Sabtu, 28 Juni 2014

Resep DIY Pisang & Kulitnya untuk Permasalahan Kulitmu

Hai!

Pisang (dan pepaya) adalah buah yang selalu ada di rumah saya, makanya resep DIY yang saya buat nggak jauh-jauh dari kedua buah itu. Dari kemarin saya membahas pepaya terus, sekarang gantian pisang. 

Pisang memang buah yang tidak mahal, tetapi manfaatnya luar biasa. Tidak hanya buahnya saja, tetapi juga kulitnya. Pisang (buah dan kulitnya) memiliki aktivitas antioksidan dan antimikrobial. Pisang dikenal dengan kandungan vitamin B dan C yang tinggi, selain itu juga vitamin A. Pisang sangat potensial sebagai skincare untuk mengatasi permasalahan kulit seperti jerawat, hiperpigmentasi, aging, dan iritasi. Kulit pisang juga berpotensi sebagai pembersih (face wash & peeling) karena mengandung saponin. Nanti kita bahas lebih lanjut ya.. sekarang resepnya!

Jangan lihat bentuknya, yang penting khasiatnya

Rabu, 25 Juni 2014

Mustika Ratu Zaitun Hand and Body Lotion

Halooo..

Udah lama saya nggak review produk karena emang nggak beli kosmetik apa-apa, keasyikan bikin sendiri. Siapa orang Indonesia yang nggak kenal Mustika Ratu? Pasti pernah dengar lah ya.. ini merek lokal. Saya suka banget produk lokal. Dengan memakai produk lokal, kita turut membantu memajukan negeri ini. Percuma kalo rakyat protes ke pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat, padahal rakyatnya sendiri nggak pro Indonesia hehehe.. *ups OOT*

Minggu lalu saya menemukan hand & body lotion ini di Alfamart dekat rumah. Botolnya unik, menarik sekali. Saya langsung sambar karena ini bahannya zaitun, dan ada gratisan sampel minyak zaitun Mustika Ratu. Saya penggemar berat olive oil, dulu sering beli minyak zaitun Mustika Ratu sebelum kenal EVOO. Btw saya nggak pernah nyoba body butter zaitun Mustika Ratu. Di benak saya, body butter itu berat dan lengket.


Ehmm.. mulai aja deh reviewnya!



Senin, 23 Juni 2014

DIY Peeling Mudah dengan Pepaya & Kulit Pisang

Hai!


Muka kusam memang harus di-peeling. Saya biasanya peeling 1 - 2 kali seminggu. Masker scrub andalan saya, fermented oatmeal biasa dan fermented oatmeal+turmeric+green tea memang ampuh untuk saya, tapi butuh waktu untuk fermentasi.

Saya butuh peeling yang bisa dibuat dalam waktu cepat dan pastinya harus alami dan manjur. Saya mulai tertarik dengan kulit pisang karena dulu ada pembaca yang share link gambar dari pinterest. Gambar itu bercerita tentang perkembangan kondisi orang yang mengoleskan kulit pisang ke wajahnya beberapa kali sehari dalam 3 (atau 4?) hari. Ajaib, jerawat dan bekasnya bisa hilang! Jadi penasaran nih.. saya punya noda-noda warisan breakout beberapa bulan lalu, pinginnya cepat-cepat dihilangkan. Lalu saya coba oles-oles kulit pisang (bagian dalamnya), wah.. ternyata oxidize. Jadi coklat kusam ini muka, hahaha.. Tapi warna coklatnya hilang kalo udah dibilas.


Saya kurang suka pakai kulit pisang langsung untuk muka, makanya saya campur dengan green tea dan garam. Bukan sekedar untuk masker, tapi untuk peeling. Cuma iseng aja waktu itu, ternyata oke juga hasilnya. Iseng nyoba dengan pepaya, sama suksesnya. Nah, sekarang saya ingin berbagi resepnya. Gampang banget!



Sabtu, 21 Juni 2014

DIY Vitamin ABC Sleeping Mask (100% Natural)

Halo!


Sudah lama saya mendengar kehebatan vitamin A untuk kulit. Siapa yang nggak kenal tretinoin? Saya bahkan sudah membahas tretinoin sebagai 3 ingredients ajaib dalam skincare disini. Tretinoin sendiri merupakan golongan vitamin A yang (katanya) serba bisa untuk menangani segala permasalahan kulit : jerawat, hiperpigmentasi, psoriasis, juga antiaging. Vitamin A sangat sakti karena fungsinya untuk meregenerasi sel-sel kulit dan menstimulasi pembentukan kolagen.

Saya mupeng membaca artikel tentang orang-orang yang kulitnya awet muda karena memakai tretinoin selama 20 tahun, lagipula dari hasil penelitian tretinoin aman untuk digunakan dalam jangka panjang (tapi dilarang keras untuk ibu hamil & menyusui). Makanya saya mencoba Vitacid dosis terendah (0,025%), tapi kemudian saya mengalami bencana kulit yang hebat selama 1,5 bulan. Kulit kering, mengelupas, merah, perih luar biasa. Tapi nggak keluar jerawat & komedo seperti purging yang sering dialami orang-orang. Saya pikir setelah 28 hari kondisinya akan membaik (karena regenerasi kulit tiap 28 hari), ternyata enggak. Sejak itu saya menyerah dengan tretinoin, dan bertekad untuk memakai sumber vitamin A alami saja. 

Sumber vitamin A alami tentu semua sudah tahu kan? Pasti sayuran yang berwarna oranye atau merah. Tapi nggak hanya itu aja lho, soalnya vitamin A (carotenoid) ada 6 jenis. Ini dia..



Sayuran hijau juga mengandung vitamin A (jenisnya lutein), sayuran & buah yang ungu juga ada vitamin A (jenisnya crocetin). Banyak sekali makanan yang mengandung vitamin A, lalu kenapa tidak kita manfaatkan untuk kulit? Kenapa harus beli obat yang bikin purging? Makanya saya suka banget bikin masker dan toner dari bahan-bahan yang kaya vitamin A. Favorit saya yaitu wortel, pepaya, dan tomat.

Senin, 16 Juni 2014

DIY Makeup from Your Kitchen

Halo..


Di luar negeri, kosmetik DIY dari bahan makanan adalah hal yang sangat lazim, karena masyarakatnya banyak yang aware terhadap cosmetic ingredients. Di Indonesia mungkin masih banyak di-judge karena umumnya orang beranggapan bahwa bahan makanan tidak bisa ditemplokin ke kulit. Banyak juga yang menyamakan  kosmetik DIY dengan kosmetik abal-abal. Semua yang tidak punya merek, tidak dibuat di pabrik besar, atau terbuat dari bahan-bahan murah dianggap abal.

Kosmetik DIY jelas beda dengan kosmetik abal-abal. Kosmetik DIY dibuat untuk dipakai sendiri, tidak dijual. Karena dipakai sendiri, tidak mungkin pembuatnya menggunakan bahan-bahan berbahaya meskipun murah -- kecuali jika dia kepingin mati.

Kosmetik abal-abal dibuat oleh orang tidak bertanggungjawab menggunakan bahan-bahan murah yang berbahaya, lalu dijual ke masyarakat. Seorang pembuat kosmetik abal-abal tidak mungkin membeberkan bahan dan proses pembuatannya, itu namanya bunuh diri. Dia mungkin tidak mau menggunakan kosmetik buatannya sendiri karena menyadari itu berbahaya.

Jika saya membuat kosmetik DIY, sudah pasti saya menggunakannya sendiri karena saya tau itu aman. Kalo nggak aman mana berani saya pakai, ngapain saya share di blog? Hehehe.. berikut ini adalah hasil keisengan saya membuat makeup DIY. Jika tidak berkenan di hati jangan dihujat ya..

Minggu, 15 Juni 2014

DIY Snow Papaya Soap (for Face & Body)

Halo semuanya!


Saya punya resep DIY lagi nih, kali ini tentang sabun. Namanya Snow Papaya Soap. Kedengarannya kayak sabun yang punya efek whitening. Memang secara logika begitu, karena bahan utamanya adalah snow fungus (alias jamur kuping putih / Tremella fuciformis) dan pepaya. Dua bahan ini terkenal punya efek skin lightening. Apa iya sih? Hehehe.. mari kenalan dulu!

Jumat, 13 Juni 2014

4 Macam DIY Facial Cleanser yang Oil Free

Hai!

Ada teman saya yang tanya begini "Lintang, pembersih muka DIY yang bebas minyak apa ya? Aku udah pernah coba bersihin muka pakai EVOO dan grapeseed oil tapi ternyata bikin bruntusan. Mukaku acne prone dan anti banget sama segala macam minyak."

Resep DIY skincare kali ini tentang 4 macam facial cleanser yang dijamin bebas minyak, cocok untuk orang yang kulitnya seperti teman saya ini.  Dua resep saya peroleh dari usulan pembaca, dua lainnya hasil utak-atik sendiri. Ternyata empat-empatnya oke banget untuk teman saya dan saya sendiri. Eh padahal kulit kami berlawanan banget lho. Kulit dia super berminyak, kulit saya kering.

Nah, ini dia facial cleanser yang saya maksud..


Dari kiri ke kanan :
Fermented oat & turmeric with green tea
Fermented honey
Fermented honey & cinnamon
Spicy chocotea

Semuanya punya aroma yang sedap (menurut hidung saya). Yang ada embel-embel fermented memang difermentasi, tapi nggak ada bau-bauan khas ragi. Facial cleanser yang wanginya yummy bikin saya rajin membersihkan muka, hehehe..

Minggu, 08 Juni 2014

DIY STORM Toner (Saccharomyces-Tea-Oat-Rice-Mushroom)

Halo..

Kembali lagi dengan resep DIY skincare. Saya bingung ngasih nama untuk toner ini.. sebut aja STORM gitu ya. Bukan pitera tapi STORM, oke? Bahan utamanya memang 5 itu : Saccharomyces, Tea, Oat, Rice, Mushroom. Ada yeast, ada mushroom, difermentasikan.. serem kedengarannya? Tapi jangan khawatir, toner ini nggak akan bikin muka jamuran atau pipi mengembang hehehe.. (ide dari mana itu??)


Toner ini udah saya ujicobakan ke muka saya selama 1 minggu ini. Adapun bahan-bahan penyusunnya sudah saya gunakan secara sendiri-sendiri secara rutin. Saya merasa cocok memakai oat untuk cuci muka,  masker Saccharomyces+oat, toner Saccharomyces+Rice, toner dari teh, dan toner dari air rebusan jamur. Saya berpikir, bisakah saya menggabungkan semuanya? Ternyata bisa, malah hasilnya oke sekali untuk saya.

Rabu, 04 Juni 2014

Menghindari Malapetaka Pemakaian Skincare

Haloo..

Jika disuruh memilih antara makeup dan skincare, jujur saya lebih memilih skincare. Saya tau 2 macam kosmetik tersebut beda fungsi, satunya untuk memperbaiki penampilan dan satunya lagi untuk merawat. Saya sebenarnya suka banget sama makeup, tapi nggak rajin menggunakannya. Makeup saya yang selalu terpakai hanya pensil alis, lipstik, blush on, eyeshadow coklat, itupun nggak wajib banget. Lainnya dipakai kalo bener-bener ada niat. Makanya kemampuan dandan saya berhenti di situ aja, hehehe..

Entah kenapa rasanya males gitu, apalagi buat sehari-hari aja.. dandan lama-lama, pakai ini itu, lalu akhirnya toh harus dihapus. Lagipula makeup itu bikin ketagihan dan ketergantungan. Begitu udah kenal makeup selalu ingin lagi, lagi dan lagi.. nggak pakai sehari aja rasanya ada yang kurang. Saya nggak bermaksud menyinggung para pecinta makeup lho. Saya justru kagum lihat para wanita jago memoles makeup. Apalagi yang bisa transformation makeup, wuihh.. keren banget!

Makeup transformation yang keren banget

Tapi jujur saya kepingin punya wajah yang kelihatan fresh tanpa makeup. Saya ingin nggak merasa kucel meskipun muka saya begini-begini aja (saya sih orangnya sadar diri, hehehe). Salah satu cara untuk mewujudkan keinginan saya yaitu dengan skincare yang tepat dan aman. Saya ini gampang banget keracunan review skincare yang murah meriah tapi hasilnya bagus, pastinya harus aman dong.

Senin, 02 Juni 2014

Ellips Hair Mask Damage Reliever

Hai semuanya!

Dulu saya suka banget pakai hair mask, biasanya saya pakai hair mask dari Makarizo, Ellips, Sunsilk. Tapi itu dulu, sekarang udah malas. Habisnya nggak ngefek sih.. hehehe

Bongkar-bongkar kotak peralatan mandi, eh nemu 1 sachet hair mask ini, sepertinya baru saya pakai sekali. Tapi masih layak pakai kok, soalnya kadaluwarsanya masih lama dan saya jepit pakai klip. Biasanya 1 sachet cukup untuk saya pakai 3 kali, dulu waktu rambut saya masih pendek bisa sampai 5 kali. Irit banget ya..

Minggu, 01 Juni 2014

DIY Purifying Face & Body Wash

Hai.. kembali lagi dengan DIY skincare hasil keisengan saya

Kali ini saya mau berbagi resep homemade face & body wash. Bahannya gampang banget, cuma oat, kayu manis bubuk, gliserin, dan minyak kelapa. Minyak kelapanya boleh diganti minyak zaitun/ grapeseed /rice bran atau apapun yang kita punya.  


Ada embel-embel "purifying" soalnya bisa untuk eksfoliasi. Tapi tergantung kondisi kulit juga sih, jika kulit sudah bersih (baru aja scrubbing / peeling / luluran), daki nggak akan keluar. Begitupula untuk kulit muka, jika ada komedo dan sel kulit mati jadi gampang dibersihkan, kalo nggak ada ya nggak apa-apa.

Sifatnya mild di kulit saya, dan sangat melembabkan. Nggak ada reaksi aneh-aneh seperti kemerahan, perih, kulit mengering dan mengelupas, jerawat, komedo, gatal dll. Makanya saya berani share resepnya. Tapi bisa aja hasilnya berbeda-beda di setiap orang karena tidak semua bahan alami bisa ditolerir oleh kulit semua orang. 

Ini kedua kalinya saya bikin. Sebetulnya face & body wash ini bisa tahan 1 mingguan atau mungkin lebih karena ada pengawet alaminya (kayu manis). Tapi punya saya dalam 3 hari aja udah habis, hehehe..

Ngobrol soal ingredients-nya

Oat (Avena sativa L.) adalah bahan utama pembuatan face & body wash ini karena oat mengandung saponin yang berfungsi sebagai cleansing agent. Oat efektif membersihkan kulit sebagai pengganti sabun. Selain itu oat mengandung bahan anti peradangan dan anti iritasi, dapat mengangkat sel kulit mati, merawat beberapa jenis gangguan pada kulit (acne, eczema, rocasea, kerusakan akibat surfaktan, AHA, pemutih), memperkecil ukuran pori-pori, mengandung antioksidan yang memperlambat penuaan dini, serta kaya akan vitamin B yang dapat menghaluskan dan mencerahkan kulit.


Antioksidan yang ada di dalam oat adalah senyawa fenolik dan vitamin E . Senyawa fenolik utamanya yaitu avenanthramides yang diketahui memiliki aktivitas anti peradangan, anti iritasi, dan anti gatal (sumber 1sumber 2).

Bahan yang tak kalah pentingnya di sini adalah cinnamon powder alias bubuk kayu manis. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) sifatnya antibakteri, baik untuk mencegah masalah kulit seperti gatal-gatal dan jerawat. Komponen antibakteri dalam kayu manis adalah volatile oil bernama cinnamaldehyde, serta senyawa polifenol bernama proanthocyanidin. Sifatnya bisa melawan beberapa bakteri patogen penyebab kerusakan pangan dan masalah kesehatan (antara lain Bacillus cereus, Listeria monocytogenes, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Salmonella anatum), sehingga kayu manis bisa berfungsi sebagai pengawet alami (sumber).

Cinnamaldehyde juga meningkatkan produksi kolagen pada kulit sehingga kulit menjadi lebih elastis, lembab, dan tidak cepat keriput.

Tapii.. kayu manis bisa menyebabkan iritasi pada sebagian orang akibat adanya senyawa eugenol dan cinnamaldehyde, gejalanya berupa ruam kemerahan, perih, panas (sumber). Kayu manis tidak boleh digunakan pada wanita hamil, menyusui, dan pada anak kecil (sumber).


Lalu saya juga pakai gliserin untuk face & body wash ini. Gliserin adalah humectant, sifatnya melembabkan kulit dengan cara mengikat uap air dari udara dan dari lapisan kulit terdalam (dermis) sehingga meningkatkan kadar air pada permukaan kulit/ epidermis (sumber).

Minyak kelapa juga untuk melembabkan karena sifatnya sebagai emollient. Minyak kelapa juga bersifat sebagai anti bakteri dan anti jamur karena kaya akan lauric acid. Efektif untuk mencegah dan mengatasi infeksi pada kulit akibat Staphylococcus aureus  dan jamur Candida (sumber 123). Minyak kelapa juga merawat kulit yang mengalami iritasi. Selain itu minyak kelapa juga membantu eksfoliasi kulit.

coconut oil

Itulah penjelasan tentang ingredients nya. Sekarang resepnya!

1. Siapkan bahan-bahannya


1. Oatmeal
2. Kayu manis bubuk
3. Semangkuk air
4. Gliserin
5. Minyak kelapa (boleh diganti EVOO, grapeseed oil dll)

Gliserin yang saya pakai adalah vegetable glycerin, belinya di toko bahan kimia. Gliserin ada yang nabati, ada yang hewani. Gliserin hewani sering bermasalah dengan isu kehalalannya. Gliserin pekat jangan sampai kena kulit ya.. soalnya panas dan justru bikin kulit kasar. Kalo nggak ada gliserin juga nggak apa-apa sih..

2. Campurkan oatmeal dengan air. Untuk resep ini saya pakai 4 sendok makan oatmeal untuk semangkuk air. Aduk sampai airnya menjadi keruh.


3. Pisahkan airnya di panci. Sisa oatmealnya bisa digunakan untuk keperluan lain. Buat maskeran boleh, dimakan juga nggak apa-apa asalkan airnya matang. Eh, beneran saya makan lho *kelaparan*

Airnya aja yang dipakai, buburnya nggak usah

4. Campurkan 1 sendok makan gliserin ke dalam air oatmeal.


5. Lalu tambahkan 1 sendok makan kayu manis bubuk.


6. Tambahkan minyak kelapa. Untuk kulit super kering gunakan 1 sendok makan. Untuk kulit normal / berminyak cukup 1 sendok teh.


7. Didihkan sambil diaduk hingga mengental.


8. Jika sudah mengental, angkat dari kompor. Jadinya agak seperti jelly. Memang kayu manis kalo ketemu minyak akan seperti itu jadinya.


9. Jika sudah dingin, masukkan ke dalam botol. Boleh botol kaca atau plastik, yang penting steril. Cara saya mensterilkan wadah untuk produk homemade begini yaitu dicuci dengan sabun anti bakteri, lalu wadah kaca direndam air mendidih sedangkan wadah plastik dengan alkohol 70%. Biarkan kering hingga air / alkohol dalam botol menguap, setelah itu boleh diisi.

Yeayy..jadi! Sepintas kayak selai kacang

Cara pakai

Tuangkan secukupnya ke telapak tangan, lalu usapkan ke wajah dan tubuh dalam kondisi kering. Pijat atau gosok perlahan, setelah itu dibilas. Saat membilas, gosok badan dengan jari. Jika kita belum peeling, akan terasa banyak kotoran terangkat dengan mudah. Face & body wash ini cuma membantu eksfoliasi, tetapi tidak menyebabkan kulit mengering & mengelupas secara paksa seperti chemical peeling. Jika memang kulit sudah dalam kondisi bersih, ya tidak akan ada kotoran yang keluar.

REVIEW

Tekstur
Kental, tapi bukan creamy. Kayak bubur kanji tapi nggak lengket, berarti apa nih.. gel? Digosokkan ke kulit jelas terasa licin tapi kesan licinnya hilang saat dibilas. Butiran kayu manis terasa seperti scrub yang halus, saya sih suka.. nggak sakit kok di kulit. Lebih menyakitkan kalo pakai gula.

Bau
Baunya ya kayak kayu manis. Saya suka wangi kayu manis..enak!

Saat dipakai
Untungnya saya tidak punya alergi terhadap kayu manis, jadi tidak ada rasa panas, perih, atau yang aneh-aneh. Tapi rasanya agak semriwing di kulit muka, adem-adem gimana gitu. Kalo di badan nggak ada sensasi apa-apa.

Daya bersih
Seperti yang sudah saya bilang, ini bisa membersihkan kulit dan membantu eksfoliasi. Habis mandi & cuci muka, kulit rasanya bersih.

Efek setelah dibilas
Kulit rasanya lembab dan halus, meskipun nggak pakai moisturizer sesudahnya. Kalo kamu kebanyakan ngasih minyak, yang ada malah terasa greasy. Tapi untunglah di percobaan pertama & kedua ini minyaknya pas untuk saya. 

Efek untuk jerawat
Kurang tau, saya nggak sedang jerawatan. Tapi yang pasti face & body wash ini nggak menyebabkan jerawat untuk saya.

Efek untuk komedo
Memang saya sering komedoan di bagian hidung karena krim sunblock yang saya pakai tapi face & body wash ini nggak menambah komedo baru. Komedo justru jadi mudah dibersihkan setelah cuci muka pakai ini. Tapi bagi saya yang jago membersihkan komedo tetap fermented oatmeal mask hehehe..

Efek untuk masalah kulit yang lain
Dua hari yang lalu saya sedang kena biang keringat di punggung gara-gara cuaca yang panas dan lembab. Setelah mandi pakai ini, gatalnya berkurang dan cepat sembuh. Senang sekali.. 

Kesimpulan
(+) Wanginya enak
(+) Ada scrub lembutnya
(+) Bisa mengangkat semua kotoran, daya bersih oke
(+) Melembabkan & menghaluskan kulit
(+) Nggak menimbulkan reaksi aneh-aneh di kulit saya (panas/perih/gatal/jerawat/komedo dll)
(+) Terbukti bisa menyembuhkan biang keringat di saya

(-) Bentuknya kayak bubur kanji, susah dipegang
(-) Nggak seru karena nggak ada busanya (apa perlu saya tambah surfaktan? Nanti jadinya nggak lembab lagi)
(-) Cuma tahan sekitar 1 minggu (itupun dimasukkan ke kulkas) karena tidak ditambah pengawet buatan
(-) Repot (homemade ya repot)

Bikin lagi? Ya
Recommended? Ya, tapi dilarang untuk yang sedang hamil/menyusui/punya alergi terhadap kayu manis.

Oya, ini ada foto swatch di tangan

Nggak menarik wujudnya

Digosokkan ke kulit, rasanya licin dengan butiran yang lembut dari kayu manisnya

Setelah dibilas & dikeringkan, lembab & halus rasanya

Buat yang alergi kayu manis, boleh kok diganti kopi atau bubuk kunyit karena sama-sama punya fungsi purifying. Tapi kalo kopi nggak ada fungsi antibakterinya. Oke, sekian resep & reviewnya..