Minggu, 27 April 2014

Skincare dan Makeup Saya Sehari-hari

Halo!


Jika saya membaca judul seperti itu, yang terbayang oleh saya adalah rutinitas skincare yang panjang dengan banyak produk, serta peralatan makeup yang komplit (biasanya di blog-blog lain gitu sih)


Tapi bandingkan dengan perlengkapan saya sehari-hari. Termasuk dikit lho. Nih saya tunjukkan..

Skincare regimen



Sekarang cuma 3 biji, yaitu facial wash anak-anak (Dee dee), minyak kelapa, dan dan krim sunblock Parasol. Pelembab yang dulu jadi favorit udah saya lempar ke orang lain (Pigeon dan Home Snow Vanishing Cream).

Saya mengurangi bahan kimia yang sering bikin masalah di kulit (kering, iritasi). Eh jangan salah, biarpun ini doang tapi minyak kelapa multifungsi lho! Minyak kelapa  untuk muka saya pakai sebagai makeup remover, pelembab, dan minyak pijat. Saya depot ke botol bekas baby oil biar lebih gampang dituang.

Saya sempat pakai extra virgin olive oil (EVOO) tapi sekarang udah habis. Berhubung di dapur adanya minyak kelapa ya udah pakai aja. Ternyata pakai minyak kelapa lebih enak. Teksturnya lebih cair & ringan, cepat menyerap dan baunya nggak seperti minyak goreng. Kemampuan melembabkannya sama.

Oya ada yang lupa..

Quaker Oats, saya suka pakai oatmeal untuk scrubbing 2 kali seminggu

Ini untuk lip care (lip balm Viva Chic on Lips dan minyak kelapa)
Dioles kapan aja waktu di rumah, terutama sebelum tidur

Sebenarnya saya pakai skincare sedikit bukan karena sedang kesulitan kondisi keuangan sih, tapi karena kulit saya seakan-akan sudah jenuh dengan terlalu banyak bahan kimia. Sedikit-sedikit iritasi, sebentar-sebentar muncul jerawat. Terakhir tuh muncul bruntusan serahang yang mengganggu banget. Kata dermatologist di web tempat saya konsultasi online, itu akibat gonta-ganti produk dalam waktu singkat, dan regimen yang saya pakai terlalu banyak macamnya. Bener juga sih. 

Jadi buat apa juga saya berpetualang mencari produk yang tepat, mending keep calm. Kurangi skincare dan pakai bahan seadanya aja. Malah cocok dan bikin sembuh, nggak nambah masalah kulit juga. Jadi malah ngirit. Lumayan duitnya bisa buat jajan dan ditabung.

Makeup yang sering dipakai harian

Makeup pokok saya yaitu bedak, pensil alis, mascara, lipbalm dan lipstik. Nggak pakai BB cream dan foundation. Eyeliner baru akhir-akhir ini suka, tapi cuma untuk tightline biar hasilnya natural dan ringan. Kan mata saya udah segede bola pingpong.

Untuk urusan bedak, kulit saya termasuk rewel. Bedak Marcks tabur dan Marcks Venus sebetulnya cocok, tapi nggak boleh dipakai sering-sering karena bikin kulit saya kering. Bedak bayi juga nggak boleh tiap hari karena parfumnya banyak dan saya termasuk orang yang sensitif dengan parfum untuk kulit muka. Akhirnya saya cuma pakai tepung maizena untuk bedak sehari-hari. Serius. Jadinya nggak kayak topeng kok, karena tepung maizena berfungsi sebagai translucent powder. Sudah saya bahas di sini.

Biar kelihatan agak bagusan, bedaknya eh tepungnya saya masukkan ke tempat bedak sungguhan dan saya kasih spons untuk aplikasi. Kebetulan masih nyimpan tempat bedak Trisia.

Tutupnya saya tempeli cermin biar bisa touch up
Ada teman yang nanya "Bedak tabur merek apa tuh ada cerminnya?"
Tempatnya merek Trisia, bedaknya merek Maizenaku hehehe..

Tuh putih banget kan, ini tepung maizena asli bukan baby powder

Nah, ini langkah-langkah saya berdandan di pagi / siang hari sebelum pergi ke kampus. Hanya butuh waktu maksimal 10 menit untuk dandan.

Makeup yang diperlukan

Langkah-langkahnya

 
Mulai dengan muka yang bersih, dijepit dulu poninya biar gampang
Inilah alasan saya pakai poni : jidat saya selebar lapangan golf

 
Tuangkan minyak kelapa, oleskan seperti pelembab, tepuk-tepuk pelan seperti pakai toner. Setelah itu pijat lembut seperti pakai massage cream

Lalu ditap-tap dengan tissue supaya tidak licin

Pakai krim sunblock, nggak usah banyak-banyak, kasihan kulit saya
tipis aja tapi merata di seluruh tempat yang perlu dilindungi

Pakai tepungnya

Setelah tepung diratakan nggak pektay, langsung membaur dengan warna kulit. Nggak ada coverage nggak masalah, let me show my complexion & imperfection. Kulit saya nggak flawless lho tapi saya tetap bangga *lebih tepatnya kepedean*

Pakai sunscreen lip balm (Viva Chic on Lips strawberry) biarkan meresap

Isi alis dengan Wardah Eyebrow Pencil, tipis saja supaya terlihat seperti alis sungguhan. Maklum alis saya botak dari sononya, tapi kalo pakai alis ala artis kelihatan "buatan" banget meskipun hasilnya cakep. Eh itu udah pakai eyeshadow juga

Pakai eyeshadow Face on Face natural glow, warnanya super natural (coklat cenderung oranye, krem, dan putih kekuningan) yang cocok untuk sehari-hari

Pakai eyeliner untuk tighline dengan eyeliner cair berkuas tipis (My Darling)

Nah beginilah caranya, kelopak mata ditarik dulu
My Darling enak banget untuk tightline karena kuasnya lentur dan tipis, nggak mudah hilang jika dipakai di situ. Tapi untuk bikin cat's eye kayaknya kurang cocok -- malah mudah pudar karena dia nggak smudgeproof

Saya pakai mascara hitam dari Pixy
Hasilnya natural, efek menebalkan dan melentikkan nggak terlalu ekstrim
Yang pasti waterproof tapi sangat mudah dibersihkan

Untuk mata sudah beres

Untuk pipi, favorit saya warna pink pucat dari blush on Red A seri B
Warnanya paling natural di pipi saya

Masih asyik nge-blend blush on

Lip balm yang tadi udah dioles ditap-tap pakai tissue, kan sudah meresap
Kalo nggak gitu, nanti lipstiknya susah nempel

Mau ngampus pakai lipstik merah? Hehehe.. why not? 
Saya memakai Mirabella Colorfix favorit saya dengan tebal

Tapi setelah itu ditap-tap pakai tissue

Hasilnya natural kan? Menyatu dengan tekstur bibir, kelihatan sama seperti jaman saya pakai Tony Moly lip tint. Warnanya awet seharian di bibir saya (dengan minum & makan) jika proses ngoles lipstik & tap pakai tissue diulang 3 kali. Tapi tergantung cara makannya juga sih. Saya makan seperti chef-chef wanita yang sedang mencicipi hasil masakan

Tadi di jidat ada tepung yang nggak rata. Diratakan dulu biar nggak cemong.
Udah, siap berangkat!

Dandanannya biasa banget? Ya emang, kan mau ngampus. Lagipula alat dandannya kayak gitu doang, hehehe... Jadinya "no makeup" makeup

BUDGET

Pastinya irit dong. Mari dihitung habisnya berapa.

Skin & Lip Care

Dee dee facial wash 13 ribu
Minyak kelapa Barco 23 ribu
Parasol sunblock 36 ribu
Oatmeal 9 ribu
Viva Chic on Lips 10 ribu x 2
TOTAL 101 ribu

Makeup yang dipakai di post ini

Maizena 3 ribu
Red A blush on 18 ribu
Eyeshadow Face on Face 27 ribu (beli tahun 2012)
Eyeliner My Darling 12 ribu
Mascara Pixy 30 ribu
Lipstik Mirabella Colorfix 41 ribu
Pensil alis Wardah 25 ribu
TOTAL 156 ribu

Dan itupun nggak 1 bulan habis, bisa berbulan-bulan (kecuali oatmeal dan minyak kelapa karena untuk dimakan juga). Super ngirit *tepatnya pelit* 

Prinsip "ada rupa ada harga" tidak berlaku untuk saya. Saya bisa beli produk yang aman, sehat dan cocok untuk kulit saya dengan budget sedikit. Hehehe.. Kalo kalian bisa beli berapa produk kosmetik dengan uang 257 ribu? 

Sampai jumpa di cerita berikutnya!





Jumat, 25 April 2014

Seputar Blogging (Opini Orang & Opini Saya)

Hai semua yang lagi mampir di sini!
Kali ini saya nggak sedang bahas kosmetik, hmm.. bisa dibilang semacam curhat. Soal blogging tentu saja. Nggak ada masalah apa-apa sih, cuma ingin cerita..

KATA ORANG :

Masa kamu bikin beauty blog?

Saya sudah menegaskan di About Me dan post ini bahwa ini bukan beauty blog dan saya bukan beauty blogger meskipun isinya banyak soal kosmetik. Orang-orang yang mengenal masa lalu saya selalu nggak percaya saya menulis seperti ini karena saya dulu tomboy ekstrim sampai dikira butch. 

I'm tomboy but I'm not a boy

Tak ada yang percaya saya menulis soal kosmetik, setahu orang-orang saya suka menulis blog yang isinya pengetahuan. Di mata mereka, ngeblog soal kosmetik adalah sesuatu yang dangkal, cuma dilakukan oleh para wanita yang sisa duit, boros dan kurang kerjaan. Yah, saya mengakui saya memang kurang kerjaan dan hobi nyampah di internet, tapi saya tidak tergolong sebagai wanita yang sisa duit atau boros. Mereka tidak tahu betapa pelitnya saya, hehe.. 

Kata orang, cewek yang suka ngeblog soal kosmetik itu adalah cewek boros dan dangkal

Sebenarnya saya lebih mirip si Gober bebek yang sangat perhitungan saat mau keluar duit

Saya bahkan tidak mencantumkan blog ini (Random Wonderland) di profil Blogger. Beberapa dosen saya tahu dan sering baca blog Lintang Rinastiti Zone. Nggak perlu lah mereka tahu soal keisengan saya di sini, hehe..

Blog harusnya dilengkapi foto yang bagus supaya orang tertarik

"Blog lebih menarik dan pasti disukai orang jika fotonya asli jepretan sendiri, jelas dan berkualitas"
Memang benar. Saya pun suka ke blog orang lain yang gambar-gambarnya dari kamera mereka, diberi sedikit efek sehingga terlihat profesional dan berkualitas.

Nggak punya kamera bagus terus nggak boleh ngeblog gitu?

"Gambar di blog kamu buram, banyak yang ngambil dari Google"
Oke, saya akui memang itu salah satu kelemahan saya. Foto di blog ini buram karena saya nggak punya kamera bagus. Saya ngambil foto dengan HP Nokia Xpress Music. HP jadul, bukan android. Resolusinya 2 MP aja. Saya berusaha memperbaiki gambarnya dengan bantuan Photoscape untuk memperjelas warna dan ketajamannya, tapi itupun nggak banyak menolong. Saya tahu foto-foto di blog saya buruk, dan kadang minder sehingga saya banyak ambil di Google.

Saya memang nggak punya modal, tapi itu nggak menyurutkan niat saya untuk ngeblog. Memang saya orangnya kepedean, jadi maafkan.

Pasang GFC dong! 

Dulu saya pernah coba pasang Google Friend Connect tapi error, jadi ya udah deh nggak jadi masang. 

Oke deh, saya gaptek jadi kalo nggak bisa pasang GFC ya udah..

Karena nggak ada GFC, sempat ada yang nanya
"Kenapa nggak ada tombol follow sih? Kamu malu ya kalo followernya sedikit?"

Eh, buat saya jumlah follower itu bukan masalah. Ada yang mau follow blog saya ya syukurlah, enggak juga nggak apa-apa.

Saya pernah baca beberapa blog (bukan Indonesia) di mana mereka sangat terobsesi untuk punya follower. Saat followernya udah banyak banget (ratusan bahkan ribuan) mereka berniat ingin menghapus gadget GFC. Kenapa? Karena jumlah follower itu membuat mereka nggak konsen ngeblog. Setiap hari mereka mengecek jumlah follower, berharap selalu bertambah banyak, dan benar-benar kecewa jika berkurang. Mereka mengaku GFC membuat mereka menjadi "serakah" dan tidak bisa menikmati proses blogging. 
Jujur saja, saya takut kalo saya nantinya bersikap seperti itu, jadi serakah dan follower minded. Untung gadget GFC saya error hehehe..

Lagipula kita bisa kok memfollow blog yang nggak ada tombol follownya. Tinggal masuk dashboard, lalu pilih daftar bacaan. Masukkan URL blog yang ingin kamu ikuti.


Bloggernya aja nggak memenuhi syarat

Orang-orang yang kenal saya bilang untuk menulis blog tentang beauty setidaknya bloggernya harus cantik dan modis, seperti yang mereka baca di wolipop tentang 5 beauty blogger Indonesia terfavorit. Kalian pasti tahu siapa saja yang dibahas artikel itu.

Aduh please jangan bandingkan saya dengan mereka, mereka kan blogger profesional dan style mereka jauh beda dengan saya. Saya ini 100% amatir dan iseng. Saya juga nggak satu aliran dan misi dengan mereka. 

 
Mereka berkiblat ke KPop, saya goth

KATA SAYA :

Jadi blogger harus punya ciri khas

Ciri khas saya yaitu mereview produk lokal yang harganya terjangkau dan gampang dicari. Saya yakin, nggak semua orang punya budget untuk beli kosmetik mahal. dan nggak semuanya suka belanja online. 

Saya bukan peminat belanja online

Saya suka main ke blog orang yang mereview produk luar negeri yang branded tapi cuma untuk lihat-lihat. Saya nggak yakin sanggup membeli, carinya aja susah dan harus PO, pajaknya juga tinggi makanya mahal.

Ciri saya yang lain adalah membahas ingredients. Memang nggak semua komponen ingredients saya bahas, paling yang penting-penting saja (yang menarik perhatian saya aja). Nggak semua blogger mau meluangkan waktu untuk searching di Google tentang ingredients dalam kosmetik. Saya selalu salut pada blogger yang mau menjelaskan ingredients. Memang kita bukan dermatologist atau ahli kimia, tapi setidaknya kita mencoba menggali informasi dan berusaha membagikannya kepada pembaca. 

Jadi blogger tidak perlu terobsesi dengan angka

Jumlah follower, jumlah comment dan jumlah pageviews bukan hal yang jadi obsesi saya. Saya tetap yakin ada orang yang membaca blog saya, entah karena terdampar atau karena memang penasaran dengan isinya.

Apalah arti sebuah angka

Semua orang boleh berpendapat 

Semua orang boleh comment bahkan secara anonymous, bertanya lewat email juga sangat diperbolehkan. Saya sering dapat pertanyaan lewat email daripada kolom comment blog ini, hehe.. Nggak apa-apa. Saya akan berusaha merespon secepatnya. Sebisa mungkin saya langsung membalas saat sedang buka laptop. Kalo lama berarti saya lagi nggak main laptop atau koneksi internet lagi kacau. Saya bukan orang yang sombong walaupun memang jutek dan muka saya angker.

Ngeblog itu harus niat dan semangat


Saya suka sekali baca blog orang yang rajin diupdate, apapun isinya. Makanya saya juga selalu berusaha update blog. Misalnya nggak selesai hari itu ya disave aja, nanti toh bisa dilanjutkan. Kadang saya menulis 1 post pendek dalam beberapa hari karena nggak punya waktu, tapi disempatkan. 

Saya tadi bilang di point sebelumnya bahwa jumlah follower, comment dan pageviews itu tidak penting buat saya. Tapi jumlah post itu sangat penting! Saya selalu berniat menambah jumlah post, kadang menyesal jika post bulan sebelumnya lebih banyak dari bulan ini. Saya suka menantang diri saya "hayo, berapa post yang bisa kamu publish dalam 1 bulan?"

Urusan dibaca orang atau tidak, itu soal nanti. Saya nggak paham SEO, tapi saya pernah baca kalo blog yang sering diupdate akan lebih mudah ditelusuri oleh search engine. Apa iya sih? Entahlah, hehe.. Yang pasti saya bersyukur ada saja orang yang nyasar di blog ini.

Harus jujur
Jangan suka bohong, nanti hidungnya panjang seperti Pinokio

Kalo nggak suka, bilang nggak suka. Kalo suka, nggak perlu overrated. Semua harus ditulis seobjektif mungkin. Awal-awal ngeblog, saya pernah nulis tidak ada poin minus dari produk yang saya review. Nggak masuk akal ya, yang namanya produk itu pasti ada kekurangannya. Kesannya saya suka mencari-cari kesalahan ya? Nggak gitu sih maksudnya. 

Saya sering keracunan blognya orang yang bilang "tidak ada kekurangan dari produk ini, nggak ada yang aku nggak suka dari produk ini". Eh begitu saya beli ternyata kekurangannya banyaaak.. Memang sih kosmetik itu cocok-cocokan. Mungkin cocok di dia, nggak cocok di saya. Tapi sebaiknya dalam mereview kita jangan overrated, menyanjung-nyanjung terlalu tinggi walaupun itu produk favorit kita. Nanti ada yang kecewa. 

Jangan menyebar hoax


Misalnya blogger lain bilang "produk ini tuh nggak aman karena mengandung paraben dan merkuri" padahal kita nggak ngerti paraben itu apa, dan nggak ngerti prosedur mengecek kandungan merkuri itu kayak gimana. Lalu dalam review-review kita menulis bahwa produk ini jelek karena ada parabennya, produk ini bahaya karena bermerkuri. Kalo ngeblog, janganlah jadi blogger yang menyesatkan. Cari tahu dulu, lebih baik lagi kalo bisa memberikan fakta yang benar dari sumber-sumber terpercaya (misalnya hasil penelitian, lembaga ilmiah). 

Saya bukannya mau sok pintar, tapi cuma mau mengingatkan supaya kita tidak menjadi blogger yang menyebar kebohongan dan meresahkan masyarakat. Lebih ngeri lagi kalo nanti kita dituntut produsen kosmetik yang nggak terima karena produknya "difitnah". Kan memalukan banget tuh..

Nggak boleh marah kalo dikritik

Kritik itu kan sebenarnya baik, yaitu memberi masukan supaya blog kita lebih baik lagi. Gimana dengan kritik yang bersifat menjatuhkan? Santai aja lagi, mungkin mereka memang haters. Haters gonna hate, jadi nggak usah diladeni. Nanti kita kedengaran kayak orang bego atau kampungan.

Saya sering kok dikritik, salah satunya ya yang seperti point "KATA ORANG" di atas. Saya nggak marah, tapi kemudian saya bahas & klarifikasi di sini. Dengan merahasiakan identitas yang bersangkutan pastinya.

Betul sekali!

Sekian dulu ya.. Makasih untuk kalian yang sudah membaca blog ini.

Terima Kasih!