beda di kadar piteranya ? Soalnya kalo kadar piteranya lebih tinggi setelah 3 hari, kayanya aq pengen buat yang fermentasinya lebih lama, karena masalah sis khan kulit sensitive sehingga make yang fermentasinya 3 jam, tapi kebetulan muka aq ga sensitive.
    Bisa ga ukurannya dalam gram atau mili ? Kalo setau aq sih biasanya air : nasi = 10:3, tapi kalo soal raginya aq ga tau.
    Btw, pembahasannya di sini lumayan detail, thanks banget udah sharing ^^
    kalo bisa update dong hasil pemakaiannya setelah 1 bulan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo baru pertama kali buat silahkan dilihat sesuai foto di post ini. membuat homemade skincare itu seperti memasak. pertama kali bingung sehingga harus ikuti resep. lalu lama2 bisa menentukan takaran yg pas sesuai selera / kebutuhan.

      fermentasi yg diperpanjang cuma mengubah kadar alkoholnya. tapi bisa aja dicoba kalo mau lebih ngerti.

      yg aku pakai sekarang takarannya gini air 200 ml, 20 gram nasi, 3 gram ragi. tapi nggak selalu, lebih sering dikira2 karena nasi yg dimasak di rumah kadang pulen, kadang keras hehehe.. disesuaikan aja

      sama-sama..
      oke, kalo udah sebulan ntar aku update, tapi hasilnya di mukaku nggak murni dari toner ini karena aku juga pakai homemade skincare yg lain

      Hapus
  54. Mkasih mbak lintang. Jadi inget nenek yang mau bikin tape tapi dari beras ketan. Ternyata bisa dijadiin toner

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama Adinda..
      kalo ragi tape jangan dipakai buat bikin toner lho, spesiesnya beda soalnya..

      Hapus
  55. lintang, makasih yaa udah di post diy nya. penasaran banget aku pengen coba ^^
    beberapa bulan ini aku emang lagi addict sama diy skin care - makeup
    soalnya menurut aku, aku udah kebanyakan pake bahan kimia ke wajah dan tubuh
    entah sabun cuci muka, krim, dan lain lain dan perlu sesuatu yang lebih less-kimia :D

    aku mau coba bikin, nanti Insya Allah aku update progress nya. makasih ya lintang ^^

    amandaanandita.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Amanda.. iya, sama-sama
      sekali2 kita perlu mengistirahatkan kulit dari segala sesuatu yg full chemicals (menurutku sih). aku juga baru menyadari itu setelah kulitku bermasalah, hihihi..

      yuk dibikin.. nanti boleh dong progressnya diupdate di blogmu. sama-sama Amanda. makasih udah mampir kesini

      Hapus
  56. Hai Mbak Lintang..

    Ga usah dengerin omongan orang yang "Kurang Ngerti" yang penting niat kita baik..
    Saya sendiri sudah 5 hari ini mencoba DIY Pitera, dan alhamdulillah ga da masalah apapun. malah muka terasa lebih halus, lembab, oil controlnya oke dan pori-pori terlihat lebih mengecil. dan insya allah mau di telatenin pake DIY piteranya, secara beli SK-II ga kesampaian,,hehe
    Terima kasih banyak untuk ilmunya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak Intan..
      makasih ya, betul banget.. niat kita kan baik, cuma mau berbagi tips.
      syukurlah kalo cocok, keren banget ada efek mengecilkan pori2.. justru di muka aku sendiri efek ke pori2nya nggak begitu terasa, hehe..

      yuk mari ditelatenin jika cocok..
      sama-sama mbak

      Hapus
  57. hi lintang blgmu ini keren dan bermanfaat banget.. aku baca blogmu tanggal 1 juni. praktek tnggal 2 juni. sampe sekarang. hasilnya? bekas jerawat memudar. belum sebulan sih. tapi aku suka banget pake pitera ini. karena kulit terasa kenyal. oya aku make ini tanpa tambahan pelembab lg. krim siang ato malam.
    pertanyaanku, gpp kah tanpa make krim siang/malam lagi? kalo keluar rumah masih perlu sunblock lagi ga? makasiih lintang ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak iin.. makasih yaa
      wow cepet banget ya efeknya, kalo di aku bekas jerawat susah banget dihilangkan pakai toner ini.

      kalo tanpa krim siang/malam sebenernya nggak apa-apa, tapi biar hasilnya lebih maksimal sebaiknya dilengkapi dengan skincare yg sudah cocok dipakai. sunblock juga perlu banget, soalnya toner ini nggak ada perlindungan terhadap sinar matahari.
      sama-sama mbak..

      Hapus
    2. bekas jerawat memudar. belum benar2 hilang :D. dan ada jerawat mau tumbuh, kukasih ini bnyak2 ga jd muncul. oya kalo lintang pake sunblock apa? kulitku berminyak banget. udah umur 32, jerawat masih rajin muncul. tp toner ini membantu bgt. mau coba yang masker oatmealnya.

      Hapus
    3. toner ini juga bisa mencegah jerawat membesar kalo di aku. aku pakai sunblock parasol mbak, krimnya thick banget tapi nggak masalah di aku soalnya kulitku kering.
      syukurlah kalo cocok.. yuk dicoba masker oatmealnya..

      Hapus
    4. kl kulit berminyak bagus ga ya. kl sunscreen dr wardah itu gimana? oya kemaren dah make masker oatmealnya. beneraan kulit jd lembuut. Lintang pinter banget siih.. DIYmu bagus semuaa.. lanjutkann. jangan dengerin suara sumbang diluar sana ...

      Hapus
    5. parasol ada bahan comedogenic nya (SLS), tapi masih mending dari wardah. wardah lebih banyak lagi bahan comedogenicnya, cuma menang di tekstur yg ringan.

      mending pake day cream yg udah biasa dipakai aja, mbak.. soalnya day cream umumnya mengandung sunscreen meskipun nggak ditulis spf nya. kalo udah day cream, nggak perlu ditumpuk sunblock lagi biar kulit nggak ketutupan banyak lapisan

      hehehe aku nggak pinter, cuma suka baca dan coba2. makasih mbak iin.. oke siip, tetep lanjuut

      Hapus
    6. siip makasiih udah dijawab dengan ramaah.. hehe.. lanjuutkaan. masih penasaran dengan kekreatifanmu :)

      Hapus
    7. sama-sama mbak iin.. hehehe

      Hapus
  58. Lintang, aku dah coba toner ragi & seaweed gel, cock di aku, gak bikin breakout.
    Tolong bikin diy buat puffy eyes dong, terima kasih byk ya XOXO

    BalasHapus
    Balasan
    1. senangnya kalo pada cocok, hehehe..
      oh, untuk puffy eyes bisa coba toner storm yg baru aku posting. itu bisa mengurangi dark circle kalo di aku. siapa tau untuk puffy eyes bisa, soalnya mengandung chamomile yg bagus buat ngompres mata..
      iya, sama-sama..

      Hapus
    2. Hai Lintang.. Salam knal ya.. seneng bgt baca blog mu ini.. n berencana buat bikin si adonan ini today... hehhe (ga tau ni mao cb yg ini atau yg STORM)

      ada yg mao saya tanya ni, di post2 sebelumnya km ada refer blog mengenai fermentasi beras juga kan.. disitu ada disuru pake lemon (supaya bakteri mati)..
      klo disiini knp km ga pake lemon ya? ada sebabnya kah?? haha

      untuk rutinitas saya biasa pake toner-moisturiser-sunscreen/bbcream..
      kalau untuk adonan ini setelah pake moisturiser masi boleh pake bbcream lagi gak?
      atau baiknya gmn gt kalo untuk pemakaian siang?

      makasihhhh...

      Hapus
    3. halo Shelrin, salam kenal.. makasih yaa
      coba yg ini dulu, kalo oke baru upgrade ke STORM hehehe..

      oya, air lemon boleh kok dimasukkan pas fermentasi. aku aja yg nggak cocok sama lemon (iritasi), makanya resepnya aku modifikasi. tapi boleh juga lho dicoba (homemade skincare kan boleh dimodif sesuka hati, hihihi..)

      boleh. bb cream kan termasuk makeup, tentu aja boleh dipakai sesudah skincare. toner-moisturizer-sunscreen/bb cream udah oke tuh

      sama-sama..

      Hapus
    4. mbak bener diy buat puffy eyes hahahha.. kantong mata ku mayan nih, suka begadang sih -_-" kompres camomile bagus ya kayaknya tp biar lebih nampol gt *ehem ehem* andai aja produk macam aloe gel, destilled water mudah didapat scr bebas kek diluar negeri yaah ,jd ga repot.

      Hapus
    5. hehehe.. aku juga masih searching bahan DIY yg bagus buat puffy eyes, dark circle, kerut sekitar mata, susah memang ngurusi kulit daerah situ.. produk khusus mata semacam eye cream, eye gel aja jarang ada yg ampuh.

      iya, di indonesia susah nyari bahan2 DIY mungkin karena disini nggak lazim DIY kayak gitu. distilled water dijual di toko bahan kimia (nama lain aqua destillata/aquades). bikin sendiri sebenernya bisa tapi rempong.

      Hapus
    6. klo ada aloe gel ak mau deh pake pelembab itu aja, aku suka aloe sih :D
      bener, eye cream 1 sisi bikin milia juga loh, dan bikin berminyak kelopaknya.. malah gerah >_<

      Hapus
    7. Air kemasan Amidis itu distilled water juga kan? Isinya cuma H2O, gak ada mineralnya.

      Hapus
    8. iya bener.. eye cream bisa bikin milia kalo bersihinnya kurang tuntas. yg aku nggak suka, bikin kulit sekitar mata jadi lengket

      Hapus
    9. iya, amidis memang distilled water.. dibuatnya dengan proses distilasi

      Hapus
    10. Aquades bisa beli di bengkel mbak, murah nggak sampai 5rb per liter. Bilang aja beli air aki tapi jangan sampai keliru sama asam sulfat bahaya. Biasanya istilah di bengkel untuk asam sulfat (H2SO4) adalah accu zuur ( aki sir) jadi jangan bilang beli accu zuur ya hehehe....

      Hapus
    11. atau air radiator ya? biasanya buat radiator pakai air hasil penyulingan. yg di toko bahan kimia harganya juga nggak sampai 5 ribu per liter..

      Hapus
  59. kak,kalo ga pakai ragi fermipan,tapi merek lain gmana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh, yang penting ragi khusus roti..

      Hapus
  60. Kak mau tanya semisal waktu fermentasi udah ngeluarin gelembung kayak soda dari bawah tapi nasi nya tetep bentuk nasi gk kyk gel itu fermentasinya berhasil gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu tetep sukses kok.. hancur tidaknya nasi tergantung dari kekerasannya, kalo nasinya pulen cepat hancur jadi gel

      Hapus
    2. Halo mba lintang aku udah bikin 2 hari yang lalu hasilnya amazing banget,sebelumnya ak dah derperado sama flek yang bandelnya minta ampun,belum lagi jerawat kecil2 dijidat dan pipi bagian luar,ditambah 3 biji jerawat batu di dagu krn menjelang mens.setelah 2 hari memakai toner ini aku melihat perubahannya.flek flek mulai berkurang,jerawat2 kecil pun berhamburan hehehe,jerawat batunya jg mulai mengempes.oya aku pake nasinya nasi merah karena kebetulan dirrumah makannya nasi merah,itu sama hasilnya dengan beras putih gak mba,karena nasinya kok gak hancur sama sekali tp ada gelembung2 nya.baunya juga enak kok mirip2 tape menurutku.makasih banget ya mba lintang blognya bermanfaat banget,and maafin ya commentnya kepanjangan hehehe

      Hapus
    3. halo mbak enny, comment panjang nggak masalah kok, hehehe..
      malah bagus dong pakai nasi merah, lebih banyak vitamin B nya. kalo nasi nggak hancur nggak apa2, asalkan nasinya keliatan mengembang, ada gelembung & bagian atas nasinya udah ada sedikit endapan starch nya.

      wow keren ya efeknya.. baguslah kalo cocok, soalnya murah banget ini hehehe.. semoga tambah bagus kondisi kulitnya dalam pemakaian jangka panjang.
      sama-sama mbak enny..

      Hapus
    4. Kak terus kan waktu udah disimpen di botol kaca kan di bawah ada kayak endapan putih2 gitu kalo dikocok ntar fermentasinya warnanya jd lebih putih. Itu endapan karena kurang bersih nyaringnya atau apa kak? mau disaring lagi takut itu termasuk pitera nya hehe. Btw thanks kak udh sharing :)

      Hapus
    5. itu endapan putih dari pati nasinya. ya, karena kurang kecil pori2 alat saringnya (kain yg dipakai). disaring lagi boleh, nggak juga no problem, tapi pakainya nggak usah dikocok..
      oke sama-sama..

      Hapus
  61. mba rajin2 bikin diy yaaa,, klo bs bahannya yang mudah didapat..storm gt lumayan susah bahannya. kyk teh camomile, jamur enoki hehe..
    tp klo susah gt pasti keren efeknya, lagi berburu camomile + enoki soalnya ;D lumayan susah ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku suka banget diy skincare, ntar aku beberin semua disini, hehe..

      resep storm bisa dimodif kok. kalo nggak ada enoki, bisa diganti jamur lainnya. misal jamur kuping (yg putih atau hitam sama bagusnya). atau pakai jamur merang. jamur merang tinggi banget protein & asam lemak tak jenuhnya, bagus buat kulit, tapi pilih yg nggak diawetkan lho.. tehnya juga bisa diganti teh hijau, malah bagus banget buat pencegahan/pengobatan jerawat.
      dimodif suka-suka aja resepnya, yg penting hasilnya oke di kulit masing2 hehehe..

      Hapus
  62. kezia abigail11 Juni 2014 14.40

    Mbak lintang..
    Residu (beras/nasi yg sudah terfermentasi) kira2 kandungan piteranya bisa lebih banyak dari filtrat saringan pertama ngga ya?
    Jika beras/nasi yg sudah terfermentasi tsb kita giling/hancurkan kemudian disaring lagi, apakah filtrat ini punya efek yg sama dgn filtrat hasil saringan pertama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemungkinan bisa lebih banyak. tapi yg jadi masalah, kalo kita menggiling lagi residunya, lalu disaring lagi, filtratnya mengandung banyak pati.. harus disingkirkan dulu patinya

      aku udah coba giling & saring lagi kayak gitu, filtratnya jadi lebih dikit & lebih keruh (karena pati) & ternyata kurang lembab rasanya. memang pati itu bikin kulit matte & menyebabkan white cast, efek melembabkannya kurang mantap

      Hapus
  63. mba jualan share in jar dong,, heheh ngga sempet bikin tp pengen coba. salam kenal y

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal Okty
      hehehe.. aku nggak jualan. ini gampang & simpel banget kok bikinnya, coba aja deh

      Hapus
  64. Assalamualaikum, Mbak Lintang keren banget euy kreatif banget...! :D Kalo boleh tau, sifatnya toner buatan ini ketergantungan ga? Soalnya paling ngeri kalo pake bahan kecantikan yg ketergantungan, pas kita ndak pake langsung berubah ke awal atau malah lebih ancur :D
    Aku tunggu ya jawabannya Mbak :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam..
      hehe makasih.. oh, produk kecantikan yg menyebabkan ketergantungan itu biasanya disertai gejala awal seperti:
      - mengeksfoliasi kulit, untuk regenerasi kulit pakai acara ngelupas heboh gitu
      - ada rasa nggak nyaman di awal pemakaian (bisa merah/gatal/perih/rasa ditarik2)
      meskipun nggak semua produk yg ada efek itu pasti menyebabkan ketergantungan

      nah, kalo homemade saccharomyces toner sama sekali nggak ada efek eksfoliasi. tanpa purging juga. orang2 yg udah coba pada bilang nggak mengalami purging. untuk reaksi merah/perih itu tergantung kulit masing2, apakah kulit sensitif terhadap alkohol atau enggak.

      di aku yg kulitnya sangat sensitif terhadap alkohol, toner dengan waktu fermentasi 3 jam oke-oke aja. pernah aku fermentasikan 5 jam, ada sedikit clekit2. semua produk fermentasi itu mengandung alkohol, semakin lama fermentasi semakin banyak alkohol

      kesimpulannya, toner ini nggak masuk kategori sebagai kosmetik yg berpotensi menyebabkan ketergantungan. lagipula saccharomyces termasuk bahan yg menurut hasil penelitian sama sekali tidak punya efek samping (aku sih percaya kata peneliti, hehehe)

      Hapus
  65. Hai mba lintang salam kenal
    Penasaran pengen banget nyoba,mba mau tanya ni
    Saya kebetulan pakai day cream sama night cream vit.E
    Kalau saya buat toner ini tanpa memasukkan pengawet apa masih boleh pakai day cream dan night cream vit.E saya mba?
    Soalnya kalau pake pengawet kan sebaiknya tidak menggunakan skin care yg mengandung vit.E dan C.
    Terima kasih untuk jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, salam kenal..
      kalo tanpa natrium benzoat, tentu aja boleh pakai cream vit E. pantangan vit C & E cuma gara2 natrium benzoat itu

      atau kalo mau pakai pengawet alami, bisa coba lime essential oil/cinnamon oil, bisa untuk 1-2 minggu. atau air lemon, bisa untuk 1 minggu (kalo kulit tahan dengan air lemon). pengawet alami ini aman dipakai dengan vit E & C

      Hapus
  66. Wuooooo....... amazing sekaliii!
    Rumor said, merk yang sangat termahsyur dengan piteranya itu konon memperoleh margin laba hingga 70%. Setelah baca blog ini, saya jadi mulai percaya sama rumor itu, hahahahaha..... Thanks for sharing :D

    BalasHapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah