Jumat, 28 Februari 2014

Alter Ego : Goth vs Hippie

Haii...

Post kali ini tentang kreasi makeup bertema :


Lebih tepatnya :

GOTH vs HIPPIE !!

Biasanya saya itu....


GOTH 

- pendiam
- penyendiri alias nggak terlalu suka bergaul
- misterius (atau sok misterius?)
- tegas dan keras
- pemberani

Di sisi lain, saya juga......


HIPPIE 

- cerewet (jika menghadapi orang yang lebih pendiam atau jutek)
- cinta damai
- positive thinking
- selalu gembira
- nyantai

Hehehe... sebelum melihat muka saya yang sudah berlumur makeup, lihat dulu bare face saya

Saya sudah mandi lho.. kelihatan kucel ya?
Jangan bosan lihat baju saya hitam terus, saya jarang punya baju warna cerah ceria

Dan inilah hasilnya...

THE REAL ME (GOTH)

Lumayan sangar ekspresinya

Saya belum bisa bikin kontur hidung yang baik & benar nih..

Saya nggak pake maskara (lupa)
Nggak suka pake bulu mata palsu, kelopak mata saya pernah gatal-gatal karena lem bulu mata

Kalo foto menghadap jendela warna mata saya berubah jadi begini
Faktor pencahayaan sih, tapi saya suka.. kelihatan lebih tajam sorot matanya!

lalu...

MY ALTER EGO (HIPPIE)

Kenapa muka saya jadi kayak bocah?
Ini memang gaya makeup yang cocoknya buat remaja

Orang-orang biasanya suka makeup natural kayak gini
Tapi saya nggak suka, nggak gue banget

Sumpah saya nggak tahu gimana cara berpose yang cute hahaa..

Harusnya warnanya lebih tajam lagi, maafkan kamera saya

Itu lipstik pink lumayan cakep ya, tapi nggak pernah saya pake lagi. Dulu saya pake, memang bikin wajah kelihatan lebih muda - yang saya kurang suka. Masalahnya kalo kelihatan lebih muda itu sering dilirik cowok-cowok berondong. Beneran, saya nggak bohong ato kegeeran. Kalo lagi makan di suatu tempat, ada sekumpulan cowok berseragam SMA melirik-lirik saya. Saya cek, di belakang saya nggak ada cewek lain, berarti mereka emang ngeliatin saya. Ato ada orang yang iseng ngajak kenalan, ternyata dia umurnya jauh lebih muda. Jiahh.. repotnya jadi idola remaja hehehe...

Sudahlah, abaikan saja paragraf yang di atas. Sekarang saya mau nunjukin barang-barang yang saya pake untuk bikin dandanan tadi.


  • Pelembab : Saya pake Viva Skin Food yang kaya minyak untuk melembabkan kulit saya yang keringnya kebangetan. Setelah itu pake Home Snow Vanishing Cream sebagai anti kilap.
  • Foundation : saya nggak pake foundation karena kulit saya gampang kering kalo ditemplokin foundie atau BB cream. Saya pake bedak Fanbo Rose 68, kan katanya udah mengandung foundation?  Saya aplikasikan dengan spons segitiga (spons khusus foundation) yang sudah dibasahi air sedikit. Hasilnya rata & mulusss...bebas cakey! Udah kayak pake foundation sungguhan, tapi nggak bisa menutup noda hitam bekas jerawat dengan sempurna
  • Bedak  : Marck's Venus Compact Powder (invisible). Kalo cuma Fanbo aja hasilnya kurang pucat.
  • Blush on : Rivera (passion peach), tipis aja supaya tetap terlihat pucat
  • Eyebrow : Fanbo (hitam)
  • Eyeshadow : Davis eye pencil (hitam), eyeshadow cream Viva (hitam), Pixy (yang coklat tua)
  • Eyeliner : liquid eyeliner Pixy, Davis eye pencil (hitam) supaya eyeliner-nya nggak terlalu glossy, Pixy eyeliner pencil (hitam) untuk waterline
  • Kontur hidung : Pixy eyeshadow (coklat tua)
  • Lipstik : Red A no. 635 + Oriflame Pure Colour Black Cherry

Yang ini lebih simpel
  • Pelembab : masih sama, Viva Skin Food & Home Snow
  • Foundation : sama, bedak Fanbo yang diaplikasikan dengan spons segitiga lembab. Nggak saya lanjutkan dengan bedak karena hasilnya sudah cukup matte
  • Blush on : Red-A seri B (pink)
  • Eyebrow : Viva (coklat matang)
  • Eyeshadow : Mustika Puteri Peachberry, pake yang ungu & pink
  • Kontur hidung : eyeshadow Mustika Puteri Peachberry yang coklat tua
  • Eyeliner : Pixy liquid eyeliner hitam. Untuk waterline saya pakai eyeshadow Mustika Puteri Peachberry yang putih
  • Mascara : Pixy (hitam). Tipis aja soalnya mata saya sering perih kalo pake maskara banyak-banyak
  • Lipstik : Mustika Puteri Peachberry (pink) + Wardah Wondershine (soft pink)
Lalu ini alat yang saya pake

1. Eyeshadow brush. Aslinya bentuknya nggak kayak gini, itu basah karena memang langsung saya cuci sehabis dandan 
2. Lip brush, karena saya nggak suka pake aplikator bawaan dari Mustika Puteri
3. Spons foundation segitiga. Kalo dibasahi sedikit bisa untuk mengaplikasikan TWC sebagai foundation
4. Powder/blush brush. Saya suka pake ini untuk meratakan bedak & blush on

Goth vs Hippie versi Lintang

Udah dulu ya! Sampai jumpa lagi...

Rabu, 26 Februari 2014

Extra Virgin Olive Oil Sahabat Kulit dan Rambut

Haloo..

Eh, judulnya kayak iklan ya? Beneran deh saya nggak lagi beriklan, review ini saya tulis tanpa sponsor juga. Kali ini saya mau membahas tentang sahabat baru saya, si EVOO (extra virgin olive oil)  yang mereknya Filippo Berio. Yang sering masak dengan olive oil pasti tahu merek ini. Ya, memang EVOO yang saya pake adalah sejenis minyak untuk memasak, bukan olive oil khusus untuk kosmetik. Inilah penampilan si EVOO Filippo Berio


Bentuknya kayak minyak goreng banget
Ada tulisan "for salad dressing and flavoring"

Mulut botolnya lebar banget, asik buat masak tapi nggak asik sebagai kemasan kosmetik

  • Harga : Rp 38.500 (isi 250 ml)
  • Kemasan : botol kaca yang saya kurang suka. Takut terguling & pecah. Tapi kemasannya cantik, terkesan vintage. Bisa mempermanis meja dapur atau meja rias
  • Warna : kuning jernih
  • Tekstur : cair tapi agak kental, ya kayak minyak goreng pada umumnya. Saat dioleskan ke kulit terasa agak greasy, tapi ringan & cepat meresap.
  • Aroma : aromanya khas olive oil, nggak wangi tapi enak kayak bau makanan hehe.. Sebagai kosmetik, lebih enak wanginya olive oil Wardah atau Mustika Ratu. Dulu saya pernah punya minyak zaitun Mustika Ratu, wanginya enak karena ada campuran melati, tapi saya kurang suka efeknya yang kurang maksimal, maklum karena dia bukan EVOO.
sumber : kosmetik.mustikaratu.com

  • Rasa : rasanya getir & sepet karena ada zat oleuropein & oleocanthal yang memberi rasa khas olive oil. Biar rasanya aneh, saya suka pake ini sebagai pengganti lipbalm & kadang saya campur ke makanan, ini kan memang untuk dimakan.
Saya rutin pake EVOO Filippo Berio beberapa minggu ini karena kulit lagi kering parah & kayaknya nggak ada pelembab yang mempan. Sebenarnya dikasih Viva Skin Food bisa lembab lagi, tapi cuma sementara. Karena putus asa, saya tertarik untuk mencoba EVOO. Saya pilih yang "extra virgin" karena manfaatnya tentu jauh lebih terasa daripada yang olive oil biasa. 

Oh ya, pasti semua sudah tahu, olive oil itu baik untuk kulit, rambut & kuku. Kegunaannya adalah sebagai pelembab alami (emollient) untuk kulit wajah, badan, dan kulit kepala, melembutkan & menyuburkan rambut, merawat kuku & membersihkan kutikula, serta sebagai makeup remover yang aman untuk bibir & mata. Ya, itu semua telah kita ketahui, tapi kenapa olive oil bisa ajaib seperti itu? Inilah faktanya:
  • olive oil mengandung banyak antioksidan, fitosterol (kolesterol asal tanaman), dan  vitamin
  • olive oil mengandung lemak jenuh yang rendah, banyak mengandung omega-6 (asam linoleat) dan omega-3 (asam linolenat). Olive oil kaya akan mono unsaturated fatty acid/MUFA (alias asam lemak tak jenih tunggal) yaitu asam oleat & palmitoleat. Jika rutin dikonsumsi sangat efektif untuk melawan kolesterol jahat (LDL). Keampuhan olive oil sebagai penangkal kolesterol jahat tidak hanya karena dia mengandung MUFA saja, tetapi juga fitosterol (yang dinamakan beta-sitosterol).  Asam lemak tak jenuh banyak digunakan sebagai moisturizing agent dalam kosmetik
  • olive oil, terutama yang extra virgin olive oil (EVOO) mengandung banyak komponen fenolik yang disebut oleuropein & oleocanthal. Keduanya adalah antioksidan yang kuat. Oleocanthal mengandung ibuprofen sebagai agen anti peradangan.
  • olive oil kaya akan vitamin E yang bersifat sebagai antioksidan. Antioksidan melindungi sel dari pengaruh radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini.
Keren ya? Tapi ada negatifnya juga sih, olive oil termasuk bahan mild - moderately comedogenic. Buat yang punya kulit berminyak, sebaiknya jangan berlebihan pake olive oil. Setelah dioles langsung lap pake tissue supaya muka nggak kebebanan minyak & jadinya menyumbat pori-pori. Biarpun olive oil termasuk bahan alami, banyak orang yang nggak cocok juga & malah timbul alergi. Teman saya ada yang gatal-gatal & kulitnya merah kalo pake EVOO, berarti dia nggak cocok.

Nah.. ini adalah cara saya menggunakan EVOO :

Sebagai Makeup Remover

Keampuhan olive oil sebagai makeup remover tidak perlu diragukan lagi. Semua makeup waterproof langsung lenyap dengan usapan lembut tanpa rasa perih. EVOO sangat baik untuk membersihkan makeup di daerah sensitif seperti mata & bibir. 

Saya coba untuk membersihkan lips & eye makeup. Dari atas ke bawah ada liquid eyeliner Pixy, mascara Pixy, lipstik matte Mirabella Colorfix, dan eyeshadow cream Viva hitam. 


Saat EVOO dioleskan, eyeliner & mascara langsung luntur. Saat diusap 1 kali dengan kapas langsung bersih tapi masih ada sedikit residu makeup, bisa bersih sempurna dalam 3 kali usap. Saya nggak akan menunjukkan bentuk kapasnya, terlalu ngeri untuk dilihat, hehe..

Sebagai pelembab untuk wajah, bibir & badan

Kulit saya jenisnya kering, keturunan ibu saya. Tapi akhir-akhir ini keringnya keterlaluan karena kegiatan lab yang mengharuskan saya terpapar uap bahan-bahan kimia *yeah, kulit saya memang manja - yang penting orangnya enggak, hehe*

Tadinya saya pake EVOO ini untuk sekitar mata, hidung, dan bibir saja (daerah yang keringnya paling parah) sebelum tidur. Tapi lama-lama saya pake untuk seluruh wajah bahkan badan, nggak hanya sebelum tidur tapi juga di pagi hari sebelum beraktivitas. Hasilnya, kulit jadi kenyal & nggak kusam. Terasa greasy sih awalnya, tapi ringan & cepat meresap seperti halnya lotion. Memang EVOO bikin kulit mengkilap sih, tapi untuk muka di-blot dikit dengan tissue & hasilnya muka nggak minyakan seharian tapi tetap lembab *mungkin itu berlaku buat kulit kering aja*

Oya, banyak blogger yang bilang jerawat bisa cepat kering & bekasnya bisa cepat hilang jika dioles EVOO. Memang benar, saya sudah membuktikan. Dengan EVOO 2 hari aja jerawat saya yang kemerahan kempes. Padahal sebelumnya saya pake Betadine nggak ngefek juga, hehe.. Waktu itu saya belum pake EVOO, jerawat cuma diobati Betadine karena saya takut pake gel obat jerawat seperti Mediklin atau Benzolac, alkoholnya ngeri.. bikin kulit saya mengelupas.

Kiri : jerawat merah, kulit kering & kasar, belum pake EVOO
Kanan : 9 hari kemudian setelah pake EVOO. Bekas jerawat memudar & kulit jadi agak halus

Komedo juga jadi mudah dibersihkan lho pake EVOO ini, dan komedo jadi nggak gampang balik lagi. Biasanya di pinggir hidung saya ada komedo putih (whiteheads) meskipun kulit saya kering. EVOO bikin komedo mudah diangkat & sampe sekarang saya belum lihat dia nongol, biasanya dalam 3 hari udah muncul.. nggak usah datang lagi juga nggak papa, saya malah senang hehehe..

EVOO bisa menyembuhkan jerawat karena mengandung anti peradangan (oleocanthal) & memulihkan kondisi kulit karena banyak mengandung antioksidan. Ah, saya jadi berharap EVOO bisa menghilangkan bekas luka, hehehe..

Saya suka pake EVOO sebagai pengganti lipbalm kalo lagi di rumah karena saya kurang suka dengan tekstur lipbalm yang licin. Meskipun begitu saya tetap harus pake lipbalm yang mengandung SPF kalo mau keluar siang-siang karena EVOO tidak mengandung sunscreen.

Untuk merawat rambut rusak

Baru seminggu lalu (eh lebih beberapa hari) saya bikin post tentang Glazelle de Pucelle Hair Fragrance karena rambut saya makin merah akibat sinar matahari. Saya perhatikan fotonya, ngeri juga keadaan rambut saya. Sudah merah, kering lagi. Rambut saya itu susah dirapikan karena terlalu ringan, kering & gampang berantakan kena angin kayak rambut singa. Saya pikir-pikir, kenapa nggak pake EVOO aja buat merawat rambut? Kan sudah terbukti oke di kulit, siapa tahu hasilnya oke juga di rambut. Selama ini saya ragu-ragu pake minyak di rambut, takut lepek. Saya dulu pernah pake minyak kelapa untuk rambut gara-gara terpengaruh artikel Yahoo. Eh, malah jadinya super lepek seharian, padahal pake minyaknya cuma dikit banget & udah keramas 2 kali tuh. 

Kekhawatiran saya tidak terbukti. Ternyata EVOO mampu memperbaiki rambut saya tanpa menyebabkan lepek. Saya pake beberapa tetes untuk diusapkan di batang rambut terutama di ujung-ujung rambut yang kering. Saya lakukan setiap sebelum keramas. Keramasnya nggak perlu pake shampoo banyak-banyak, minyaknya nggak tertinggal di rambut kok. Rambut jadi lembut seperti pake hair mask, mudah disisir & nggak gampang berantakan kena angin. 

Meskipun begitu nggak ngefek untuk warna rambut, rambut saya tetap merah. Adek kelas saya nggak percaya merahnya rambut saya karena sinar matahari. Dia bilang "Nggak mungkin mbak kalo rambutmu rusak, wong berkilau gitu.. Pasti disemir kan?" Hihihi.. jadi rambut saya sudah terlihat berkilau? Berarti udah agak sehat dong? 

Rambut singa, ini foto di post tanggal 15 Februari kemarin
Belum pake EVOO

Foto hari ini. Rambut masih merah, tapi agak lebih lembut
Warnanya beda dengan foto di atas, itu karena faktor pencahayaan + kamera *harap maklum*

(+) multifungsi : sehat untuk dimakan & sebagai kosmetik
(+) bisa menyembuhkan jerawat & cepat memudarkan bekasnya, menghaluskan & melembabkan kulit
(+) nggak menyebabkan breakout & alergi untuk saya
(+) bikin komedo mudah dibersihkan & nggak balik lagi
(+) menjinakkan rambut singa, hehe..
(+) kemasan vintage yang cantik

(-) baunya nggak terlalu enak sebagai kosmetik
(-) botolnya dari kaca yang berat, takutnya kalo jatuh & pecah
(-) harus didepot ke tempat lain supaya praktis, karena mulut botolnya kegedean & sering kebanyakan kalo dituang

Rate : 9/10
Repurchase ? yeaaa

demotivational poster OLIVE OYL
Hidup Olive!! Hahaa..

Sabtu, 22 Februari 2014

Marck's Venus Compact Powder

Heyy...
Kulit saya masih rewel pasca bencana kekeringan+breakout karena terpapar asap bahan kimia di lab. Saya udah ganti skincare, antara lain pembersih muka (post di sini) dan sekarang rutin pake extra virgin olive oil sebagai pelembab kalo lagi di rumah. 

Satu lagi yang diganti, yaitu bedak. Biarpun kulit lagi kacau, tapi kalo pergi tanpa bedak tuh gimana gitu rasanya. Saya stop pake Fanbo Rose 68 karena parfumnya luar biasa banyaknya, bikin perih di kulit saya yang kering parah. Berat hati saya saat memecat Fanbo, selama ini dia andalan saya karena bisa nempel dengan baik & cakep. Setelah itu saya pake Marck's loose powder, nggak perih sih tapi nggak nempel di kulit, mungkin karena bentuknya bubuk. Karena saya cocoknya pake Marck's, saya beli bedak padatnya deh, siapa tahu hasilnya lebih bagus.

Dan inilah bedak jagoan saya selama 1 bulan ini :


Marck's Venus Compact Powder shade no. 01 (Invisible)
Baru 1 bulan, tulisannya udah hilang, hehe..

Harusnya ada tulisan "Marck's Venus" seperti ini
sumber : website Kimia Farma

Bagian belakang kemasannya

Bagian dalamnya, ada kaca tapi minus tempat spons

  • Harga : Rp 32.000 (dengan tempatnya) netto 12 gram
  • Kemasan : menurut saya sih nggak jelek, tapi nggak cakep juga. Kemasannya nggak terkesan murahan tapi juga nggak luxurious. Bahannya halus, ringan,kuat. Sayang tulisan "Marck's Venus" nya cepat hilang, harusnya lebih awet, tulisan ini kan identitas produk  Tutupnya rapat tapi mudah dibuka. Yang saya suka adalah kemasannya yang travel friendly, masuk kantong pun bisa karena panjang sisinya cuma sekitar 6 cm & nggak terlalu bulky. Ada cermin buat touch up. Nggak ada tempat spons, jadi nggak bisa pake spons yang agak tebal *yah*. Saya pribadi nggak suka spons bawaannya karena kasar. Biasanya saya suka pake brush, bedak jadi cepat rata + lebih irit. Tapi buat touch up kan nggak asik kalo bawa-bawa brush terpisah.
Mungil, bisa masuk kantong

Kemasannya nggak terlalu bulky

  • Warna : ada 3 pilihan shade. No. 01 invisible, no. 02 natural beige, no.03 ivory. Saya pilih yang invisible soalnya yang ivory terlalu terang+kuning, yang natural beige terlalu gelap untuk saya. 
  • Aroma : soft, kata teman saya wanginya kayak bahan kimia. Saya suka sih, daripada Fanbo yang wangi floral-nya bikin puyeng
  • Tekstur : powdery (iya dong, kan powder nih). Mudah diblend, nggak cakey, nempel dengan baik di kulit saya. Bedak ini ringan banget, seringan Marck's loose powder yang biasa tapi dengan partikel yang jauh lebih kecil & lembut. Kalo pake Marck's biasa kan masih kelihatan seperti pake bedak banget, yang ini nggak terlalu.
  • Coverage : coverage minim, malah nyaris nggak ada. Bedak ini cuma membuat warna kulit terlihat lebih rata & bebas kilap, nggak bisa menutupi noda. Baiknya memang pake foundation/BB cream dulu, tapi saya nggak suka pake begituan karena kulit saya gampang dehidrasi kalo dikasih makeup macam-macam. Ada orang yang kulitnya kering tapi masih bisa oily di area-area tertentu setelah dandan seharian, tapi kalo saya enggak. Jika kulit saya terlalu lama ditutupi foundation/BB cream bukannya jadi glowy, justru jadi tambah kering & kelihatan flaky. Payah banget nggak sih.. 
  • Apakah oxidize ? di saya enggak. Kan ada bedak yang setelah dipakai justru bikin kulit jadi kelihatan lebih gelap & kucel, karena bedaknya teroksidasi (bereaksi dengan oksigen). Marck's Venus nggak menyebabkan efek itu.
  • Staying power : berhubung kulit saya kadar minyaknya kurang, bedak ini tahan seharian di muka saya, sampai 8 jam lebih masih nempel dengan anteng (sebelumnya pake Home Snow Vanishing Cream & sunblock Parasol). Tapi kalo saya pake Viva skin food sebagai pelembab (itu krimnya berminyak buanget), sekitar 5 jam sudah glowy di T-zone & agak luntur. Blogger lain yang punya kulit oily bilang staying powernya biasa aja. 
  • Ingredients : talc, zinc stearate, zinc oxide, salicylic acid, titanium dioxide, starch, iron oxide, octyl palmitate, methylparaben, propylparaben, fragrance

Dilihat dari ingredients-nya
  • Mengandung sunscreen (zinc oxide & titanium dioxide). Zinc oxide bisa menangkal UV A & UV B dengan baik, sedangkan titanium dioxide bisa menangkal UV B & sebagian UV A. Tapi saya tetap pake sunblock sebelumnya biar aman.
  • Bisa menyerap minyak karena mengandung asam salisilat. Zinc oxide juga bersifat menyerap minyak
  • Tanpa mineral oil, cocok buat yang acne prone
  • Pengawetnya adalah paraben. Ada yang paranoid paraben?
Swatch
nggak terlihat seperti bedakan banget kalo udah dipake di muka

(+) teksturnya ringan
(+) nggak cakey, mudah diblend, nggak oxidize
(+) nggak bikin breakout & iritasi untuk saya
(+) ingredients nya oke, cocok untuk kulit oily & nggak ada efek negatif untuk kulit kering
(+) kemasan mungil, mudah dibawa-bawa & rapat

(-) no coverage
(-) nggak bisa naruh spons yang agak tebal di dalamnya. Saya nggak suka deh pake spons tipis

Rate : 8.5/10
Repurchase? yes

 
patung & lukisan Venus sang dewi kecantikan
cantik ya..
sumber gambar : 1 2

Minggu, 16 Februari 2014

Glazelle de Pucelle Hair Fragrance & Cussons Baby Hair Lotion

Hai!!


Akhir-akhir ini banyak orang yang komentar tentang rambut saya. Warnanya makin merah, seperti dicat. Ada yang bilang kelihatan bagus, tapi ada juga yang bilang mengenaskan seperti kena kwashiorkor, hehe.. Itu lho, penyakit kekurangan protein. biasanya anak yang kurang gizi rambutnya merah & badannya kurus. Rambut saya memang coklat sejak kecil, walaupun sering dioles getah lidah buaya dan minyak urang-aring oleh ibu & kakek saya. Waktu SD saya diejek "rambut karatan" atau "rambut jagung" atau "bule cuma rambutnya". Waktu SMP-SMA saya sering ditegur guru karena mereka mengira rambut saya diwarnai. Duh, susah ya punya rambut yang nggak Indonesia banget.. Memangnya orang Indonesia harus hitam pekat gitu rambutnya? 


Rambut saya warna aslinya memang coklat begini
Kiri : foto diambil di dekat jendela, cahaya dari lampu kamar & matahari
Kanan : cahaya hanya dari lampu kamar, tirai ditutup
Kalo di luar ruangan kelihatan lebih merah lagi..

Biasanya rambut saya pendek, tapi baru-baru ini saya berniat memanjangkan rambut. Sialnya, rambut saya makin merah setelah 3 bulan kegiatan penelitian. Gimana nggak tambah merah, saya sering di luar ruangan saat siang bolong. Muka & badan aman karena sudah dikasih sunblock, tapi rambut?

Sekarang, saya mulai aware untuk memberi sunscreen pada rambut. Saya khawatir rambut saya nggak hanya makin merah, tapi lama-lama kering, bercabang & pecah-pecah. Saya seneng banget akhirnya menemukan sunscreen rambut yang harganya affordable. Sebenarnya fungsi utamanya adalah sebagai parfum rambut, tapi karena dia mengandung sunscreen ya  udah.. masukin aja ke keranjang belanjaan, hehe.. inilah produk yang saya maksud :


Glazelle de Pucelle Hair Fragrance (Enticing)




Ini produk keluaran Mandom (yang juga memproduksi Lucido-L dan Pixy). Di websitenya diklaim sebagai produk wewangian khusus untuk rambut yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, dengan moisturizing formula (silk protein) yang dapat memberikan kelembutan pada rambut dan UV protection. Ada 4 varian, yaitu Enticing, Tranquil, Glint, dan Incite. Saya pilih yang Enticing. 

sumber  : www.mandom.co.id

  • Harga : sekitar Rp 10.000 (netto 100 ml), itu karena harga promo. Entahlah berapa harga aslinya
  • Kemasan : botol plastik spray. Kemasannya travel friendly, asik untuk dibawa-bawa.

  • Wangi : seperti campuran lavender & melon. Wanginya soft, tidak sekuat wangi body mist. Cukup tahan lama untuk aktivitas dalam ruangan (4-5 jam), tapi cepat hilang jika dibawa berpanas-panas lagi 
  • Cara pakai : disemprotkan ke rambut yang kering dari jarak 10 - 15 cm, setelah beberapa saat diratakan dengan jari. Kalo saya sih lebih suka meratakan dengan sisir.
  • Setelah disemprotkan : tidak terasa lengket, tidak membuat rambut lepek. Rambut terasa lembut & mudah disisir
  • Ingredients : SD alcohol, 40-B water, fragrance, diglycerin, glycerin, PEG-60 hydrogenated castor oil, disodium phosphate, cetrimonium chloride, citric acid, benzophenone-2, benzophenone-3, hydrolyzed silk, butylene glycol, methylparaben, propylparaben
Dilihat dari ingredients-nya
  • Mengandung banyak alkohol, ada di urutan pertama, bahkan sebelum air. Karena kulit kepala saya kering, jangan sampai produk ini mengenai kulit kepala saya. Disemprot secukupnya saja, jangan terlalu banyak. 
  • Mengandung sunscreen (benzophenone). Merupakan sunscreen spektrum luas yang bisa menangkal sinar UV B dan UV A
  • Mengandung silk protein (hydrogenated silk) yang melembutkan rambut
  • Mengandung paraben sebagai pengawet. Ada yang paranoid terhadap paraben? Saya tidak, hehe.. Sudah sering saya bahas, belum ada bukti nyata bahwa paraben berbahaya. Ilmuwan tidak bisa menyimpulkan bahwa paraben memang menyebabkan kanker meskipun dia pernah ditemukan dalam sel kanker payudara, perlu penelitian panjang untuk menemukan buktinya. Media aja yang berlebihan menyorotinya.
(+) mengandung sunscreen (penting nih!)
(+) wanginya enak
(+) nggak menyebabkan rambut saya lepek
(+) membuat rambut saya lembut & mudah disisir

(-) wanginya kurang tahan lama untuk kegiatan di luar ruangan (dalam 1 jam udah nggak wangi lagi)
(-) agak sulit dicari (mungkin karena produk baru ya..)

Rate : 8/10
Repurchase? ya, yang varian lainnya

Cussons Baby Hair Lotion (Kemiri + Aloe Vera + Seledri)



Saya beli ini karena diklaim bisa "darkens & thickens hair". Ibu saya ketawa karena saya beli ini, katanya apa ngefek.. karena dari kecil segala ramuan alami penghitam rambut nggak mempan untuk saya, apalagi hair lotion bayi. 

Saya sih cuek aja, hair lotion ini saya anggap sebagai tonik rambut. Saya sudah mencoba berbagai macam tonik untuk dewasa : Mustika Ratu Penyubur Rambut, Neril, Rudy Hadisuwarno, Natur, Sariayu. Hasilnya semua membuat kulit kepala saya kering, bahkan ada yang menyebabkan perih juga (mungkin karena kandungan alkoholnya). Sama seperti kulit wajah, kulit kepala saya tidak bisa menoleransi kadar alkohol yang terlalu tinggi. Kan kondisi kulit kepala biasanya nggak beda jauh dengan kulit wajah. Siapa tahu hair lotion bayi lebih cocok untuk saya, hehe.. 

Tidak ada reaksi iritasi atau kekeringan di kulit kepala saya selama memakai Cussons ini. Rasanya agak dingin (memang masih mengandung alcohol denat, tapi sedikit). Wanginya juga saya suka banget, soft khas bayi. Ternyata juga berhasil membantu menumbuhkan rambut saya. Banyak rambut yang tumbuh & warnanya sedikit lebih gelap dari rambut saya yang sekarang meskipun tidak hitam pekat.
  • Harga : Rp 15.000 (netto 200 ml). Ini juga promo bonus 100%, harga aslinya Rp 15.000 untuk netto 100 ml
  • Kemasan : saya suka karena tutupnya model flip top, jadi mudah dibuka. Tapi rapat banget kok, nggak mudah terbuka sendiri. Menuangnya harus hati-hati, karena sering keluar terlalu banyak & jadi tumpah.


  • Tekstur : cair seperti hair tonic, cepat meresap ke kulit kepala
  • Warna : jernih seperti air
  • Wangi : aroma floral yang soft. Tidak ada bau seledrinya sama sekali *saya nggak suka bau seledri*
  • Cara pakai : harusnya dipijat perlahan ke kulit kepala & rambut bayi, tapi rambut saya kan banyak.. boros dong. Cuma saya pijat ke kulit kepala aja.
  • Beberapa saat setelah diaplikasikan : terasa agak dingin, tapi tidak ada sensasi perih atau kering di kulit kepala. Rambut tidak menjadi lebih lembut, biasa saja saat disisir.
  • Setelah 1 bulan pemakaian : tumbuh banyak rambut baru yang warnanya lebih gelap dari rambut saya yang sekarang, meskipun tidak hitam pekat. Hore! Berarti hair lotion ini manjur untuk saya, hihi..
  • Ingredients : aqua, alcohol denat (18,7% w/w), PEG-40 hydrogenated castor oil, parfum, sodium citrate, citric acid, Aloe barbadensis leaf, C15-19 alkane, tocopheryl acetate (vitamin E), Aleurites moluccana (kemiri) extract, propylene glycol, Apium graveolens extract (seledri)
Dilihat dari ingredientsnya:
  • mengandung kemiri yang menghitamkan rambut, aloe vera / lidah buaya yang melembabkan & membantu pertumbuhan rambut, seledri yang menebalkan rambut
  • mengandung alcohol denat (alkohol denaturasi)sebanyak 18,7% . Fungsinya adalah sebagai pelarut & pengawet. Ini termasuk alkohol yang menyebabkan kekeringan karena melarutkan minyak dari kulit kepala & kutikula rambut. Sifatnya cepat menguap sehingga menimbulkan sensasi dingin. Tonik rambut dewasa merek luar biasanya mengandung alcohol denat maksimal sebanyak 15,00%, jadi saya pikir 18,7% itu terlalu banyak untuk produk bayi. Tonik orang dewasa di Indonesia biasanya lebih tinggi dari angka ini.
(+) wanginya enak
(+) terasa dingin, tapi tidak bikin kulit kepala kering atau perih
(+) bisa membantu menumbuhkan rambut yang lebih gelap (padahal saya bukan bayi lho, mungkin kalo bayi lebih ampuh lagi)

(-) alkoholnya terlalu banyak. Untuk saya sih nggak apa-apa, tapi ini kan produk bayi.. kulit bayi lebih rentan
(-) menuangnya harus hati-hati karena seringkali keluar berlebihan (mungkin karena desain kemasannya kurang pas ya..)

Rate : 9/10
Repurchase ? yes

I love them!

Sampai jumpa lagi!!



Jumat, 14 Februari 2014

Mirabella Colorfix Lipstick No. 70

Halo!
Saya nggak bisa nolak lipstik merah, I'm addicted to it. Biarpun sekarang warna nude sedang ngetrend, saya tetap suka red lipstick, apalagi yang matte. Red matte lipstick itu kesannya fierce & brave, sesuai lah dengan karakter saya, ahaha.. Saya udah punya lipstik matte merah dari Wardah, La Tulipe (review di sini) dan Purbasari (review di sini), tapi saya penasaran dengan Mirabella Colorfix ini dari dulu. Katanya sih dia matte, tapi nggak terasa kering banget.

Waktu saya mau beli lipstik Mirabella ini, mbak BA nya malah menawarkan Mirabella Designer Lipstick (yang teksturnya satin) warna pink pula, kata dia itu lebih cocok buat remaja. Memangnya saya kayak remaja ya? Hehe.. Memang sih saya suka makeup remaja, saat itu saya lagi pake lipstik red-A warna merah kecoklatan yang kalem (kalem versi saya, menurut teman saya warnanya bold). Saya tetep ngotot pengen Mirabella Colorfix warna merah, akhirnya mbak BA nya nurut juga.

Banyak yang meragukan kualitas Mirabella dibandingkan dengan kosmetik keluaran Martha Tilaar lainnya (Sariayu, Caring Colours) gara-gara kemasannya yang paling tidak menarik. Tapi konsumen Indonesia pasti sudah ngerti lah, kosmetik produksi Martha Tilaar itu bagus mutunya. Karena itu saya nggak ragu membeli lipstik ini.

Ayo dimulai review-nya!



  • Harga : Rp 41.000 netto 2,5 gram (dikit banget ya..)
  • Kemasan : banyak yang nggak suka kotak kemasannya, katanya terkesan murahan. Buat saya sih cuma kelihatan jadul karena ada gambar wanita berlipstik merah itu.. Kemasan lipstiknya sendiri cukup aneh buat saya, mirip peluru warna ungu metalik. Tapi bagusnya dia terbuat dari logam & kokoh.
  • Warna dan pigmentasi : no. 70 ini warnanya merah yang bener-bener merah, nggak ada hint oranye atau pink sama sekali. Dibandingkan Wardah Long Lasting Red Velvet, masih lebih soft ini warnanya. Pigmented banget, sekali ulas sudah keluar warnanya. Saya biasanya pake lipstik sampai 3 layer, kalo pake ini cuma perlu 1 layer aja. 
  • Coverage : oke, bisa menutupi warna bibir meskipun hanya dipake 1 layer 
  • Tekstur : buildable, nggak menggumpal walaupun dioles berkali-kali. Mudah diaplikasikan ke bibir karena ada kandungan pelembab. Dia nggak kering atau seret bagai kapur seperti Purbasari Matte, bahkan lebih empuk dari Wardah Long Lasting. Tidak tenggelam di garis-garis bibir, pokoknya lancar jaya saat dipake. Seperti lipstik matte lainnya, teksturnya membuat garis-garis bibir kelihatan, tapi tidak terasa membuat bibir saya kering. Saya suka banget!
  • Aroma : lipstik ini ada wanginya, tapi soft & menurut saya tidak mengganggu. Wangi apa ya? Sulit dideskripsikan.. kayaknya sih mirip aroma teh cap Bandulan favorit eyang saya, haha..
  • Finish result : deadly matte, tanpa kilap sama sekali
  • Staying power : warnanya bisa tahan 8 jam di saya jika dipake tanpa lipbalm & hanya 1 layer, itupun sudah dengan makan & minum. Memang tekstur lipstiknya sudah tidak terlihat lagi, tapi warnanya masih tetep stand by meskipun tidak vibrant seperti waktu baru dipake. Oya, lipstik ini juga masih transfer ke benda-benda (sedotan, gelas) kalo ke bibir orang lain entahlah, belom dicoba.. hahaha. Nggak sesuai dengan janji di kemasannya nih.. padahal di kemasannya tertulis "tidak meninggalkan bekas, tidak menempel pada gigi, gelas, dan si Dia" --> istilah tahun '90an, hihi..
  • Ingredients : cyclomethicone, polymethyl methacrylate, octyldodecyl stearoyl stearate, castor seed oil, octyldodecanol, candelila wax, jojoba esters, carnauba wax, lanolin, paraffin, hydrogenated tallow glyceride, stearic acid, cetyl alcohol, perfluoropolymethyl isopropyl ether ozokerite, tocopheryl acetate (vitamin E), bisabolol, stearalkonium hectorite, flavor, methylparabe, butylene glycol, licorice (Glycyrrhiza glabra) root extract, propylparaben, BHT. May contain Cl 15850 : 1, Cl. 45430:1, Cl 77891, Cl 77019, Cl 77491, Cl 77499, Cl 77492, Cl 12085, Cl 15850:2, Cl 75470, Cl 19140:1, Cl 45410:2, Cl 45380:3, Cl 12490, Cl 15985:1, Cl 74160
Dilihat dari ingredients nya
  • Banyak mengandung pelembab (castor oil, jojoba esters, tallow, cetyl alcohol, vitamin E), makanya tidak terasa kering di bibir
  • Mengandung mineral (stearalkonium hectorite), fungsinya untuk penstabil & mengeraskan tekstur lipstik. Selain itu juga membuat lipstik mudah diratakan di bibir, tidak menggumpal dan terlihat lebih menyatu.
  • Mengandung anti iritasi (bisabolol)
  • Mengandung ekstrak licorice. Ekstrak licorice biasanya dipakai sebagai ingredients produk pencerah kulit. Karena itu saya berharap lipstik ini tidak membuat bibir menjadi hitam
  • Mengandung paraben sebagai pengawet. Saya paham banyak wanita takut dengan paraben karena media terlalu berlebihan menyorotinya. Saya sendiri tidak takut dengan paraben, karena sampai sekarang tidak terbukti paraben menyebabkan kanker, meskipun dia ada dalam sel kanker, alasan keberadaannya juga belum diketahui. Perlu penelitian panjang untuk menyelidiki apakah paraben benar-benar menyebabkan kanker.
  • Tidak mengandung sunscreen. Jadi harus memakai lipbalm yang mengandung suncreen selain lipstik ini. Sinar UV bisa menyebabkan bibir menjadi kering, cepat keriput, gelap bahkan timbul flek.
Sekarang saatnya swatch & uji staying power!

di tangan, 1 layer saja sudah stand out warnanya

di bibir saya, hanya 1 layer
kelihatan kering, tapi tidak terasa kering kok..

warnanya vibrant meskipun hanya 1 layer

Lalu saya cek dengan minum teh hangat
Lihatlah apa yang terjadi..

Ada stain di gelas, nggak sesuai janji di kemasannya dong..

Lalu saya lanjutkan dengan makan 2 potong pisang goreng
Inilah jadinya..

Tekstur lipstiknya hilang, tapi warnanya masih ada di bibir & terlihat natural
Saya suka banget!

(+) warnanya awet
(+) tidak menyebabkan bibir saya kering
(+) tekstur buildable & mudah diaplikasikan, tidak menggumpal
(+) kemasan kokoh meskipun bungkusnya nggak cantik

(-) isinya sedikit
(-) masih meninggalkan jejak, hehe..
(-) tidak mengandung sunscreen sehingga harus pake lipbalm yang ada sunscreen nya. Sayangnya warnanya jadi nggak awet jika dikasih lipbalm

Rate : 8/10
Repurchase? yes

Sampai jumpa lagi di post selanjutnya!