Minggu, 30 Maret 2014

Liquid Eyeliner untuk Pemula : Pixy & My Darling

Haiii...

Bagi pemula, memilih eyeliner cair untuk pertama kalinya itu ada 2 pertimbangan, yaitu MUDAH dan MURAH. Ingin yang mudah supaya hasilnya rapi dan nggak malu-maluin, ingin yang murah supaya nggak terlalu menyesal jika ternyata nggak cocok.

Saya sendiri juga masih newbie dalam memakai eyeliner cair, mulai pakai sekitar Desember 2013 kemarin, pokoknya masih junior banget hehe.. Saat teman-teman saya sudah lihai memainkan eyeliner cair & gel, saya masih betah aja pake eyeliner pensil soalnya gampang dipakai & cepat dibersihkan. Tapi masak saya nggak pingin coba yang lebih susah? Hidup itu perlu tantangan kan *apaan sih*

Berbekal blogwalking sana-sini, pilihan jatuh pada Pixy. Saya beli Pixy karena kabarnya dia punya gagang yang pendek dan kuas yang kaku sehingga gampang untuk membuat garis. Sayangnya Pixy ini agak berat di mata, rasanya mata seperti ditempeli sesuatu dan saya jadi mudah ngantuk *saya memang katrok soal makeup mata* Makanya saya memutuskan untuk beli My Darling.

Memang sih My Darling agak susah dipakai. Gagang kuasnya panjang dan kuasnya lentur, susah dimainkan. Tapi saya suka banget hasilnya, matte dan ringan di kelopak mata saya. Kalo lancar memakai My Darling, pakai Pixy itu urusan gampang. Ibarat orang belajar naik motor, jika sudah lancar naik motor gigi pasti motor matic nggak akan susah.

Back to eyeliner. Nah, ini dia penampilan 2 eyeliner cair yang saya punya..

Kiri : Pixy
Kanan : My Darling
Kotaknya udah jelek banget, saya malu memajangnya di sini hehehe..

Pokoknya kayak gini bentuknya
sumber : tokopedia.net

Pixy Perfect Eyeliner kemasan dulu warnanya pink pucat yang kurang menarik (menurut saya)
Kalo ini yang sekarang, menurut saya kemasannya lebih cakep
sumber : pixy.co.id

Sekarang saya mau mulai reviewnya!

Harga 
Pixy -- Rp 32.000 (netto 5 ml)
My Darling -- Rp 12.000 (netto 9 ml)
Harga My Darling benar-benar fantastis! Rasanya seperti semangkok bakso ditukar eyeliner *harganya sama sih* Kalo Pixy kan harganya wajar, merek lain seperti Viva, Inez juga kayaknya masih sekitar 30ribuan. 

Tapi nggak usah takut, My Darling aman kok! No. registrasi POM nya asli, bisa dicek di website BPOM. Dari ingredients, bau dan teksturnya juga nggak ada yang mencurigakan. Mungkin dia murah karena nggak pernah diiklankan.

Kemasan

Pixy -- warna pink pucat, jadi saya kurang suka. Kemasan eyeliner Pixy yang sekarang lebih keren karena ada hitam & pinknya menyala. Yang saya suka adalah gagang kuasnya pendek jadi mudah dikontrol. Kuasnya kaku kayak spidol, waktu awal beli masih enak dipakai. Lama-lama kuasnya njeprak alias mencuat sana-sini, jadi susah mengaplikasikan eyelinernya.
My Darling -- kemasannya ehm.. kelihatan murah sesuai harganya, tapi bisa dimaklumi. Botolnya banyak tulisan. Banyak yang bilang tutupnya lucu berbentuk hati tapi menurut saya kok desainnya norak. Gagang kuasnya kepanjangan. Kuasnya tipis jadi enak untuk bikin garis yang tipis alami, lentur banget jadi agak susah untuk orang yang benar-benar pemula *saya dulu juga kesulitan kok*

Pixy kuasnya pendek, jadi gampang dikontrol

My Darling (kiri) kuasnya sangat lentur
Pixy (kanan) kaku seperti spidol

Warna

Pixy -- hanya tersedia 1 warna (black). Hitamnya benar-benar pekat
My Darling -- katanya ada 4 warna (black, brown, blue, transparent). Eh edan nggak sih, eyeliner transparan? Kalo maskara transparan masih bisa memberi efek, gimana kalo eyeliner? Saya jadi penasaran pengen beli, hehehe.. sayang kok di tokonya cuma tersedia warna hitam. Hitamnya My Darling kalah pekat dibanding Pixy, tapi saya suka karena kesannya nggak galak

Aroma

Pixy -- bau alkoholnya lebih tajam, bikin saya pusing
My Darling -- baunya biasa saja, nggak mengganggu

Waktu untuk Kering

Pixy -- cepet banget karena kadar alkoholnya tinggi. Alkohol kan sangat mudah menguap
My Darling -- agak lama, biasanya saya keringkan pakai kipas angin biar cepet

Hasil

Pixy -- glossy. Saya kurang suka, kesannya kayak basah gitu
My Darling -- matte. Inilah yang saya cari!


M : My Darling, P : Pixy
Yang Pixy warnanya lebih tajam tapi glossy
Harap maklum ya kalo gambarnya kurang jelas, saya blogger nggak modal yang cuma pake kamera HP jadul hehehe

dengan Pixy

dengan My Darling

Keluhan selama Memakai

Pixy -- agak perih dan berat di mata. Perihnya mungkin karena alkoholnya tinggi, kulit saya sensitif terhadap SD alcohol, alcohol denat, ethanol, dan alkohol "jahat" lainnya
My Darling -- tidak terlalu perih, yang pasti rasanya lebih ringan di mata saya

Staying Power

Pixy -- juara, dia bener-bener waterproof, nggak hilang saat digosok-gosok
My Darling -- katanya waterproof tapi kok luntur jika kena air & setelah itu digosok, mudah terkelupas



Disiram air keduanya masih nempel

Digosok 3 kali, yang My Darling bubar jalan

Kemudahan untuk Dibersihkan

Pixy -- harus pakai makeup remover khusus. Biasanya saya pakai extra virgin olive oil, harus didiamkan dulu supaya pembersihannya maksimal
My Darling -- cepet banget dibersihkan, nggak pakai apa-apa juga bisa dikelupas dengan kuku. Tapi cara ini nggak aman, tetap saja saya bersihkan dengan olive oil, bisa bersih dalam beberapa detik

Ingredients

Pixy -- water, SD alcohol 40-B, ammonium acrylates copolymer, butylene glycol, PEG-60 hydrogenated castor oil, pentylene glycol, xanthan gum, dimethicone, sodium laurate, sodium palmitate, hydrogenated palm glycerides, sorbitan trioleate, sucrose palmitate
My Darling -- water, alcohol denat, kaolin, magnesium aluminium silicate, methylcellulose, dimethicone, methylparaben. May contain : Cl 77499, Cl 77007

Pixy hasilnya glossy karena dia mengandung ammonium acrylates copolymer (bahan yang juga digunakan untuk membuat kuteks). My Darling hasilnya matte tanpa kilap karena dia mengandung banyak mineral (kaolin, magnesium aluminium silicate)

KESIMPULAN

Pixy
(+) gagangnya pendek sehingga mudah dikontrol
(+) kuasnya kaku, pokoknya nyaman sekali untuk pemula. Tapi sayang kuasnya nggak awet
(+) warna hitamnya pekat
(+) waterproof & long lasting
(+) cepat kering

(-) banyak kandungan alkoholnya
(-) hasilnya glossy
(-) susah dibersihkan

My Darling 
(+) hasilnya matte
(+) ringan di kelopak mata saya & nggak bikin perih
(+) kuasnya tipis dan anti njeprak
(+) mudah dibersihkan

(-) gagang kuas kepanjangan, kuas lentur dan agak susah untuk pemula
(-) kemasannya jelek
(-) nggak tahan lama. Kena air memang nggak luntur tapi langsung hilang saat digosok

Rate : semuanya 7/10 deh
Repurchase ? No, yang 2 ini kan hanya untuk latihan, setelah habis mau coba merek lainnya hehehe..

Secara pribadi, saya lebih suka My Darling. Bukan masalah harganya lho, tapi efeknya. 
Tapi untuk pemula yang baru mau belajar pakai eyeliner cair, saya sarankan Pixy aja

Saya coba-coba nggambar mata pake Photoshop (link)
Hehehe.. eyelinernya ketebelan

Sabtu, 29 Maret 2014

Memilih Bedak untuk Kulit Remaja

Halo sobat muda! *berlagak kayak penyiar radio*

Saya yakin remaja putri belasan tahun mulai memperhatikan penampilan, termasuk para remaja golongan tween (10 - 12 tahun). Keinginan untuk merias diri itu wajar. Jangan terlalu mengekang remaja untuk tidak berdandan -- dampaknya tidak baik bagi perkembangan jiwa mereka. Tapi berilah bimbingan yang tepat supaya mereka berdandan sesuai umur & kondisi kulit mereka. 

Remaja putri perlu dibimbing, bukan dikekang
Termasuk dalam hal berdandan

Nah, salah satu makeup item yang penting untuk remaja adalah bedak. Bedak yang tepat tidak hanya menyempurnakan tampilan kulit, tetapi juga merawat kesehatan kulit wajah. Pastinya bukan sembarang bedak. Jika kamu termasuk remaja belasan tahun, perhatikan hal-hal berikut sebelum kamu memilih bedak

SESUAIKAN DENGAN JENIS KULIT

1. Kulit kering

Pilih bedak yang mengandung bahan pelembab seperti

  • squalane
  • jojoba oil
  • vitamin E
  • hyaluronic acid
2. Kulit berminyak

Pilih bedak yang mengandung bahan penyerap minyak (mattifying agent) seperti
  • salicylic acid (asam salisilat)
  • corn starch (pati jagung) --> jauh lebih baik daripada talc. Bedak yang berbahan corn starch menyerap kelebihan minyak, tetapi terasa ringan & tidak cakey
  • kaolin clay (sejenis mineral)
3. Kulit yang acne prone

Pilih bedak yang mengandung 
  • salicylic acid
  • sulfur
  • kaolin clay
Hindari :
  • Bedak yang mengandung mineral silica : tertulis dengan nama dimethicone, silicon dioxide, talc. Tidak hanya sering menyebabkan breakout, bedak yang mengandung silica juga terasa lebih cakey & berat
  • Bedak mineral yang mengandung bismuth oxychloride. Promosi makeup mineral sangat heboh akhir-akhir ini, diklaim aman untuk kulit oily & acne prone. Tapi jika makeup mineral itu mengandung bismuth sama aja bohong. Bismuth bisa menyebabkan reaksi alergi, iritasi, dan jerawat pada sebagian orang
  • Bedak yang mengandung mineral oil. Mineral oil adalah bahan mild comedogenic, yaitu dapat menyebabkan tersumbatnya pori-pori tapi resikonya kecil
4. Kulit sensitif

Pilih bedak yang mengandung anti iritasi seperti 
  • ekstrak chamomile
  • bisabolol
  • allantoin
  • salicylic acid
  • aloe vera
  • canola oil
  • Glychirrhiza glabra (licorice / akar manis)
  • primrose oil
  • green tea atau epigallocatechin gallate (zat dalam ekstrak teh hijau)
  • honey
  • L-ascorbic acid (jenis vitamin C yang bertindak sebagai anti peradangan dan anti iritasai)
  • linoleic acid
  • soy protein
  • zinc oxide
Hindari
  • talc dan berbagai bentuk silica (dimethicone, silicon oxide dsb)
  • bismuth oxychloride
Kok ribet sih? Ya kalo memang pengen aman & sehat harus ribet. Kulit muka itu aset berharga. Nggak mau kan punya kulit bermasalah, apalagi sampai dikatain orang begini :

"Makanya nggak usah dandan, jadi jerawatan kan?"
"Salah sendiri, siapa suruh muka dimacem-macemin"

Ibarat udah jatuh tertimpa tangga deh, kena musibah masih di-judge pula..

SESUAIKAN DENGAN WARNA KULIT

Penting banget! Jangan sampai kamu pake bedak yang terlalu terang atau gelap dari warna kulitmu, supaya nggak dikatain kayak badut. 


Beberapa bedak dapat oxidized / teroksidasi (bereaksi dengan oksigen) setelah dipakai sehingga terlihat lebih gelap daripada awal pemakaian. Beberapa saat setelah dipakai hasilnya cantik, klop dengan warna kulit.. eh setelah 1 jam (atau kurang) jadi gelap deh.. muka jadi kelihatan lusuh atau kucel. Bedak yang mengalami oksidasi biasanya yang mengandung sunscreen (titanium dioxide, zinc oxide, benzophenone) meskipun tidak semuanya begitu, tergantung ingredients lainnya juga.  Bedak yang teroksidasi nggak bahaya, tapi kurang asik aja dipakai soalnya bikin muka kucel.

SESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN

Ke sekolah nggak usah pake two way cake yang full coverage, apalagi kalo usiamu masih di bawah 15 tahun. Selain terlihat nggak alami, two way cake itu berat, kasihan kulitmu nggak bisa bernafas. Seperti yang sudah kita ketahui, two way cake punya coverage yang lebih baik & teksturnya lebih berat karena dia mengandung foundation.

Compact Powder?

Loose Powder?

Two Way Cake?

Bedak tabur (loose powder) memang ringan & recommended. Tapi jika pernafasan & mata cukup sensitif dengan serbuknya, bedak padat bisa menjadi pilihan. Pilih yang jenisnya compact powder khususnya untuk remaja. Jangan two way cake / dual action cake/ all in one powder. Lagipula bedak padat lebih praktis dibawa ke mana saja tanpa takut tumpah, sudah ada cerminnya juga. Tapi jangan dipakai bercermin saat jam pelajaran ya *kebiasaan anak sekolah kan?*

BAGAIMANA DENGAN BEDAK BAYI? 

Banyak orang dewasa yang dengan sok tau mengatakan bahwa bedak bayi adalah bedak yang paling tepat untuk remaja. Bedak bayi fungsinya adalah untuk membedaki tubuh bayi bahkan untuk muka bayipun sebenarnya tidak boleh. 


Berbagai artikel kesehatan & jurnal ilmiah mengatakan bahwa bedak bayi tidak boleh dipakaikan di muka bayi karena jika terhirup dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan sehingga bayi rentan terkena batuk & pilek. Kandungan talc & parfumnya bisa menyebabkan kulit wajah bayi iritasi. Silica adalah penyebabnya. 

Tidak hanya menyebabkan iritasi saluran pernafasan, silica juga menaikkan resiko kanker ovarium sebesar 24%. Penelitian ini sudah dilakukan sejak tahun 1960 hingga 1993. Wanita yang diteliti mengaku bahwa mereka menggunakan bedak talc (termasuk bedak bayi) untuk wajah, rupanya materi silica yang terus terhirup dapat bersifat karsinogenik.

Semua bedak bayi itu wangi, kebayang nggak parfumnya seberapa banyak? Padahal kulit orang dewasa yang sensitif pun dilarang memakai kosmetik yang banyak parfumnya. Jangan karena ini bedak bayi, jadi asal templok saja di wajah. 

Kalo bersikeras ingin memakai bedak bayi untuk wajah, lihat dulu ingredientsnya, cium baunya. Jika tertulis "talc" dan wanginya kuat, jangan dipakai untuk muka (baik bayi, remaja, maupun dewasa).

Jika merasa kulitmu sensitif & ingin pake bedak bayi sesuai anjuran orang-orang, pastikan bedak itu hanya terbuat dari corn starch dan mengandung anti iritasi seperti ekstrak chamomile.

Dan jangan sekali-kali mengharapkan adanya oil control atau coverage dari bedak bayi, hehe.. Juga bersiaplah untuk kelihatan pektay karena bedak bayi pilihan warnanya cuma putih.

MEREK YANG RECOMMENDED

Saya sudah pernah menyebutkan merek bedak yang sesuai untuk remaja di post yang ini. Sekarang saya mau menjelaskan dengan lebih detail.

KULIT KERING

Loose powder

Pigeon Translucent Loose Powder with Squalane
Pigeon Loose Powder

Bahan powder : talc, corn starch --> jika disertai corn starch berarti  aman karena silica-nya tidak terlalu banyak
Kandungan moisturizer : squalane, macadamia oil, soybean oil, avocado oil, jojoba oil, wheat bran oil, Fucus vesiculous (ganggang hitam) extract, allantoin 0,1%
Kandungan anti iritasi : chamomile, bisabolol, soybean oil, Calendula officinalis (marigold flower) extract, allantoin
Sunscreen : zinc oxide
Lain-lain : mineral oil (kurang sesuai untuk kulit acne prone)

Face on Face Loose Powder

Bahan powder : talc, methicone, mica, dimethiconol (semuanya silica -- kurang sesuai untuk kulit sensitif)
Kandungan moisturizer : tocopheryl acetate (vitamin E), sodium acetylated hyaluronate (hyaluronic acid)
Sunscreen : ethylhexyl methoxycinnamate (anti UV B)


Compact Powder

Pigeon Teens Compact Powder
Kandungannya sama dengan loose powdernya

marina face powder marina sweet
Marina Sweet UV Protection Compact Powder
Bahan powder : talc
Kandungan moisturizer : jojoba oil, phytosqualane
Sunscreen : titanium dioxide -- sunscreen fisik yang merefleksikan cahaya. Pemakaian bedak yang mengandung titanium dioxide biasanya menghasilkan efek putih saat difoto (white cast) sehingga kelihatan seperti topeng
Lain-lain : mineral oil (kurang cocok untuk kulit acne prone)


KULIT BERMINYAK

Marck's Loose Powder

Bahan powder : talc, corn starch
Bahan penyerap minyak : salicylic acid (dapat mempercepat penyembuhan jerawat juga)
Sunscreen : zinc oxide
Anti iritasi : zinc oxide

Etude House Dream On Loose Powder

Bahan powder : talc, dimethicone, methicone, mica (semuanya silica, kurang cocok untuk kulit sensitif)
Bahan penyerap minyak : mineral ultramarine (mengandung silica juga)
Sunscreen : titanium dioxide 

KULIT BERMINYAK & ACNE PRONE

Loose Powder

Marck's yang sudah disebut di atas

Compact Powder
Belia Acne Compact Powder
Produksi Martha Tilaar -- "adiknya" Sariayu

Bahan aktif antibakteri : triclosan, Centella asiatica (pegagan)
Pelembab : squalane
Anti iritasi : bisabolol
Sunscreen : tidak disebut, hanya disebut sunscreen agent
Lain-lain : mengandung oil absorbent

Bahan powder : talc, methicone, mica, kaolin, calcium carbonate
Bahan antibakteri : triclosan, sulfur
Sunscreen : titanium dioxide, zinc dioxide, octyl methoxycinnamate
Anti iritasi : bisabolol, zinc oxide
Pelembab : squalane, acetylated lanolin
Oil absorbent : kaolin, calcium carbonate

KULIT SENSITIF

Loose powder dan compact powder yang cocok adalah Pigeon Teens

Jika ingin memakai bedak bayi, merek yang recommended adalah :

Johnson's Baby Powder Soothing aloe & Vitamin E

Bahannya adalah corn starch murni, bebas talc (dan silica lainnya)
Aloe vera berfungsi sebagai anti iritasi, vitamin E pelembab

Johnson's Baby Powder yang varian Medicated
Mengandung zinc oxide sebagai sunscreen & anti iritasi

Semoga infonya berguna ya..
Selamat berburu bedak!


Kamis, 27 Maret 2014

Viva Skin Food Extra Care

Hai hai hai!

Siapapun yang berkunjung di blog ini pasti bisa menebak, saya suka (atau bisanya beli) kosmetik yang murah-murah. Betul sekali karena saya orang yang nggak mau rugi. Jika ada yang terjangkau, dijamin aman oleh BPOM, dan cocok di kulit saya kenapa tidak? Misalkan saya punya uang pun pastinya tetep pilih yang harganya enteng -- kebutuhan kan banyak nggak cuma kosmetik aja hehehe..

Nah kali ini saya mau mereview pelembab kesayangan saya, Viva Skin Food Extra Care. Sedikit beda dengan varian Viva Skin Food yang ini. Krim yang serba guna, bisa untuk muka maupun badan terutama bagian yang super kering. Tapi saya sih sayang untuk badan. Sesekali saya pake sebagai hand cream.

Yuk mulai reviewnya!

Kemasannya tube, anti pecah
Good good..

sumber : www.vivacosmetic.com

Harga : Rp 15.500 (50 gram)

Kemasan : Tube dengan tutup flip top. Tutupnya agak mengkhawatirkan, nggak rapat-rapat amat. Tapi saya tetep lebih suka ini daripada kemasan jar karena jar-nya Viva gampang pecah.


Tekstur : creamy, greasy, mudah diblend, tapi susah meresap & agak lengket. Kayaknya lebih gampang meresap Viva Skin Food yang biasa, meskipun extra care ini greasy-nya nggak kebangetan.

Creamy, kekentalannya pas

Diblend
Pastikan kulit tidak dalam keadaan basah karena pastinya sulit banget untuk meresap

Greasy & agak lengket setelah dioles

Aroma : saya suka, wanginya maniss! Meskipun mengandung petrolatum, sama sekali nggak tercium baunya (bau petrolatum itu agak mirip minyak tanah). Wanginya nggak berlebihan, jadi cepat hilang setelah dioleskan

Oil control : jangan harap ada oil control, karena krim ini kaya akan minyak. Bikin kulit mengkilap-kilap penuh minyak pokoknya.

Kemampuan melembabkan : oke banget, benar-benar ampuh buat kulit saya yang super kering. Sebelum pake bedak atau foundation saya harus pake pelembab yang oil based supaya lebih nempel. Viva Skin Food extra care kurang mampu menempelkan makeup di kulit saya, tapi kemampuan melembabkannya sama dengan yang biasa. 

Ingredients : aqua, mineral oil, petrolatum, glycerin, glyceryl stearate SE, cetearyl alcohol, ceteareth-11, Plukenetia volubilis seed oil, tocopherol, stearic acid, cetyl alcohol, beeswax, cholesterol, methylaparaben, glyceryl linoleate, glyceryl linolenate, glyceryl arachidonate, ascorbyl palmitate, perfume, tocopheryl acetate, retinyl palmitate, propylparaben, BHT

Ada apa di sini?
  • Mineral oil, petrolatum, cholesterol, beeswax : semuanya adalah emollient untuk melembabkan kulit. Terasa greasy, apalagi untuk kulit oily. Mineral oil & petrolatum adalah bahan mild comedogenic. Beeswax punya aktivitas antibakteri sehingga bisa menolong mengempeskan jerawat. Ya, kalo saya sedang ada jerawat kecil, Viva Skin Food ampuh untuk mengeringkannya. 
  • Vitamin A (retinyl palmitate) : penting untuk regenerasi sel
  • Vitamin E (tocopheryl acetate) : antioksidan yang menjaga elastisitas kulit
  • Vitamin F (glyceric ester) : melembabkan kulit. Mereka adalah glyceryl linoleate, glyceryl linolenate, glyceryl arachidonate yang merupakan golongan lemak
  • Sacha inchi (Plukenetia volubilis) seed oil : kaya akan omega-3 yang membantu perbaikan jaringan kulit rusak
 
Sacha inchi yang masih muda (kiri), yang udah tua (kanan)
Lucu sekali bentuknya, kayak bolu sakura

Mirip ya.. hehehe

Kandungan omega 3 dan 6 dari Sacha Inchi
Super sekali..

(+) kemampuan melembabkannya juara, ampuh untuk kulit saya yang super gersang
(+) pastinya cocok di kulit saya & nggak bikin breakout
(+) wanginya enak, jauh lebih enak daripada Viva Skin Food yang biasa
(+) kemasan tube, bukan jar ala Viva yang gampang pecah
(+) murah meriah

(-) super greasy & agak lengket, sebelum pake bedak harus saya tap-tap dulu pake tissue 
(-) dibandingkan Viva Skin Food biasa, ini lebih lama menyerap

Rate : 7/10
Repurchase ?  iya dong

Wanginya maniisss.. Pichip si hamster pun suka
Endus-endus tangan saya

Pichip-nya malu

Sampai jumpa di post berikutnya!

Selasa, 25 Maret 2014

Lipstik untuk Remaja

Halo!

Remaja putri tentunya sudah memperhatikan soal penampilan, banyak yang ingin mencoba-coba makeup untuk tampil lebih cantik. Masalahnya, amankah makeup yang dipakai? Apakah cocok untuk remaja?

Remaja boleh kok pake lipstik, tapi jangan asal pilih

Lipstik adalah makeup item yang dapat mengubah penampilan seketika. Keseluruhan penampilan akan terlihat segar dan menarik dengan warna & tekstur lipstik yang tepat. Wajah juga bisa kelihatan kusam, sakit atau norak jika pemilihan lipstik kurang pas.

Lipstik untuk remaja belasan tahun berbeda dari lipstik dewasa. Lipstik remaja formulanya lebih ringan dan biasanya warnanya lebih sheer dibandingkan lipstik dewasa. Lipstik yang sesuai untuk remaja adalah yang cenderung glossy, bukan matte. Lipstik matte memang lebih tahan lama, tetapi teksturnya berat, kering, dan menyebabkan garis-garis bibir terlihat jelas sehingga wajah terkesan lebih tua.

Berikut ini panduan memilih lipstik untuk remaja :

1. Sesuaikan dengan warna kulit

Kamu nggak ingin terlihat norak dan jadi tontonan orang karena lipstik yang kamu pakai, kan? Kecuali jika kamu memang suka tampil beda. Supaya tidak terlihat norak, pilihlah lipstik sesuai skin tone kamu..

Ada beberapa pilihan warna lipstik sesuai kesan yang ingin kamu timbulkan. Mau tampil manis & innocent, pilih yang sebelah kiri. Mau tampil sexy & berani, pilih yang paling kanan. Lipstik nude biasanya akan terlihat pucat jika dipakai sendirian, harus diimbangi dengan riasan mata yang atraktif.

2. Pilih warna netral

Lipstik warna netral cocok dipakai dalam acara apapun. Warnanya natural dan mendekati warna asli bibir sehingga nggak akan terlihat berlebihan untuk remaja. Lipstik dengan nuansa pink, peach, dan kecoklatan bisa menjadi pilihan.
Warna lipstik yang netral

 





Warna lipstik netral cantik kan ?

Suka lipstik warna neon atau warna bold lainnya?
Boleh aja jika pede, tapi sesuaikan dengan tempat dan waktu 
Oke lah buat iseng foto-foto, atau kumpul bareng teman sesama penyuka warna unik
Tapi jangan pake warna begini ke acara reuni keluarga

3. Tekstur yang tepat

Lipstik matte memperjelas garis-garis halus di bibir sehingga membuat wajahmu terlihat kurang segar. Lebih baik lipstik yang agak glossy atau satin. Tapi jangan terlalu glossy karena penampilan malah bisa kusam.

Warna lipstiknya oke, tapi teksturnya bikin keseluruhan wajahmu terlihat kurang fresh

Biasanya liquid lipstick & lip gloss menyebabkan efek basah seperti ini
Mengaplikasikan lip gloss atau liquid lipstick di seluruh bibir menyebabkan bibir terlihat makin tebal atau justru membuat warna kulit jadi kusam

Sebaiknya lip gloss atau liquid lipstick dipakai di tengah bibir saja supaya kilaunya lebih alami

4. Perhatikan kandungan lipstik

Sebisa mungkin pilih lipstik yang mengandung pelembab dan bahan-bahan perawat bibir misalnya vitamin E, jojoba oil, shea butter dsb. Lipstik yang tidak long lasting alias cepat pudar justru lebih aman untuk bibir remaja karena kandungan bahan kimianya lebih sedikit. Lipstik yang terlalu wangi (banyak parfumnya) juga kurang baik. 

Lipstik yang long lasting formulanya lebih berat untuk remaja karena kandungan bahan kimianya lebih banyak

Pake lipstik atau parfum?

Pilih lipstik yang sudah mengandung sunscreen. Jika tidak memungkinkan, pakai sunscreen lip balm dulu sebelum lipstik. 
Sinar UV bisa menjadi salah satu penyebab bibir kering, pecah-pecah dan pucat

5. Perhatikan merek

Lebih baik pake lipstik lokal yang sudah jelas merek & identitas produsennya serta terdaftar di BPOM karena lebih aman, daripada lipstik brand ternama tapi palsu. Sekarang kan banyak online shop yang menjual makeup high end brand tetapi harganya murah. Serem kan, bisa jadi ingredientsnya bahaya untuk kesehatan.

Lipstik branded palsu dengan harga murah
Kualitas lipstik Mac yang asli memang bagus & sudah terkenal, hanya penjual lipstik palsu yang pasang testimoni seperti ini

Jangan tertipu dengan lipstik abal-abal ya girls.. Sekarang banyak kok lipstik lokal untuk remaja yang harganya terjangkau, mudah didapat dengan kualitas bagus. Beberapa merek lipstik yang recommended untuk remaja antara lain :


Mustika Puteri, brand kosmetik remaja dari Martha Tilaar
Pilihan warnanya sedikit, cuma 4. Terlihat bold di tubenya, tapi aslinya warnanya sheer
Teksturnya cukup buildable, nggak mudah menggumpal, melembabkan bibir. Harganya < 20 ribu

Mustika Puteri Peachberry eyeshadow + lipstick palette
Ada 5 warna eyeshadow & 3 warna lipstik dengan wangi peachberry yang lembut samar-samar
Kandungan pelembabnya banyak, seperti shea butter, madu, dan almond oil. Lipstiknya berwarna lembut dan natural. Harganya sekitar 70 ribu. Pernah saya review di sini

Red-A, brand juniornya Viva. Banyak kandungan pelembabnya (squalane, vitamin E, shea butter, avocado oil). Pilihan warnanya juga banyaak (53 warna), dari warna natural sampai warna-warna unik seperti ungu tua & metalik. Aromanya sangat khas lipstik, artinya dia minim parfum. Harganya sekitar 11 ribu. Pernah saya review di sini

Sariayu Lipstik Imut. Wanginya imut sekali seperti bubblegum. Kecil, harganya sekitar 13 ribu. Mengandung moisturizer dan sunscreen. Warna di tubenya kelihatan mencolok tapi setelah dioles ke bibir jadi natural. Pernah saya review singkat di sini 

Lip on Lip Watercolor, bukan lipstik lokal, dia lisensi dari Rohto.
Ada 5 pilihan warna, semuanya lembut. Ini adalah lipstik sekaligus lip balm. Mengandung sunscreen dan kadar air yang tinggi. Ada glitter sedikit, warnanya sheer banget seperti tinted lip balm, kurang cocok untuk bibir yang warna aslinya gelap. Harganya sekitar 45 ribu

Very Me LipMania dari Oriflame, bukan lokal tapi cukup terjangkau & pasti aman
Ada 10 warna, jika sudah dioles ke bibir nggak terlalu bold warnanya
Wangi buah yang lembut, sangat melembabkan bibir. Sayangnya hanya dapat dibeli di member Oriflame, harganya juga berubah-ubah setiap bulan sesuai yang tertulis di katalog

Semoga post ini bisa bermanfaat ya!
Stay pretty & healthy!