Rabu, 30 Juli 2014

Sharing : Usaha Menyelamatkan Kulit dari Penuaan Dini

Hai pembaca..

Saya yakin nggak ada orang yang mau dikira lebih tua dari usia sebenarnya. Masalah muka boros atau babyface itu bawaan lahir, takdir yang nggak bisa diubah *kecuali oplas*. Tapi masalah kulit itu tergantung usaha kita dalam merawatnya. Banyak yang bilang, skincare anti aging baiknya dimulai sejak umur 20-an, bahkan sekarang banyak remaja belasan tahun yang sudah mulai memakai skincare antiaging. Skincare antiaging memang penting, tapi sebenarnya usaha mencegah penuaan dini nggak hanya sebatas soal skincare. 


Saya pingin cerita tentang pengalaman saya mengalami premature skin aging. Waktu SMA muka saya terlihat lebih tua dari teman-teman sebaya. Kalo lagi nggak pakai seragam, saya sering dipanggil "Bu" sama orang-orang yg belum kenal (misal di bus kota). Sebel nggak sih.. saya kan masih teenager saat itu. Yang bikin saya keliatan jauh lebih tua semasa remaja bukan hanya muka boros secara keturunan, soalnya temen saya juga banyak yang mukanya dewasa. Tapi masalah kulit! Saya pernah cerita di post ini bahwa saya nggak pernah merawat kulit semasa saya sekolah. Waktu SMA kulit saya nggak cuma gelap, kusam & berjerawat tetapi juga ada kerutan halus di sekitar mata & bibir, kulit juga nggak sekencang remaja yang lain. Serem kan..


Senin, 28 Juli 2014

DIY Oxy Rice Apple Toner

Hai semuanya, selamat hari raya Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan..
Mohon maaf lahir batin ya..


Kembali lagi dengan resep DIY toner, toner satu ini adalah toner favorit saya di antara kreasi toner saya yang lain. Kenapa? Karena wanginya mirip setup buah kesukaan saya hehehe.. Selain itu ada cool sensation alias semriwing, lembab tetep dapet. Toner apa sih ini? Kenalan dulu yuk..


Sama-sama mengandung oksigen, tapi beda pembuatannya dengan DIY oxygenated spray

Sabtu, 26 Juli 2014

Suplemen untuk kesehatan tubuh dan kulit

Halo semuanya yang nyasar di blog ini, apa kabar?

Kali ini saya mau mereview suplemen andalan saya sehari-hari. Penting nggak sih minum suplemen? Mungkin ada sebagian orang yang meyakini bahwa suplemen itu nggak penting, lebih baik mencukupi gizi dari makanan sehari-hari dan tidak bergantung pada suplemen. Kalo bisa mencukupi gizi dari makanan sih, saya juga mau.. masalahnya nggak bisa. Soalnya saya nggak terlalu doyan makanan hewani (kecuali susu & olahannya). Perut jadi agak kembung dan nggak nyaman setelah makan telur, daging, ikan & seafood apalagi makanan dari daging yang diawetkan. Padahal golongan darah saya O, katanya O itu toleran terhadap daging dan harus membatasi susu. Sayang sekali, kan asam-asam amino dan asam lemak esensial sebagian besar terdapat dalam bahan pangan hewani

Ini 3 suplemen yang bikin saya puas dengan hasilnya. Nggak cuma meningkatkan kesehatan tubuh, ternyata efeknya oke banget di kulit. Catat ya, di kulit! 

Madu TJ super (madu+royal jelly+bee pollen)
Biolysin multivitamin
Biolysin emulsion (cod liver oil)

Sabtu, 19 Juli 2014

DIY Sugar Wax

Hai semuanya..


Soal menghilangkan bulu, apa andalanmu? Pisau cukur, hair removal cream, waxing, atau laser? Saya biasanya pisau cukur, tapi pisau cukur bikin bulu di tangan dan kaki saya cepat gondrong! Saya terlalu takut pakai hair removal cream (udah keder dulu liat ingredientsnya), dan untuk waxing di salon atau laser pikir-pikir keluar duitnya *pelit*. Gimana kalo waxing sendiri di rumah? Emang bisa? Bisa! Udah banyak tutorialnya di internet, tapi kali ini saya mau bikin versi saya sendiri.

Yang di internet biasanya pakai gula aja atau gula + air lemon, kalo saya pakai gula + larutan cuka + kayu manis bubuk. Kenapa? Nanti saya jelaskan. Nah, siapa yang mau ikutan bikin? Yuk mari dilihat..



Jumat, 18 Juli 2014

Vaseline Aloe Fresh SPF 24 Daily Light Lotion

Halo semua..


Kali ini saya kembali dengan review produk. Dulu ini lotion favorit saya soalnya ringan dan ada SPF nya. Jaman saya masih belum ngerti apa-apa soal sunblock muka, lotion ini saya pakai di muka sebagai sunscreen, don't try this at home hehehe.. Saya sempat berpikir produk ini udah discontinued, soalnya di mana-mana udah nggak ada, adanya yang Aloe Fresh biasa. Mbak Arum juga suka lotion ini tapi katanya udah nggak nemu lagi.

Eh tapi saya beruntung, waktu ke Giant nemu produk ini. Yeey.. seneng banget pokoknya, kayak ketemu sahabat yang udah lama ilang. Saya pilih yang 100 ml biar bisa dibawa-bawa. Kalo yang 200 ml kan menuh-menuhin tas, hehehe.. Biasanya saya suka bikin DIY sunscreen, tapi kan nggak bisa dibawa keluar kulkas karena no preservative, bisa-bisa rusak.

Inilah dia "si anak hilang" itu..


Rabu, 16 Juli 2014

DIY Sunscreen Gel

Hai pembaca di manapun Anda berada..


Saya penasaran pingin bikin DIY sunblock, tapi di Google saya selalu nemu resep sunblock yang pakai shea butter, beeswax, coconut oil. Wah, kayak gitu sih hasilnya krim, lumayan berat. Saya ingin yang ringan dan oil free. Eh jadinya sunscreen gel, tapi beda lho dengan punya Wardah. Saya dulu breakout gara-gara kandungan polyacrylamide (bahan gel) dan dimethicone (silikon) dalam sunscreen Wardah.


Resep sunscreen gel ini cuma pakai 3 bahan : yoghurt, aloe vera dan zinc oxide. Zinc oxide bentuknya serbuk, dijual di toko bahan kimia. Di Semarang ada di toko Indrasari (jl. Stadion Selatan no.15). Sudah lama saya niat beli zinc oxide, tapi dulu pegawainya agak menyesatkan, katanya harus beli minimal 1 kg. Waktu saya ke sana lagi, pegawai yang berbeda bilang zinc oxide boleh ngecer 1 ons, saya jadi beli deh. Harganya terjangkau, Rp 5.500 per ons. Di toko ini hanya jual zinc oxide biasa, bukan yang nanopartikel. Yang nano lebih mahal, dan saya pun nggak akan mau beli yang nano. Meskipun katanya lebih bagus dan tidak meninggalkan white cast, sunscreen nanopartikel sifatnya karsinogenik karena bisa menyerap jauh ke dalam kulit dan memasuki aliran darah. 


Kenapa saya pilih yoghurt dan aloe vera? Pertama karena teksturnya, ringan dan cepat meresap. Kedua, karena fungsinya. Yoghurt dan aloe vera sering digunakan untuk penyembuhan sunburn. Aloe vera mengandung aloin yang bisa melindungi kulit dari pengaruh sinar ultraviolet. Lalu mengapa zinc oxide? Zinc oxide adalah broad spectrum sunscreen yang bisa menangkal sinar UV A maupun B. Sifat perlindungannya adalah secara fisik (physical sunscreen), yaitu melapisi kulit seperti tameng. Physical sunscreen yang bukan nano biasanya menyebabkan white cast, kulit terlihat pucat terutama jika difoto dengan flash. Tapi sunscreen yang bukan nano justru lebih sehat karena tidak memicu kanker.

UVA UVB Sunscreen Ingredients

Zinc oxide disebut juga calamine. Pernah dengar calamine? Ya, ini bahan utama dalam bedak & lotion Caladine. Zinc oxide tidak hanya berfungsi sebagai sunscreen, tetapi juga mencegah & mengobati iritasi. Beberapa macam bedak bayi & krim bayi mengandung zinc oxide sebagai anti iritasi. Shampoo anti ketombe juga mengandung zinc oxide. Zinc oxide secara alami terdapat dalam mineral zincite, juga sintetik. Zinc oxide murni berwarna putih. Pada mineral zincite terdapat campuran mangan dan lain-lain sehingga warnanya menjadi kemerahan.

Minggu, 13 Juli 2014

DIY Masker Bedak Adem Aloe - Timun - Rempah

Halo pembaca!

Ada yang suka masker berbahan rempah-rempah? Saya suka banget, wanginya itu lho.. relaxing! Apapun masker yang ada rempah-rempahnya, hajar aja.. termasuk bedak adem yang ada di pasar. Waktu kecil, saya sering ikut tetangganya mbah saya bikin bedak adem yang dibentuk butiran kecil-kecil, dijual seharga 100 rupiah per sak (tahun 1995-1996 masih laku ya duit segitu hehehe). Bahannya dari daun-daunan entah apa namanya dan pastinya aneka rempah. 

Sekarang saya juga suka bikin bedak adem, tapi bahannya beda. Saya nggak nemu daun-daunan yang dipakai di bedak adem tradisional, jadi saya modif komposisinya. Bentuknya pun saya modif juga. Lumayan nih, bedak ademnya bisa disimpan 2 bulan. 

Ini bukan kue kering ya..

Rabu, 09 Juli 2014

DIY Oxigenated Spray

Haloo..


Kali ini saya mau membuat DIY oxigenated spray karena udah lama mupeng sama oxigenated spray Mustika Ratu. Dulu pernah dirias sama MUA, sebelum makeup disemprot dulu pakai spray ini, katanya supaya hasil makeup lebih flawless dan tahan lama. Mustika Ratu sendiri mengklaim spray ini bermanfaat untuk anti pollution & hydrating skin (tertulis di kemasan versi lama). Betul juga sih, soalnya mengandung antioksidan. Tapi setelah baca banyak review, saya  jadi mundur perlahan dari spray ini. Kenapa? Soalnya isinya cuma 50 ml. Padahal saya ini orangnya anarkis kalo pakai spray, hehehe.. sekali semprot bisa habis banyak. Harganya sebetulnya terjangkau, 42-49 ribu. Tapi kalo saya boros kan jatuhnya tetap aja mahal.

Teman-teman tahu oxigenated spray produksi Mustika Ratu? Seperti ini produknya..



Saya membaca review dari tahun 2012 dan 2013. Di review tahun 2012 (kemasan lama), komposisinya hanya ditulis bahan aktif aja : purified water, Camellia sinensis  (green tea) extract 2%, mannitol, yeast extract, glycogen, magnesium ascorbyl phosphate 2%, glycerin, Moringa pterygosperma (kelor) seed extract 2%, Aloe barbadensis (aloe vera) extract, tocopheryl acetate.

Ehmm.. apa iya cuma itu aja? Kemasan baru (tahun 2013) lebih jujur, ditulis ingredients lengkapnya : aqua, Cucumis sativus (cucumber fruit extract), phenoxyethanol, methylparaben, ethylparaben, alcohol, bisabolol, propylene glycol, Camellia oleifera leaf extract, polysorbate 80, hydrolyzed collagen, hyaluronic acid, sodium PCA, hydrogenated lecithin, sodium methylparaben, EDTA, mannitol, yeast extract, glycogen, magnesium ascorbyl phosphate, sodium sulfate, parfum, Cl 42090, Cl 19140

Jangan salahkan produsennya jika kalian membaca pengawetnya cukup banyak (phenoxyethanol dan golongan paraben). Semua produk yang mengandung ragi (termasuk high end brand yang harganya selangit) tetap memasukkan banyak pengawet di produknya. Terpaksa begitu, soalnya produk yang mengandung ekstrak ragi sangat mudah rusak. Tidak percaya? Bikin aja sendiri, hehehe..

Saya jadi terpikir untuk membuat sendiri. Nggak mungkin sama persis dengan Mustika Ratu. Nah, ini dia oxigenated spray ala saya..


Ini resepnya, yang ingin tahu silahkan menyimak..

Minggu, 06 Juli 2014

DIY Hair & Face Mist

Hai..


Saya sebenarnya suka banget pakai tonik, hair lotion, hair mist. Tapi selalu aja nggak cocok dengan produk yang dijual di pasaran, biasanya karena ada alkoholnya. Kulit kepala saya nggak tahan dengan alkohol. Hmm.. lebih baik bikin sendiri, dijamin bebas alkohol dan bahan kimia lainnya. Kali ini saya mau berbagi 2 resep hair mist. Salah satunya bisa digunakan sebagai face mist juga lho. Problem rambut saya yaitu rontok karena patah, kering, mudah kusut, dan seringkali sulit disisir. Ada yang mengalami masalah yang sama?

Seringkali resep-resep DIY di Google untuk problem rambut saya menggunakan bahan yang sulit didapat di Indonesia (yah salah saya juga searching dari blog luar), padahal sebetulnya Indonesia itu punya banyaaak sekali bahan tradisional dengan khasiat yang oke. Jika tidak punya tanaman sendiri, nggak perlu pusing. Datang aja ke kampung/kompleks perumahan yang ada taman TOGA (tanaman obat keluarga). Minta izin ke warga, pasti deh dikasih *pengalaman pribadi*. Kalo daun pandan & rempah-rempah sebangsa jahe, temulawak gitu sih ada di pasar tradisional & supermarket.

Ini ramuan favorit saya.. Dijamin nggak akan membuat rambut lepek karena oil free.

Kiri : Hair Mist TJMP (temulawak-jahe-mangkokan-pandan)
Kanan : Hair & face mist TTJW (teh-temulawak-jahe-wortel)

Nah ini dia resepnya..

Jumat, 04 Juli 2014

Oilum Collagen Soap

Hai semuanya!


Akhir-akhir ini saya emang suka pakai DIY face wash, tapi ada kalanya saya malas meracik, terutama kalo udah malam & ngantuk. Saya udah cocok banget dengan Dee-dee facial wash dan Cussons baby soap, tapi kemudian perhatian saya teralihkan dengan komentar seorang pembaca. Dia bilang, sabun Oilum yang ijo oke buat kulit kering. Nah, keracunan deh saya.. Begitu Dee-dee habis, langsung capcus cari Oilum. Saya beli 8 hari yang lalu, tapi baru dipakai 5x (pas jam darurat ngantuk). 

Oilum yang ijo saya nggak nemu, malah dapat yang biru (skin brightening scrub). Sebenernya agak nggak sreg, soalnya ada scrub & brightening. Saya kurang suka sabun yang whitening karena trauma kulit jadi kering banget gara-gara whitening. Tapi ya udahlah.. kalo misalnya nanti nggak cocok kan bisa dipakai di badan, hehehe..

Tapi ternyata saya cocok lho pakai sabun ini. Nggak bikin  kulit saya kering atau ketarik-tarik. Yang nggak cocok cuma wanginya dan scrubnya. Ini nih penampakan sabunnya..

Oikum Collagen Soap
Skin Brightening Scrub, Normal to Dry Skin

Rabu, 02 Juli 2014

DIY STMJ Mask (for Skin and Hair)

Halooo...


Saatnya resep DIY lagi. Kali ini saya mau berbagi resep masker STMJ (Susu-Teh-Madu-Jahe). 


STMJ = susu + teh + madu + jahe

Lho, teh? Bukan telur? Ya, memang teh. Saya menghindari telur untuk DIY masker meskipun katanya putih telur bagus untuk mengencangkan kulit, mengecilkan pori, anti blackhead dll. Sebagai mahasiswa fakultas peternakan, saya belajar bahwa telur itu banyak sekali mikrobanya, antara lain bakteri Salmonella (negara maju sudah banyak yang concern dengan masalah Salmonella telur), E. coli, Campylobacter, Pseudomonas, Staphylococcus, Streptococcus, dsb. Soalnya saluran reproduksi, pencernaan & urine pada unggas itu muaranya jadi satu (= kloaka). Bayangin deh, telur keluarnya kadang-kadang bareng dengan *disensor*. Belum lagi kondisi kandang yang banyak kontaminannya. Kulit telur memang bisa dibersihkan dengan desinfektan & sabun anti bakteri, tapi putih & kuning telur tetap banyak mikrobanya, maka sebaiknya telur dimasak sampai matang sebelum dikonsumsi. Banyak lho bahan DIY skincare selain telur, yang pastinya lebih minim biohazard.

Saya menghindari telur mentah untuk DIY skincare karena banyak mikrobanya


Hmm.. cukup soal telurnya, sekarang saya mau bahas soal susu. Susu yang saya pakai adalah susu bubuk, susunya saya fermentasi dulu dengan ragi roti (Saccharomyces) karena saya nggak cocok dengan susu, pasti selalu bruntusan sehabis maskeran dengan susu. Ada yang mengalami masalah sama? Ini alasannya :